aku membuka mata dengan beratnya, semalam aku menangisi takdir hidup ku yang sangat menyakitkan untuk aku terima.
aku menghidupkan handphone lalu memesan taksi, aku harus ke makam umi dan papi, sekali pun sekarang aku sudah tau mereka bukan lah orang tua kandung ku tapi bagi aku mereka adalah hidupku.
tanpa memperdulikan makan dan mandi, hari ini aku langsung pergi ke makam umi.
driiiing,,,,,driiiiiiing
"halo non, di luar ada taksi"pak jono memberitahu ku bahwa di luar ada taksi.
"tolong jemput saya kesini pak, saya mau keluar"aku mengambil tas lalu menaiki skateboard untuk keluar dari kamar kak vano.
gak lama setelah itu pak jono datang.
"non Keenan mau kemana"pak jono kelihatan bingung.
"saya mau ke makam umi sama papi"jawab ku singkat.
"mau bapak temenin non"pak jono sepertinya khawatir melepaskan aku pergi sendiri.
"gak usah pak, saya bisa sendiri lagian saya pakek taksi jadi bapak jangan khawatir"pak jono hanya mengiyakan dan membantu aku untuk naik ke taksi.
taksi melaju dengan kecepatan sedang. aku melempar pandangan ku keluar jendela, di luar sana sudah mulai panas sama seperti hati ku saat ini yang masih terasa panas, dan rasanya dadaku masih terasa sangat sesak, tanpa permisi air mata ku kembali jatuh.
taksi yang aku naiki berhenti di area pemakaman, lalu supir taksi membantu aku untuk turun.
aku berusaha mendorong tanah kebelakang menggunakan kaki kanan ku agar skateboard mau meluncur ke depan.
karna belum terbiasa aku kurang fokus jadi tidak sengaja menabrak seorang perempuan.
bruuuk,,,,
"aaaaw"aku mendengar perempuan itu meringis karna aku tidak sengaja menabrak kaki nya.
saat aku mengangkat kepala ku, aku melihat perempuan itu terlihat terkejut saat melihat wajah ku, aku mengerut kan kening ku seakan wajah perempuan ini tidak asing.
di saat aku sedang mengingat ingat di mana aku pernah melihat nya.
perempuan itu malah terlihat buru buru dan berlalu meninggal kan aku.
tiba tiba aku ingat sesuatu
perempuan itu,,,,,!!!
seperti nya mami nya kak Andra.
aku berlalu menuju makam umiii
aku menyenderkan kepala ku di atas batu nisan umi
"miii, Keenan rindu sama umi, Keenan saat ini sangat hancur, hati Keenan sangat terluka saat tau ternyata Keenan bukan anak kandung umi sama papi"aku terisak di depan makam umi.
"siapa perempuan itu mi, siapa perempuan yang sudah dengan tega ingin membunuh Keenan hingga Keenan harus mengalami semua ini, rasa nya Keenan sudah tidak sanggup hidup lagi, apa salah Keenan miiiiii"d**a ku rasanya semakin sesak dan tiba tiba semua nya jadi gelap.