BAB IV ~SELINGKUH~

1137 Words
*~*~* Hari – hari berlalu hubungan Freya dengan Raditya semakin membaik. Meski mereka masih LDR. Freya sedang kuliah dan Raditya masih di pondok Pesantren tapi mereka menikmati kerinduannya. Mereka menanti waktu yang katanya akan indah pada waktunya, tentu tentang pertemuan mereka. Setelah mereka jadian beberapa hari lalu mereka belum pernah bertemu sama sekali. Yang mereka lakukan Ketika saling merindukan adalah saling mendoakan. Freya dan Raditya pun saling bertukar kabar setiap saat. Terasa dunia hanya milik mereka berdua. Mereka masih sangat manis-manisnya menjalin hubungan. Rasa yang dimiliki Freya begitu dalam begitu pun juga Raditya. Freya sedang duduk di ruang tamu di rumahnya, ia seperti sedang menunggu seseorang yang akan datang. Freya membawa alat rias nya sekalian berias diri di ruang tamu sembari menunggu tamu nya tiba. Di waktu yang sama Raditya menelpon Freya. “Hai Dek..” sapa Raditya “Hello Mas.” Jawab Freya “Ehh.. kok dandan, mau kemana?” “Mau ke acara nikahan teman Mas.” Ucap Freya “ lha sekarang lagi nunggu apa?” tanya Raditya “Selingkuhan ku mas, upsss.” Ujar Freya keceplosan “Ohh.. sudah ada selingkuhan ternyata yaa…” cetus nya “hehehe kan Mas nggak pulang, jadi ya bolehlah Mas.. hahaha” jawab Freya santai “ohh gitu..” “Mas mau tau selingkuhan ku nggak?” tanya Freya Freya mendengar ada suara sepeda motor sedang memasuki teras rumahnya, dan benar dia adalah selingkuhan Freya, eh maksudnya tamu Freya. “Nah pas Mas, dia sudah datang. Tunggu yaa aku kenalin.” Tutur Freya Freya menyambut Tamu nya dengan tawa nya yang sangat riang dan satu pelukan untuknya. Freya mempersilahkan tamu nya masuk dan mulai berbincang – bincang. Raditya yang masih belum melihat siapa tamu Freya mulai menyelidiki siapa sebenarnya yang Freya maksud. Siapa selingkuhan pacarnya, keraguaan di hati Raditya semakin kuat akan tetapi ia menunggu Freya menjelaskan. Dan saat itu pun aku masih belum bisa menebak siapa dia. “Sebenarnya siapa sih selingkuhan Freya? Masa iya belum lama sama aku sudah punya selingkuhan? Tapi kalau pun lama aku juga tidak terima jika Freya selingkuh nanti.” Batin Raditya dengan seribu pertanyaan. Freya duduk Kembali di ruang tamu, ia melihat Kekasihnya yang masih terdiam. Freya melihat layar handphone nya menahan senyum karena berhasil mengerjai pacarnya sendiri. “Mas maafin aku yaa.hehehe” batin ku “siapa selingkuhan kamu dek?” tanya Raditya “kamu kepo ya? Hahaha.. tapi kamu nggak boleh marah lo ya sama selingkuhan ku? janji?” pinta ku sambil menahan tawa “iya.” Jawab Raditya singkat Aku mengalihkan camera depan ke camera belakang, Nampak jelas raut wajah terkejut Raditya Ketika melihat selingkuhan ku. “Bukan kah itu, Ana?” tanya Raditya “Iya mas.” Jawabku dengan tawa khas milikku Diruang tamu, aku dan selingkuhan ku, Ana sedang menertawai kekasihku Raditya. Aku berhasil mengerjai pacar ku sendiri, dan aku puas melihat itu semua. “Maafin aku ya mas, aku hanya bercanda saja? Hehehe.” Jelas ku “ku pikir tadi siapa dek.” Ujar Raditya “yaudah bentar ya mas, sedang ada tamu spesial jadi aku harus menyambutnya dengan spesial. Mas dengerin saja ya.” Tutur Freya Raditya pun menuruti ucapan Freya, ia tidak mematikan video call nya dengan Freya. Dan ia pun mendengarkan cerita canda tawa dari kekasihnya dengan selingkuhannya. “kamu sekarang sama siapa Fre?” tanya Ana “sama Raditya mbak an, masih ingat nggak?” jawabku “Raditya? mantan pacar nya Rahayu itu bukan?” “Iya mbak an.” Jawab ku dengan tertawa sembari melihat reaksi Raditya melalui layar handphone miliknya Lalu Ana menjelaskan tujuan kedatangan nya adalah menitipkan undangan pernikahan untuk teman-teman nya kepada Freya. Satu minggu lagi akan di adakan resepsi pernikahan Ana dengan suaminya. “Aku titip ya Fre, kamu kasih undangan ini sama teman-teman.” Pinta Ana “Iya mbak. Tapi Rahayu, Narti sama Wiwin kok nggak ada? Mbak nggak undang mereka?” tanya ku “mau nya sih ngundang Fre, tapi dana tidak memungkinkan.” Jawab Ana dengan suara melemas “Mbak coba undang mereka lewat chat saja, kalau mereka datang Alhamdulillah. Nanti mereka mikir macem-macem tentang kamu mbak, jadi mbak mending undang saja meski undangan online.” Jelas ku “Iya sih ya, tapi mereka nanti mau datang nggak ya?” “datang enggak nya mereka itu hak mereka mbak, yang penting mbak sudah mengundang mereka.” Pungkas ku “iya deh, yaudah aku langsung pamit ya? Mamak sedang menunggu ku sekarang kasian kalau nunggu lama-lama.” Ujar Ana “oalah iya mbak. Mbak hati-hati yaa..” “iya, aku pulang dulu yaa.. Assalamualaikum.” “wa’alaikumsalam.” Jawabku Aku mengantar Ana keluar dan melihat kepergiannya. Setelah selingkuhan ku pergi, hehehe, aku Kembali duduk di depan ponsel milikku yang masih aktif melakukan viceo call dengan kekasihku “Ohh ternyata selingkuhan kamu Ana. ” ledek Raditya “Iya dong, emang mas mikirnya siapa hayo?” pungkas Freya dengan tawanya “Eh, tapi ada satu lagi selingkuhan ku mas? Mau tau nggak?” lanjut Freya “Siapa lagi?” tanya Raditya “kamu coba dong tebak?” “hmmmm..” lirih Raditya sembari memikirkan siapa selingkuhan ku yang kedua. Sungguh ia terlihat manis sekali Ketika sedang berfikir. “Madu?” jawabnya “kenapa tau sih? Harusnya nggak tau dong.” Ujar Freya, bagaimana tidak Raditya memang sungguh menyebalkan. “aku kok nggak tau, ya pasti tau lah.” Ujar Raditya dengan senyum khas miliknya “kamu menyebalkan mas.” Ketus Freya “yang penting kamu sayang. Wekkk” jawab Raditya dengan menjulurkan lidah miliknya “Mas mempermainkan aku yaa? Ihhh menyebalkan.” Pungkas Freya Video call kami terhenti karena aku harus berangkat ke acara pernikahan teman ku. aku berpamitan dengan Raditya sedangkan nanti Raditya akan bermain game kesukaannnya. *~*~* POV Raditya Malam pun tiba, setelah selesai mengaji aku menelpon kekasihku yang jaraknya jauh denganku, jam menunjukkan pukul 22.00 wib. “Freya sudah tidur belum ya?” pikir ku Ting.. suara dering ponsel ku berbunyi, ku lihat siapa yang mengirim ku pesan ternyata balasan pesan dari kekasih tercinta ku, Freya. Tanpa ku pikir lagi segera ku telpon Freya. “Hai Mas..” ucap Freya “Kamu sudah makan belum dek?” tanya ku “sudah tadi mas. Mas sendiri gimana sudah makan belum?” tanya Freya “sudah dek.” Setiap malam rutinan ku dengan Freya adalah cerita melalui video call. Freya selalu menceritakan hal yang di alaminya selama satu hari ini. Video call pun masih berlanjut hingga Freya sudah tertidur setelah bercerita Panjang kali lebar, aku memandangi wajah Freya saat tidur yang cantik dan manis. Ingin rasanya aku di dekatnya dan menemani dia tidur tapi sayang itu hanya lah Haluan ku saja. Setelah kurasa puas memandangi wajah kekasihku, aku matikan video call kami dan Freya pun sudah tertidur dengan pulas. aku melanjutkan menulis kitab hingga jam 3 pagi. Ku buka ponsel milikku yang ku letakkan setelah di changer.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD