aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit pelita.
aku sangat terkejut saat orang suruhan ku memberi kabar bahwa adik ku pingsan di makam papi..
dengan langkah cepat aku menyelusuri koridor rumah sakit menuju UGD.
lalu membuka pintu UGD dan melangkahkan kaki ku untuk mendekat ke arah ranjang di mana adk perempuan kecil ku sedang terbaring.
mata ku terasa panas melihat kondisi adk ku saat ini, wajah nya yang memang sangat mirip dengan ku hari ini terlihat sangat pucat, pipi nya juga semakin kurus.
aku mengelus kepala nya dengan lembut tanpa terasa air mata ku jatuh.
"maafkan kakak keenan, kakak terlalu pengecut untuk mengakui kalau kakak ini adalah kakak kamu".
"kakak gak sanggup melihat kamu hancur jika kamu tau siapa kamu yang sebenarnya, kakak gak mau lihat kamu hancur seperti kakak dulu Keenan"aku memeluk Keenan yang masih memejamkan mata nya. aku mencium kening nya, dan juga kedua pipi nya. rasanya aku sangat merindukan momen ini, momen di mana aku bisa memeluk nya, selama ini aku hanya bisa melihat Keenan dari jauh.
***
aku duduk di atas sofa yang tidak jauh dari ranjang keenan, aku melihat wajah polos Keenan yang masih terlihat sangat pucat.
apa yang bisa kakak lakuin untuk nolong kamu kee.
mana mungkin kakak bisa biarin kamu tinggal di rumah itu tanpa ada yang urusin.
pintu ruangan di mana Keenan di rawat terbuka, lalu masuk seorang dokter perempuan bersama seorang suster.
"permisi pak, saya mau izin periksa mbak Keenandra"dokter cantik itu tersenyum ke arah ku.
"iya dok silahkan"aku berdiri dari duduk dan melangkah ke sebelah dokter.
"gimana keadaan Keenan dok"aku sangat khawatir dengan keadaan Keenan karna hampir empat jam dia pingsan dan seperti nya belum ada tanda tanda dia akan sadar.
"mbak keenandra baik baik saja, hanya saja asam lambung nya naik, karna mungkin penyebabnya bisa karna makan kurang teratur atau pun bisa juga karna pengaruh stres"
"apa Keenan akan segera sadar"tanya ku lagi.
"bapak tidak perlu khawatir kami telah menyuntikkan obat untuk menurunkan asam lambung, mungkin sebentar lagi mbak Keenan akan sadar"dokter itu memberikan kertas resep ke pada ku.
"ini resep obat yang harus bapak tebus di apotik"aku menerima kertas resep itu dari tangan dokter.
"terimakasih dok"dokter itu mengganggu lalu pergi keluar dari ruang rawat Keenan.
aku terpaksa meninggalkan Keenan sendirian untuk menebus obat.
antrian yang begitu panjang benar benar bikin aku geram.
hampir dua jam baru aku bisa kembali ke ruangan di mana Keenandra di rawat.
saat aku mau membuka pintu ruangan Keenan di rawat ternyata Keenan sudah sadar, itu artinya aku gak bisa masuk lagi ke ruangan dia.
aku mengambil handphone di saku yang ada di dalam jas yang aku pakek dan menghubungi seseorang.
"halo pak"
"tolong kamu kesini, Keenan sudah sadar "aku terpaksa menghubungi asisten ku rafael untuk menjaga Keenan.
"baik pak, saya akan segera kesana".
tidak lama setelah itu rafael tiba.
"pak, apa saya langsung masuk kedalam"tanya rafael pada ku.
"iya, yakinkan Keenandra kalau kamu orang yang bisa di percaya"aku tak ingin adk ku merasa sendiri, setidaknya dia bisa merasa lebih baik setelah bertemu rafael.
"baik pak saya permisi untuk masuk kedalam"aku hanya mengganggu.
untuk saat ini aku hanya bisa kembali melihat Keenan dari jauh. aku tidak mungkin mendekati dia, pasti akan ada banyak pertanyaan dari Keenan yang tidak akan pernah mampu aku jawab.