bab 20 pov keenandra pratama

226 Words
aku merasa kepala ku begitu sakit, berlahan aku mencoba membuka mata. di mana aku, aku melihat sekeliling ruangan yang dinding nya bercat putih bersih, di hidungku terasa seperti ada sesuatu yang membuat aku merasa tidak nyaman. aku melihat di sebelah ku ada tabung oksigen, seperti nya aku ada di rumah sakit. di sofa aku melihat ada seorang laki laki muda, mungkin sedikit lebih tua dari kak Adipati, wajah nya begitu mirip dengan aku, siapa dia. aku mencoba mengingat ingat apa yang terjadi. o,iya terakhir kali aku membuka diary umi dan setelah itu aku gak ingat apa apa lagi. aku melihat lagi ke arah laki laki yang tidur di atas sofa, laki laki ini mirip sekali dengan aku, kenapa aku bisa disini sama dia, apa dia yang membawa aku kesini. apa jangan jangan yang suster waktu itu maksud laki laki ini. aku harus pura pura belum sadar biar aku tau apa yang sebenarnya terjadi. apa suster itu salah ngomong atau memang mereka selama ini bohongin aku. perusahaan tempat rafael kerja nama nya Alexander sanjaya, dan kalau benar laki laki ini adalah kakak ku alex, bukan tidak mungkin perusahaan yang rafael masuk adalah milik dia. terlalu mustahil ada orang yang sangat perduli hanya karna alasan rekan kerja. aku harus cepat cepat tidur sebelum laki laki itu bangun. aku kembali memejamkan mata, biarkan mereka berfikir kalau aku belum sadar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD