aku langsung ke rumah sakit saat tau Keenan sakit kepala.
aku melihat rafael sedang menunggu di luar.
"ada apa rafael"rafael yang sedang menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan langsung membuka nya saat tau kedatangan ku.
"Keenan sakit kepala lagi pak dan demam nya yang semalam sempat turun sekarang naik lagi"
"apa kata dokter"
"sekarang dokter sedang melakukan pemeriksaan"
gak lama seorang dokter perempuan keluar dari ruangan Keenan.
aku dan rafael langsung menghampiri.
"siapa yang bertanggung jawab atas pasien Keenandra"dokter itu melihat ke arah ku dan rafael bergantian.
"saya sus, saya kakak nya"
"baik pak, bapak bisa ikut saya sebentar"
aku mengikuti dokter itu dan masuk keruangan nya.
aku duduk berhadapan dengan dokter dan menunggu apa sebenarnya yang ingin di sampaikan dokter itu padaku.
"begini pak, menurut pemeriksaan secara fisik mbak Keenandra baik baik saja, tidak ada yang harus di khawatirkan, cuma kalau di lihat dari kondisi nya saat ini saya rasa mbak Keenandra harus di konsultasikan ke psikolog"
"maksud dokter adk saya"rasa nya aku tidak sanggup melanjutkan kata kata ku.
"iya pak ini hanya dugaan sementara, tapi tidak ada salah nya bapak coba"
"saya tidak keberatan, lakukan yang terbaik untuk adk saya"
"baik kalau begitu pak, kami akan langsung mengkonsultasikan ini ke psikolog yang ada di rumah sakit ini"
"terimakasih dok, kalau begitu saya permisi"
aku berjalan melangkah kembali ke ruangan Keenan di rawat.
aku tidak tau apa yang di lewati Keenan selama ini, tapi kalau suatu terjadi sama dia, aku benar benar tidak bisa memaafkan diri ku sendiri.
"gimana pak"aku duduk di sebelah rafael
"dokter menyarankan keenan di konsultasikan ke psikolog"
"kenapa pak"
"saya kurang tau, tapi dokter merasa Keenan membutuhkan bimbingan Dari psikolog"
"permisi pak"seorang perempuan cantik muncul di hadapan kami.
aku dan rafael bangkit dari duduk.
"perkenalkan nama saya anshara zehna"dia mengulurkan tangan ke arah ku.
"Alexander"jawabku dingin.
"rafael"rafael juga ikut menjabat tanggan perempuan itu.
"saya adalah psikolog yang direkomendasikan oleh dokter zea untuk mengecek keadaan mbak Keenandra"
"o,iya silahkan masuk"rafael mempersilahkan perempuan itu masuk, dan mengikuti nya dari belakang.
gak lama setelah itu rafael keluar.
"ada apa"
"tidak ada pak, Keenan lagi dalam pemeriksaan"
hampir satu jam aku dan rafael menunggu akhirnya dia keluar.
"menurut pemeriksaan sementara seperti nya mbak Keenandra mengalami tekanan dan perasaan sedih yang berkepanjangan yang membuat dia akhirnya merasa tertekan, untuk saat ini saya belum tau pasti penyebab nya apa karna mbak Keenandra belum mau di ajak bicara banyak, tapi besok pagi saya akan mencoba nya kembali, dan saran saya untuk saat ini jangan biarkan dia merasa tertekan dan jangan bicarakan sesuatu yang membuat dia tidak nyaman pasti kan dia selalu merasa rileks"
"baik, apa Keenan akan baik baik saja"
"untuk saat ini saya merasa mbak Keenandra membutuhkan dukungan lebih dari pihak keluarga, nanti kita juga akan melakukan pengobatan, terapi bicara, atau gabungan keduanya"
"terimakasih"
"sama sama pak, malau begitu saya permisi"aku dan rafael hanya menggangguk.
aku tau saat ini Keenan membutuhkan Adipati, tapi gimana cara nya agar aku bisa membawa dia kesini.
"tolong kamu termanin Keenan di sini, saya harus pergi sebentar"
"baik pak"