bc

Haruskah Ku Menikah?

book_age16+
4
FOLLOW
1K
READ
second chance
goodgirl
drama
twisted
sweet
mxb
no-couple
humorous
office/work place
sacrifice
like
intro-logo
Blurb

Keputusan tidak menikah sudah terpatri dalam diri Maira Anastasia, perempuan 32 tahun yang pernah berkonsultasi dengan beberapa psikolog dan divinis dengan sebutan Gamophobia yakni ketakutan untuk menikah. Pengkhianatan sang papa terhadap namanya membuat ia berpikir ribuan kali untuk menjalin hubungan dengan lelaki.

Bekerja di wedding planner bukanlah hal mudah mengingat prinsip hidupnya untuk tidak terikat dalam hubungan pernikahan. Namun, ketidaksengajaan mempertemukannya dengan Aldi, sang klien yang memesan jasa wedding organizer nya namun mengalami kegagalan hingga akhirnya ia berlabuh ingin serius dengan Maira. Mulanya Maira merasa biasa saja karena dalam dirinya tak ada sedikitpun ketertarikan terhadap lelaki karena prinsip hidupnya. Namun pertemuannya dengan Raya si kecil imut anak dari Zafran pemilik perusahaan tempatnya bekerja tiba-tiba memintanya menjadi pengganti sang mami yang telah tiada membuatnya merasakan hal yang beda dalam memandang masa depan. Maira sangat bimbang dan tidak nyaman dengan keadaan ini, ia sempat memutuskan untuk melarikan diri dari Aldi dan Zafran, namun takdir berkata lain. Kenyataan membawanya mengerti siapa di antara kedua lelaki yang benar-benar tulus kepadanya hingga menepis rasa takut menikah (Gamaphobia) yang selama ini membelenggunya. Lalu bagaimanakah dengan akhir cinta Maira? Memilih untuk menikah? Ataukah tetap terkungkung dengan Gamophobia nya?

chap-preview
Free preview
Si Gamophobia
Haruskah Ku Menikah? Part.1 Si Gamophobia "Sebaiknya kamu ke bagian katering dulu buat mastiin kalau semuanya udah oke mulai dari makanan, minuman, desert, sampai hidangan ringan. Aku ga mau kalau sampai kayak kejadian pernikahan klien Lola minggu lalu, desert malah rasanya dominan asin. Duh, gak banget deh" ucap seorang wanita dewasa sedang membriefing rekan kerjanya atau mungkin lebih tepatnya staff pada bagian yang telah ia tetapkan. "Reza... Please come here now!" Panggilnya pada lelaki berbadan tinggi kurus yang sedang membawa beberapa buku tebal sepertinya berisikan file gambar dekorasi ruang yang akan digunakan pada pernikahan klien kali ini. "Apa Ra? By the way gue udah hubungi klien dan tentang bunga tulip itu dia oke-oke aja kok jika harus diganti sama bunga mawar putih, so... Amel dan beberapa staff udah ke lokasi buat cek persediaan bunga mawar putih dan sekarang gue lagi nunggu kabar dari Amel" lelaki yang kerap dipanggil Reza si cekatan itu mendekat kemudian menjelaskan beberapa perubahan dekorasi terkait bunga yang dipesan klien hari ini. Memang tidak mudah mencari bunga khas Negeri Kincir Angin ini, beberapa klien rela membayar lebih jika harus meminta bunga tulip sebagai ornamen dekorasi dalam pernikahannya. Namun, semahal apapun jika stok dari petani bunga sedang tidak ada, mau tak mau Maira dan wedding organizer nya harus memutar otak untuk mengganti alternatif bunga lain, tentunya dengan berbagai komunikasi dengan pihak klien. Seperti kali ini, syukurlah klien Maira kali ini tidak terlalu rewel, jadi tak perlu ia sampai menghubungi petani Wonosobo langsung demi adanya si bunga putih khas Belanda ini. "Ah, it's okay... I love about it. Baiklah kabar dari Amel gue tunggu segera ya, dan by the way gimana lo ngeyakinin klien kita perkara bunga ini? Jujur gue sempet frustasi banget pas dapat kabar itu bunga tulip enggak ready karena faktor cuaca. Eh tapi by the way gimana-gimana?" Tanya Maira pada Reza sahabat sekaligus rekan kerja yang Maira anggap paling bisa ngertiin kondisi urgent seperti yang kali ini wedding organizer mereka alami. "Kayak baru kemarin aja, lo tahu sendiri kan gue gimana. Kalau masalah negosiasi sih selama itu klien nggak ngotot-ngotot amat, it's okey. Eh lo dah tau kabar belum tentang Pak Zafran?" Reza mengalihkan pembicaraan tentang update kabar terbaru sang atasan. "Emang kenapa sama Pak Zafran? Doi mau nikah? Syukur deh... Nanti kita-kita atur deh buat acara si bos" jawab Maira santai. Memang ketika para staff membicarakan tentang si Bos Ganteng namun sikap sedingin es itu, tak jauh-jauh mereka menghubungkannya dengan pernikahan, hal itu karena rumor terbaru bahwa si bos tengah mencari calon istri buat menemani hari tuanya kelak. Rumor ini membuat para staf wanita di Wedding Organizer Terracotta panas dingin, tak henti-hentinya mereka sibuk mencuri perhatian si bos ganteng meski Zafran sendiri lebih sering cuek menghadapi mereka. Andai belum pernah menikah dan punya anak, sebutan penyuka sesama jenis pastilah sudah tersematkan pada sang bos ganteng itu. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Maira, gadis 32 tahun, ya meski sudah berusia 32 tahun namun sebutan gadis masih tersemat pada wanita yang bertugas sebagai project manager selama kurang lebih 3 tahun ini. Gamophobia, adalah hasil konsultasi pada psikolog tentang ketakutan ia tentang pernikahan. Hal itu juga yang membuatnya berkeyakinan bahwa menikah bukanlah suatu hal penting dalam hidupnya, menikah ataupun tidak ia akan tetap bahagia dengan caranya sendiri. Itulah prinsip hidupnya. "Ya sih, emang si bos lagi pendamping hidup, dan lo tahu... Pendamping hidupnya kelak tentunya yang cocok buat si anak tunggalnya yang besok baru mau pulang dari Surabaya. Namanya Nias Maharaya" lanjut Reza dengan lebih mendetail tentang kabar terbaru tentang general manager mereka, padahal Reza tahu sendiri bahwa Maira kerap acuh jika harus ber-ghibah tentang si bos yang mereka dewakan itu. Ya, tak heran memang sebagai seorang duda muda usia 37 tahunan, kaya raya pemilik Wedding Organizer terbaik di kotanya, berparas tampan bak aktor Korea Selatan Park Seo Joon, hanya saja Zafran lebih eksotis kulitnya tentu hal itu semakin membuat kesan maskulin makin melekat padanya. "Ya dong harus, kan dia anaknya" jawab Maira santai sambil tetap memperhatikan tab miliknya, ia perhatikan satu per satu list daftar perlengkapan buat acara 2 hari ke depan. "Dan lo tau? Si anak ini duh nakalnya minta ampun, jadi katanya sih harus sabar-sabar aja kalau mau nyuri hati bapaknya lewat anaknya ini. Makan hati deh mereka" ucap Reza dengan gaya agak kemayunya. "Hmmm... Resiko sih buat mereka, oh iya... Lo udah pastiin belum kalau mikrofon yang digunakan nantinya pakai wireless, gue ga mau ya kalau sampai ada bocil-bocil kesandung lagi gara-gara kabel mikrofon" Maira berucap setelah melihat list dan memastikan pada Reza hal itu telah beres, mengingat hal-hal kecil ini kerap dilupakan dan membuat acara gaduh. "Belum ding, lupa gue. Ya udah gue hubungi bagian departemen IT dulu. Untung lo ingetin sis" ucap Reza serasa pergi meninggalkan Maira yang sedang geleng-geleng kepala, lega rasanya Reza pergi dan tak usah membahas perihal si bos dan kehidupan pribadinya. Drrrrt... Drrrt... "Ya Halo.... Oke, jadi udah siap ya nanti kita segera jadwalkan technical meeting buat acara" "...." "Oke, makasih ya" Maira mengangkat telepon, sepertinya bagian venue telah memastikan gedung sudah siap untuk acara. *** "Lo mau pesen apa?" Tanya Mecca sahabat Maira, mereka kini sedang di rumah makan dekat kantor tempat mereka biasa menghabiskan istirahat siang. "Nasi goreng seafood, kentang goreng saus pedas, sama minumnya es jeruk aja deh" jawab Maira yang pesanannya sedang dicatat pelayan wanita berbaju biru muda. "Gue mie goreng sayur sama pudding strawberry, ehm minumnya samaan aja deh jus jeruk" kini gantian Mecca yang memesan. "Baiklah saya ulangi ya Bu, nasi goreng seafood, kentang goreng dengan saos pedas, es jeruk, kemudian mie goreng sayur, pudding strawberry, dan es jeruk. Ditunggu ya Bu" ucap pelayan baru itu sepertinya karyawan baru, karena pelayan biasanya sudah hafal dengan staff di Wedding Organizer Terracotta seberang jalan ini. Hal itu terbukti kala Maira dan Mecca dipanggil ibu-ibu olehnya. Miris sekali. "Nah loh, Bu Maira...ha ha ha ... Anak aja belom ada udah dipanggil ibu-ibu aja." Ejek Mecca pada Maira yang bibirnya sudah monyong 2 senti karenanya. "Halah kita mah samaan... Elu mah juga ibu-ibu kaleee... Karyawan baru tuh, kagak kenal kita, biasanya juga dipanggil mbak kan" ucap Maira menimpali ejekan Mecca. "Beda dong cyiiin... Gue kan udah pernah mencicipi pahitnya rumah tangga, it's okay lah gue juga enggak memungkiri kalau gue dah ibu-ibu hi hi hi" elak Mecca yang rumah tangganya gagal karena sang suami yang kerap melakukan kekerasan padanya. "Eh bos ganteng tuh... Eh sama siapa tuh, calonnya kali ya?" Ucap Mecca kala melihat Zafran memasuki restoran dengan seorang wanita muda dan anak kecil di gandengannya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.7K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

WAKTU YANG HILANG

read
43.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook