driiiing,,,driiiiiing
suara telpon membangun kan aku, aku duduk dari tidur lalu melihat di layar handphone keluar nama "PAK JONO"
"halo pak"aku mengangkat handphone dengan kaki.
"halo non, ini ada kurir ngantar barang kata nya buat non Keenan"keknya skateboardku sudah sampek.
"o,iya pak, bapak terima aja dulu barang nya saya tunggu di dalam. gak usah di bayar ya pak, saya udah bayar di aplikasi"sulit untuk aku membuka pintu depan.
"baik non, setelah ini bapak antar ke dalam"setelah telpon nya di matiin aku langsung ke luar dari kamar kak vano.
gak lama setelah itu pak jono datang membawa barang yang di balut mengunakan kertas berwarna coklat muda.
"ini non barang nya"pak jono meletakan barang pesanan itu di hadapan ku.
"makasih ya pak"
"mau bapak bantu buka non"pak jono menawar kan untuk bantu membuka barang, pasti pak jono ngerti aku akan kesulitan.
"boleh pak"pak jono mulai merobek kertas yang membungkus barang.
"non pesan skateboard?"pak jono kelihatan heran saat tau isi dari barang yang aku pesan.
"iya pak, itu buat mempermudah saya jalan kemana mana, karna saya gak mungkin pakek kursi roda"pak jono menganggukan kepala nya, terlihat wajah pak jono sedih dengan alasan aku memesan skateboard.
"o,iya pak kalau bapak tidak sibuk tolong bapak bikin jemuran yang agak rendahan di taman belakang biar gampang saya jemur baju"minta ku pada pak jono.
"siap non, habis ini langsung bapak buat"setelah itu pak jono langsung keluar.
habis itu aku naik ke atas buat mandi.
setelah semua nya beres aku pergi kekamar umi buat nyari sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan yang membuat aku penasaran selama ini.
aku buka lemari tapi tidak ada apa pun, di tualet juga gak ada.
lalu aku coba buka laptop punya umiii.
aku menemukan diary, tapi sayang ada pasword nya.
aku coba masukan tanggal lahir umi tapi gak bisa, tanggal lahir papi juga gak bisa, apa jangan jangan tanggal pernikahan mereka. aku gak tau mereka nikah tanggal berapa.
karna perut terlalu lapar aku memutuskan untuk membawa laptop umi turun kebawah, setelah makan aku bisa kembali memikirkan pasword nya.
aku kekamar kak Andra lagi buat nyuri apel biar roti itu bisa buat nanti siang.
entah kenapa hati kecil ku berbisik untuk membuka lemari kak Andra.
meskipun awal nya aku ragu tapi akhirnya aku tetap membuka lemari kak Andra, kalau pun nanti dia pulang ya udah kalau memang harus ribut ya ribut aja untuk kali ini.
aku membuka laci yang ada di dalam lemari nya kak Andra dan menemukan buku berbentuk segi panjang berwarna hitam, kek nya ini buku yang di pakek kak Andra buat melukis.
dan benar saja lukisan yang pertama aku temuin adalah lukisan seorang perempuan, tapi kelihatan nya ini lukisan lama, gambar nya kurang rapi dan sudah kelihatan kusam.
ditengah halaman buku aku menemukan tulisan seperti sebuah curhatan.
***
date, 27 juli 2003
hari ini seperti mimpi buruk untuk ku, papi pulang tanpa mami dan kak Alex.
dia hanya pulang dengan kak Adipati dan membawa seorang perempuan berhijab, perempuan itu menggendong seorang bayi.
saat papi bilang anak yang di bawa perempuan itu adalah adk ku, di saat itu pula aku sangat membenci perempuan yang bernama hanna dan juga anak cacat itu.
dari awal aku melihat anak itu aku sudah tidak suka, bukan karna dia cacat tapi karena kehadiran mereka awal kehancuran hidupku.
selain aku kehilangan mami, aku juga kehilangan kakak ku.
aku sangat membenci hidupku dan juga mereka.
pasti mami pergi ninggalin kita semua karna anak cacat itu.
Andra fran pratama
***
apa maksud kak Andra.
lalu aku lanjut membaca di lembaran di sebelah kanan.
***
date, 25 Agustus 2003
hari ini papi nikah dengan perempuan murahan itu demi anak cacat yang di kasih nama Keenandra pratama.
aku benci mereka semua, aku benci anak cacat itu gara gara dia aku kehilangan mami dan sekarang dia juga merebut perhatian papi dan kak Adipati.
mereka sibuk mengurusi anak cacat itu sampai mereka gak ada waktu untuk ku.
perempuan murahan itu menyuruh aku dan kak Adipati memanggil diri nya umi, mungkin kak Adipati memang mau memanggil dia umi, bahkan dia gak keliatan kehilangan mami sama sekali.
tapi aku gak akan pernah sudi memanggil perempuan murahan itu umi, sampai mati pun aku gak akan pernah sudi menerima dia sebagai ibuk ku.
Andra fran pratama
***
setelah aku baca tulisan kak Andra rasanya aku semakin bingung, apa maksud kak Andra dengan bilang kedatangan aku dan umi awal dari kehancuran dalam hidup nya.
apa mungkin papi selingkuh dengan umi makanya mami nya kak Andra pergi setelah aku lahir.
aku mengabaikan rasa penasaran ku sebentar karna perut rasanya laper banget.
setelah memasukan kembali buku kak Andra lalu aku tutup laci dan lemari nya.
setelah itu aku mengarah ke kulkas buat ambil apel dan sebotol air mineral.
setelah itu aku langsung keluar dari kamar dia.
sangking laper nya aku sangat menikmati apel ini, entah sampek kapan hidup aku terus begini.
setelah selesai makan aku kembali membuka laptop umi, ada 4 diary
aku mencoba diary yang pertama mengunakan pasword tanggal pernikahan umi, tapi gagal.
aku coba yang kedua juga gagal, lalu aku coba yang ketiga berhasil.
***
date, 25 agustus 2003
akhirnya tiba di hari pernikahan ku dan mas arvan, rasanya aku masih gak percaya akhir nya aku menikah dengan lelaki yang sangat aku cintai.
dulu hubungan yang sudah aku bina selama lima tahun bersama mas arvan harus hancur begitu saja karna masa lalu orang tuaku.
keluarga mas arvan awal nya menerima aku apa ada nya sekali pun aku dari panti asuhan, tapi semua berubah saat keluarga mas arvan tau kalau aku anak dari perempuan malam.
hati ku hancur sekali saat itu, selain aku harus berpisah dengan mas arvan, aku juga harus menerima kenyataan pahit bahwa aku anak di luar nikah, aku gak tau mereka tau dari mana yang jelas berita itu benar ada nya.
saat itu aku berusaha untuk bangkit, dan memutuskan untuk fokus kulia kedokteran.
awal nya aku tidak ingin menerima beasiswa itu karna aku ingin menikah dengan mas arvan.
tapi ternyata rencana allah lebih baik.
aku melihat bayi perempuan di sebelah ku, bayi yang sangat manis.
dari pertama aku melihat anak ini aku langsung jatuh hati.
awal nya aku sudah tidak mau lagi punya hubungan apa pun dengan mas arvan, tapi demi anak ini aku menerima lamaran nya.
saat pertama anak ini baru lahir rasanya hati ku seperti teriris iris saat melihat tubuh nya luka luka. obat penggugur kandungan yang di konsumsi ibunya selama hamil membuat dia lahir dalam keadaan cacat.
karna kedua orang tuanya tidak mau merawat dia, aku berencana untuk mengadopsi anak ini, tapi aku benar benar tidak menyangka kalau mas arvan mau berbesar hati untuk menerima dan merawat anak ini seperti anak kandung nya sendiri.
ternyata aku mencintai lelaki yang tepat, bahkan kan mas arvan menikahi aku agar Keenan bisa merasakan kasih sayang seorang ibuk.
HANNA
***
rasanya hatiku begitu hancur saat setelah membaca diary nya umiii, ternyata benar aku bukan anak kandung mereka, d**a ku terasa sesak sekali sangking sakit nya.
lalu siapa perempuan yang tega ingin membunuh ku, lalu aku ini anak siapa.
aku terisak dalam rasa sakit ku.
apa salah ku sampai mereka tidak mengharapkan kehadiran ku.
aku membaringkan tubuhku di atas ambal, dan membiarkan air mata ku meluapkan semua rasa sakit di hati ku.