bab 23 POV Rafael alviansyah

875 Words
aku memandangi wajah polos keenandra yang masih tidur. entah kenapa aku merasa sangat betah memandangi wajah Keenan yang tertidur lelap seperti ini, meskipun wajah cantik nya terlihat pucat. aku mengelus lembut kepala keenandra. apa kamu akan membenci aku kee kalau kamu tau aku telah membohongi kamu selama ini. melihat Keenan mulai membuka mata nya aku spontan langsung duduk. "mas kenapa"Keenan melihat aku dengan wajah bingung, Keenan tau gak ya kalau aku lagi gugup. "gimana kepala nya masih terasa sakit"aku mencoba mengalihkan pembicaraan, keenan hanya menggeleng. "aku mau pulang mas"aku terkejut saat keenan minta pulan. "pulang?"Keenan menggangguk. "ya udah nanti saya coba izin dulu ke dokter"Keenan hanya mengangguk. aku keluar dari ruangan Keenan lalu menghubungi pak alex. "halo pak, Keenan minta pulang hari ini" "kamu jawab apa" "saya bilang saya izin dulu ke dokter" "ya udah, saya kesana sekarang dan minta izin agar Keenan bisa pulang" "baik pak" aku memutuskan ke kantin untuk mencari makan untuk Keenan. aku membelikan nasi goreng dan segelas teh hangat. aku masuk keruangan Keenan. "hy kee"aku melihat senyum yang sangat di paksakan oleh Keenan. "gimana mas"aku tersenyum lalu duduk di kursi dekat tempat tidur Keenan. "kita makan dulu ya, setelah itu kita pulang"Keenan mengangguk. aku menyuapkan nasi goreng ke dalam mulut Keenan. Dreeeet aku merasa handphone ku bergetar. ada notifikasi w******p dari pak alex. (Keenan di izin kan pulang, tapi kamu harus pantau dia terus) (baik pak) aku melihat Keenan seperti sedang memperhatikan aku. "ada apa kee"dia menggeleng. "ya udah minum obat dulu ya"setelah membantu Keenan minum obat, aku membereskan barang barang Keenan. seorang suster masuk untuk membantu Keenan ganti baju, aku keluar dari ruangan Keenan. Setelah suster keluar aku masuk untuk membantu Keenan pindah ke kursi roda rumah sakit lalu mendorong nya keluar dan menuju parkiran. *** aku melihat kearah Keenan yang dari tadi melihat keluar jendela. matahari sangat terik, langit memancarkan cahaya nya berwarna biru dan awan putih bersih juga ikut menghiasi lagit hari ini. tapi seakan Keenan tidak tertarik dengan keindahan di luar, tatapan nya yang terlihat begitu kosong seakan aku hampir tidak melihat harapan dari mata nya. Keenan yang sekarang sangat jauh berbeda dari Keenan yang aku lihat beberapa minggu yang lalu. mobilku berhenti di depan rumah pratama, aku turun untuk membuka pagar, setelah itu kembali ke dalam mobil dan memikirkan mobil di halaman rumah pratama. aku menggendong Keenan ke kamar adipati. "kee, saya mau keluar sebentar, kamu mau makan apa" "pizza" "ya udah saya belik makan dulu, setelah itu saya balik lagi"Keenan hanya mengangguk. aku keluar dari rumah dan menuju mobil, setelah menutup pagar lalu kembali ke mobil. aku melajukan mobil dengan kecepatan sedang. perempuan itu seperti Andra, mau apa dia. aku melihat Andra menampar seorang perempuan lalu marah marah pada perempuan itu yang memakai baju pegawai hotel berwarna coksu, kalau gak salah seingat aku baju pegawai di hotel fran pratama baju pegawai nya berwarna merah, dan seingat aku baju pegawai hotel berwarna coksu itu milik hotel vianaka pratama. ada masalah apa perempuan itu dengan Andra sampai Andra semarah itu. aku jadi curiga, entah kenapa dari awal aku melihat Andra hati ku bilang dia bukan gadis yang baik. aku harus mencari tau apa yang sebenarnya di lakukan Andra di sini. aku mengambil handphone dan menghubungi reza orang kepercayaan ku. "halo za, kamu di mana" "di apartemen vianka pak, pak alex menyuruh saya menyelidiki vianka" "apa yang kamu temukan di sana" "sampai detik ini saya tidak menemukan hal yang mencurigakan dari vianka pak" "oke kalau begitu lebih baik sekarang kamu kesini, ke jalan dekat restoran the green city project, saya mau kamu cari tau apa yang di lakukan andra di sini, nanti biar saya yang beri tau pak alex" "baik kalau begitu pak"aku memamtikan telpon. lalu menghubungi pak alex. "ada apa rafael" "maaf pak barusan saya menyuruh Reza ke jalan dekat restoran the green city project karna saya melihat Andra sedang memarahi seorang pegawai hotel milik vianka, saya lihat tingkah laku nya sangat mencurigakan" "ya udah gak papa, tadi saya memang menyuruh reza untuk mencari tau tentang vianka, saya hanya ingin tau sejak kapan viankan tinggal di apartemen" "iya pak, kalau begitu saya juga harus membeli makanan untuk Keenan" aku mematikan telpon dan bersandar di kursi pengemudi. aku melihat reza mendekat ke arah mereka sambil membawa kamera, aku tersenyum melihat kecerdasan reza. sekitar 20 menit akhir nya Andra pergi, aku melihat perempuan itu masih memegangi pipi nya yang di tampar oleh Andra. reza masuk ke dalam mobil ku. "gimana za" "saya hanya mendengar Andra bilang kalau sampek kali ini perempuan itu gagal lagi dia menyuruh perempuan itu untuk mengembalikan uang yang di pakek buat operasi adk nya" "trus perempuan itu bilang apa" "dia bilang lain kali dia akan lebih hati hati, dan dia akan mencoba masuk lagi ke ruang kerja vianka saat vianka ke jakarta minggu pagi" "cari tau tentang perempuan itu" "siap pak"setelah reza keluar dari mobil, aku melajukan mobil ku ke restoran yang memang tidak jauh dari tempat aku tadi memarkirkan mobil. Setelah membeli pizza dan dua gelas greentea aku kembali ke rumah Keenan. pas aku masuk kekamar ternyata Keenan sedang tidur, aku meletakkan pizza dan greentea di atas ambal lalu pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih dan piring kecil untuk Keenandra. setelah menyiapkan obat di atas piring aku memutuskan untuk pulang dulu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD