BAB III ~Akhirnya Kembali~

1224 Words
POV Narator Setelah Freya mengetahui penolakan secara tidak langsung dari Raditya, ia tetap saja masih mengganggunya. Secara tidak langsung Raditya pun sangat peka jika Freya sedang mendekatinya lagi. Akan tetapi Raditya pun sama sekali tidak menolak atau menghindari Freya mungkin karena Raditya pun belum bisa melupakan Freya. Malam itu Freya dan Raditya sedang Video call bersama. Raditya berusaha mencari tahu mengapa Freya mendekatinya lagi. “Freya sebenarnya kamu mau balikan lagi ‘kan?” Tanya Raditya Pertanyaan yang berhasil membuat Freya terdiam. Ada rasa malu dan takut dalam hati Freya. Bagaimana bisa seorang Raditya bisa menebak apa yang di fikirkan oleh seorang Freya. Meski Freya tau dari dulu Raditya memang tidak bisa dibohongi karena kepekaan nya yang tajam. “Tapi ada syarat jika kamu ingin aku kembali.” Lanjut nya Freya terdiam dan masih mendengarkan Raditya. “Syaratnya kamu dan aku harus selamanya, kamu mau?” lanjut nya Freya kaget akan syarat yang diajukan oleh Raditya. Syarat yang seolah-olah harus di penuhi, dan bahkan itu wajib. Raditya adalah tipe orang yang sudah sekali sayang dia akan membutuhkan waktu beberapa bulan bahkan tahun untuk melupakan. Freya hanya takut jika syarat itu tidak bisa ia penuhi, syarat yang mudah di ucapkan akan tetapi sungguh berat untuk dilakukan. “Tapi jika kelak tiba-tiba berpisah bagaimana?” tanya Freya “Tidak akan aku biarkan. Aku akan kejar lagi dan tidak akan melepaskannya.” Jelas Raditya “Tapi jika masih tetap tidak bisa bersama bagaimana?” tanya Freya lagi “Selama masih bisa Ku kejar maka aku tahan dia tapi jika aku sudah Lelah maka aku akan melepaskannya.” “Syarat itu sungguh berat, karena takdir tidak ada yang tau.” Lirih Freya “Iya itu benar. Tetapi sebagai manusia kita hanya bisa berikhtiar, berusaha dan diiringi dengan doa siapa tau Allah meridhoi.” Tutur Raditya Freya terdiam memikirkan syarat yang di ajukan oleh Raditya, ia pun memikirkan satu syarat yang akan di ajukan untuk Raditya. “Aku juga ada syarat untuk kamu!” ucap Freya Raditya hanya mengangguk, terlihat jelas di layar handphone Freya. “Baiklah, syarat ku untuk kamu adalah hubungan kita tidak boleh di publikasikan dahulu karena aku takut kejadian yang lalu akan terulang kembali.” Jelas Freya Kejadian di masa lalu yang membuat hubungan Freya dan Raditya kandas. Yang dimana banyak orang berusaha memisahkan kami berdua. Tentu Freya tidak ingin hal tersebut terulang kembali. “Baik aku setuju.” Jawab Raditya “Aku ingin masalah kita cukup kita yang tahu yang lain tidak perlu. Karena ketika ada yang ingin tau pasti mereka akan mencoba menimbulkan kesalahpahaman diantara kita.” Tutur Freya “Iya baik.” “Jadi kita gimana?” tanya Freya “Aku setuju - setuju aja.” Jawab Raditya santai “Baiklah akan aku pikirkan dulu. Nanti jam 9 malam akan aku jawab.” “Oke.” *~*~* Terdengar adzan magrib berkumandang. Aku yang saat itu sedang kedatangan tamu bulanan tidak menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslimah. Saat Aku sedang beristirahat terdengar ada suara yang memanggil nama Ku dan ternyata itu Bapak ku. Aku berjalan menghampiri beliau di ruang tidur Bersama ibu dan juga Adik ku. “Gimana Freya?” tanya Bapak memulai pembicaraan. “Yang gimana apanya Bapak?” tanyaku “Tadi lo Fre yang kata Abah Raditya menyukai kamu.” Jelas Ibu “ohh Raditya.” Jawabku dengan senyuman dan malu “Jadi gimana?” tanya Bapak “Emang Bapak setuju seandainya Freya sama Raditya lagi?” tanya Freya “Setuju - setuju aja.” Jawab Bapak “Tapi kenapa dulu Bapak tidak menyukainya?” tanya Freya “Karena Raditya tertalu menyukai hal mistis dan sering di masuki barang-barang ghoib, makanya Bapak nggak suka. Takutnya kalau dia marah nanti kamu di pukul.” Jawab Ibu mewakili bapak “ohh begitu, Tapi sekarang emang Ibu sudah setuju?” “Asal Kamu bahagia Ibu sama Bapak setuju - setuju aja Fre.” Ujar Ibu “Baiklah Bu.” Rapat Keluarga kami pun berlanjut sekitar lima belas menit, yang dibahas tentu masih tentang Raditya. Kedua orang tua ku bertanya dimulai dimana rumahnya, anak siapa semua ditanyakan oleh nya. Setelah Rapat Keluarga selesai, aku pindah ke ruang tamu ditemani laptop dan ponsel ku yang masih menunggu Raditya online. Lalu Aku memberi pesan kepada penasehat pribadiku, Chandra. Chandra adalah teman ku dari SMA kelas X semester 2, kami saling mengenal saat mengikuti organisasi yang sama. Awalnya aku hanya menganggap chandra sebagai teman biasa namun lama kelamaan dia mengerti apa yang aku alami dan dia juga yang akan memberi setiap solusi dalam masalah ku. Hingga akhirnya aku memutuskan menjadikan dia penasehat pribadiku. “Ndra, aku merasa seperti dekat lagi dengan Raditya, bahkan Abah Guru juga seperti mendekatkan ku dengannya. Saran dong Aku harus bagaimana?” ujar Freya “Aku dukung saja kalau memang banyak yang mendekatkan.” Jawab Chandra “Wahh.. Tapi memang banyak yang dukung dan mendekatkan kami, Aku malu sama dia. Jadi kamu sebagai penasehat pribadi ku, aku harus bagaimana?” tanya Freya “Kenapa kamu malu?” “Andai aku tau akan aku jawab pertanyaan mu Ndra.” Ketus Freya “Jadi aku harus gimana? tadi Aku sudah rapat sama keluarga, sekarang orang tua ku sudah setuju jika aku sama Raditya. Menurut kamu gimana Ndra?” “Kalau setuju yaudah jalanin saja yang terpenting adalah yakin.” Jawab Chandra menyakinkan. Setelah mendapat saran dari Chandra aku berfikir, jalan mana yang harus aku ambil secara persyaratan dari Raditya adalah selamanya tapi apakah aku bisa? Mungkin bisa hanya saja apakah takdir menyatukan kita? Ting.. Suara dering ponsel milik Freya, pertanda ada pesan masuk. Ia buka ponsel miliknya dan mulai membaca pesan tersebut. “Fre nanti aku tidak bisa online di jam 9 malam, nanti bisa nya jam 12 malam. Jadi sebelum jam itu kamu harus jawab sekarang!” ucap Raditya “Kalau kamu nggak online berarti jawaban nya besok saja.” Balas freya Freya yakin di sisi lain pasti raditya kesal karena Freya sedang mempermainkannya. Bagaimana tidak Freya yang mendekat dan memberikan kode ingin Kembali menjalin hubungan malah Freya menggantung Raditya. “Ya kamu harus jawab sekarang.” Balas Raditya “Dan aku sudah ada jawaban. Ini baru selesai rapat sama keluarga hehe.” Jelas Freya “Wahhh.” Satu balasan dari Raditya, seperti itulah orang yang memiliki sifat cuek, tidak ada kata lain apa selain wahh. Paling enggak masa iyaa gitu kan enak sih. Tapi yaudahlah Raditya memang menyebalkan. “Iyaudah kamu tunggu jam 9 aja nanti aku jawab.” Jawab Freya Kesal “Disini jam nya sudah ku putar pukul 9 malam jadi kamu sekarang jawab.” Desak Raditya “Iya jawabannya.” Balas Freya Ia pun sebenarnya malu, akan tetapi wajah menampakkan senyuman di bibir nya yang indah layaknya orang yang baru merasakan pacaran untuk pertama kalinya, padahal sudah ke empat kalinya dengan Raditya. “Iya apa maksudnya?” Freya menjawab. “Selamat anda tidak ditolak.” “Kamu di rumah jangan senyum senyum sendiri.. aku bisa lihat dari sini lo.” Balas Raditya Freya yang membaca balasan dari Raditya pun sikapnya berubah, ia merasa malu jika benar Raditya melihatnya. Secara indra ke enam nya berfungsi dengan baik. Lalu Freya memfoto tangan miliknya berbentuk love setengah lalu mengirimnya kepada Raditya, dan raditya membalas dengan foto yang sama yaitu tangan berbentuk setengah love juga. Tanpa Freya sadari ia sangat Bahagia sehingga Freya meneteskan air mata bahagianya yang selama ini tidak pernah ia rasakan lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD