“Ehm-!”
Dari arah pintu penghubung Dapur terdengar deheman keras, membuat Kemal segera melepas ciuman di bibir Siska. Mereka menjadi gugup dan salah tingkah, lantas berbarengan mengarahkan pandangan ke pintu.
Billy tersenyum tipis saat mereka melihat dia, segera melangkah dan menerobos di antara mereka sambil memanggil Lotta yang belum menyadari kedatangan dia. Ditangannya tertenteng paper shopping bag berisi sarapan untuk putri bungsu Daniel.
“Ta-!”
Siska sedikit memencongkan bibir, terlihat kesal sebab Billy mendadak datang dan melihat Kemal mencium mesra dia.
“Biarkan dia-“ Kemal berbisik meredakan kekesalan Siska, “Habis sarapan, kita lanjutkan yang lebih panas.” Menjanjikan melanjutkan kemesraan yang dirusak Billy.
Billy mendengar ini mendecak pelan merasa mual, dia sudah sampai di dekat Lotta yang mulai menyadari kedatangannya.
“Bil-!” Lotta menegur Billy, “Loe kapan datang?”
“Baru aja, Ta.” Billy menyahut sambil meletakan barang yang dibawa ke meja atas, lantas mengacungkan jari telunjuk tangan kiri ke Siska, “Itu manusia kenapa ada di sini, Ta?” ditanya Lotta sambil memandang Siska dengan sinis, “Bukannya dia banyak kerjaan di Jakarta?” menyindir perempuan itu yang masih berdekatan sama Kemal.
Pria ini tahu siapa wanita selingkuhan Kemal, maka tidak menaruh respect ke Siska. Sebenarnya dari awal Lotta kembali bertemu Siska, dia merasa tidak senang. Dia tahu betapa kurangajar Siska ke Lotta di masa mereka semua kuliah. Siska merebut Harlan, kekasih Lotta dan menghina Lotta tidak pantas untuk Harlan.
Bukan hanya itu saja, Siska menghapus semua file skripsi milik Lotta dan membakar semua buku skripsi tersebut dengan tujuan agar Lotta gagal mengikuti sidang skripsi, harus mengulang tahun depan.
Beruntung Billy selalu membackup file-file milik Lotta ke laptopnya, gegas, membaca ke percetakan untuk cetak ulang. Tapi ternyata Harlan sudah lebih dulu melakukan, karena pria itu tahu rencana Siska. Harlan ke percetakan menanyakan apakah masih menyimpan file skripsi milik Lotta. Kebetulan juga Harlan sangat tahu nama file dan isinya, karena dia asisten dosen pembimbing skripsi Lotta.
“Memangnya-“ Siska bicara sambil menyilangkan kedua tangan ke d*** dan memandang sinis Billy, “Gue ngga boleh menyusul Lotta?”
“Nyusul Lotta?” Billy tersenyum sinis, “Atau nyusul kekasih gelap?” disindir Siska sambil melirik ke Kemal.
“Bil?” Lotta mendengar ini langsung menegur Billy, “Siska punya kekasih gelap?”
Kemal terkaget Lotta memberi pertanyaan ini, gegas, mendekati sang istri.
“Sayang-“ dialihkan pembicaraan, “Katamu tadi, Billy mau bawa sarapan untuk kita?” otak cerdasnya teringat Lotta pernah mengatakan menunggu Billy membawakan sarapan untuk mereka, “Coba Kamu tanya ke dia, apa tentengannya itu sarapan kita.” Lantas menunjuk Billy.
“Santai aja, Kemal-“ Billy menyindir Kemal yang tergesa mengalihkan pembicaraan, “Loe ngga mau Lotta tahu siapa kekasih gelap Siska?”
Siska menjadi geram, mendekati Billy sambil menarik lengan pria itu.
“Heh-“ dipelototin Billy, “Maksud loe apa sih? Datang-datang ngga jelas bicaranya.” Dia belum mengira kalau Billy sudah lama tahu mengenai siapa kekasih gelapnya itu.
Billy menghentak tangan Siska, lantas mengacungkan jari telunjuknya, “Loe yang ngga jelas kenapa ada di sini, padahal bilang banyak kerjaan di Jakarta.”
“Kan gue bilang nyusul Lotta!” Siska menjadi sewot, “Gue mau ngucapin selamat karena dia dipromosikan menjadi kepala dokter anak!”
“Yakin Loe untuk itu?” Billy kembali menyindir Siska, “Bukannya ingin bertemu kekasih gelap yang loe sangat takut berubah pikiran karena bangga melihat istrinya mendapat jabatan baru?”
Kemal tercekat mendengar ini, sedangkan Lotta menjadi penasaran. Hatinya pun mulai mereka-reka makna perkataan Billy tersebut.
Siska mengangkat tangan kanan bermaksud menampar Billy, tapi cepat Kemal meraih tangan itu, diturunkan sambil kedua mata memberi isyarat agar tidak emosi.
Lotta menghela napas, Billy memang tidak menyukai Siska, jauh sebelum Siska merebut Harlan dan mencoba membuat dia gagal sidang skripsi. Pria itu merasa Siska licik dan ada tujuan tidak baik mendekat ke Lotta.
“Hati-hati ya-“ Billy tersenyum sinis melihat apa yang dilakukan Kemal, “Bermain api, akan hangus terbakar. Menyakiti istri, pasti mendapat karma yang pedih.” Dilontarkan kalimat-kalimat tajam ke Kemal.
Siska kembali emosi, mengangkat tangannya, hendak menampar Billy, tapi cepat Kemal membawa dia keluar dari dapur. Kemal tidak mau Lotta menyadari isyarat dari Billy kalau dia berselingkuh sama Siska, wanita yang dilihat Lotta bercinta sama dia semalam di bath tub.
Lotta menghela napas, ditepuk-tepuk lembut lengan atas Billy. Billy bukan sekedar teman satu profesi di HC Hospital, tapi sepupu dia. Ibunya Billy adalah adik kandung Daniel, dicampakan suami hingga bunuh diri. Lantas Daniel mengasuh Billy, hingga menjadi teman baik Lotta.
“Ish-!” Billy mendengus dan mencibirkan bibir kea rah pintu tempat di mana Siska menghilang bersama Kemal, lantas memandang Lotta, “Ta, loe masih juga temenan sama tu manusia?”
Lotta menghela napas, “Gue udah maafin masa lalu pahit itu, Bil.”
“Meski gitu, loe musti tetap waspada! Loe sangat tahu sifat Siska kek gimana kan?”
“Bill,” Lotta menyentuh pipi kanan Billy, “Gue lihat dia sudah banyak berubah, jadi mengapa tidak kami kembali berteman baik.”
“Ya ampun, Ta! Loe jadi orang kebangetan baek!” Billy menjadi gemas, “Aduh, Ta, please, dewasa lah!” diraih tangan Lotta yang masih menempel di pipinya, “Loe kemarin lihat sendiri kan apa yang Kemal lakukan? Lantas sikap Kemal biasa saja, seolah tidak melakukan maksiat itu. Lalu mendadak Siska datang dan..”
“Apa wanita itu Siska?” Lotta memotong perkataan Billy, “Karena loe dari tadi sengak ke dia.” Imbuhnya.
Billy menghela napas, “Pokoknya loe ngga usah baek-baek deh ke Siska.” Memberi nasehat sekaligus jawaban tersirat atas pertanyaan Lotta.
Lotta tercenung, ‘Jika wanita itu memang Siska..’ hatinya bergemuruh saat ini, ‘Ya Tuhanku, jika wanita itu Siska..’ dia terduduk di kursi, ‘Tidak mungkin. Siska sudah bersumpah tidak mengulang kesalahannya di masa lalu ke Aku.’
***
Satu kapal Yacht mewah melaju santai ke tengah teluk Marina. Kapal tersebut membawa penumpang bernama Kemal Haryanto dan Siska Azhari.
Setelah disindir Billy, Siska uring-uringan, sehingga Kemal terpaksa membawa perempuan itu plesiran sejenak ke lautan di teluk Marina. Pria itu pun berpamitan ke Lotta untuk miting sama klien yang semalam mengobrol sama dia, sedangkan Siska hendak ke salon mau mengademkan hati.
Namun, Kemal memakai Yacht milik Lotta yang kemarin siang tiba di Pelabuhan Marina Bay atas perintah Ruben kakak nyonya muda itu. Sang kakak mau Lotta plesiran sejenak di teluk Marina setelah lelah mengikuti launching HC Hospital dan weddingnya Aldo.
Sungguh bahagia kan Lotta mendapat kasih saying dari orangtua, kedua kakak dan Billy?
Kini di ujung anjungan, Kemal duduk berdempetan sama Siska, di mana mereka berkostum renang. Siska pun tampak seksi dalam balutan bikini two piece.
“Mal-“ Siska mengangkat wajah, memandang kekasih gelapnya ini, “Sampai kapan kita kucing-kucingan sama Lotta?” dia merasa sudah kelamaan menyembunyikan hubungan dari Lotta.
“Sabar dong, Sayang.” Kemal membelai mesra wajah cantik Siska, “dokter kan bilang, s****a aku sedang tahap membuahi rahimmu, agar kamu mengandung anakku.” Dijelaskan situasi mereka yang belum memungkinkan membuka hubungan gelap ini ke Lotta, “Lantas juga, Aku belum berhasil membuat Lotta menyerahkan semua asset kekayaannya ke aku.” Imbuhnya.
Ketika menikah sama Lotta, sang istri dibekali sangat banyak harta sama Daniel, termasuk rumah mewah tempat tinggal si nyonya dan Kemal dan yacht ini. Lantas seluruh dokumen kepemilikan dipegang Martin.
Sedangkan Kemal hanya diberi modal membangun bisnis furniture dan kitchen set oleh ayah pria itu dengan tujuan agar berjuang untuk menafkahi Lotta. Tapi pada kenyataannya, Lotta yang menafkahi kehidupan mereka dari gaji sebagai dokter. Sedangkan keuntungan bisnis, dimakan sendiri oleh Kemal, Rita dan Dinda adik semata wayang pria itu. Setiap Lotta bertanya mengenai itu, Kemal mengatakan keuntungan untuk diputar mengembangkan bisnis. Lotta mengalah saja.
Lotta beruntung semua harta dari Daniel tidak bisa disentuh Kemal karena Martin sangat menjaganya. Jika Lotta perlu sesuatu, si kakak menelpon Kemal, menyuruh Kemal yang memenuhi keinginan Lotta. Tujuannya sangat jelas agar harta itu tidak habis dan memang kewajiban Kemal memenuhi kebutuhan Lotta kan?
“Kenapa sih Kamu ngga paksa dia untuk membuatmu menyimpan semua dokumen harta pribadinya itu?” Siska memandang jutek Kemal, “Kamu kan suami dia, lebih berhak memegang semua dokumen itu.”
Kemal menghela napas, dia menyadari Daniel tidak mempercayai dia memegang semua harta pribadi Lotta, sebab Daniel tahu dia pecundang. Kemal memacari dan menikahi Lotta, karena merasa bisa memanfaatkan perempuan itu untuk melesat menjadi billionaire, sebab sang ayah hanya pengusaha biasa saja.
“Sudah, sudah,” Kemal mengakhiri pembicaraan ini, “Kamu tenang saja, kita pasti menikah resmi dan Lotta tahu itu.”
“Harus lebih dari itu,” Siska menukas, “Kamu ambil semua harta pribadinya, Kamu suami harus menguasai semua itu.”
“Iya, iya,” Kemal paham, lantas meraup bibir seksi Siska, dipijarkan hasrat mereka dan digulingkan tubuh wanita ini hingga terbaring ke permukaan lantai anjungan. Dilepas ciumannya sambil menatap sang wanita, “Sekarang, kita nikmati saja asmara yang ada.”
Siska tersenyum tipis, dirangkul leher pria itu, “Oke.” Disetujui keinginan Kemal, sebab dia ada tujuan besar dari usahanya selama ini melakukan hubungan gelap sama pria itu.
Kemal segera meraih tangan kanan Siska, diletakan ke atas kepala perempuan itu, lantas bibirnya mulai merambahi leher mulus milik sang wanita. Tangan lain Siska menelusup ke dalam boxer renang pria itu dan mulai dimainkan rudal maut milik suami Lotta tersebut.
Permainan tangan Siska membuat pusaka itu mencuat bangun, sehingga Kemal semakin berhasrat. Dilecuti pakaian renang dari tubuh mereka, dan memulai permainan panas di anjungan ini. Mereka tidak perduli bercinta disaksikan alam semesta dan crew kapal.
Tanpa mereka sadari, adegan itu direkam seorang pria gagah berambut sebahu dengan kamera shoting jarak jauh. Pria itu berdiri di atas anjungan yacht pribadinya, ditemani Dave, asisten dan Budi cameramen.
“Tuan-“ Dave menegur pria itu yang menyaksikan adegan panas yang terlihat di layar televise kecil pada kamera yang dipegang Budi.”Mengapa Anda biarkan istri Anda melakukan semua itu?” dia tidak habis pikir mengapa tuannya membiarkan Siska berasmara panas sama Kemal.
“Kamu akan segera tahu jawabannya.” Sahut si bos dengan senyum tipis, “Yang jelas, Aku menyingkirkan kedua benalu itu dari hidup Lotta untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu ke Lotta.”