Gadis Pilihan

2154 Words
“Sam, lepaskan!” Teriakan Cathy bukan malah membuat Sam melepaskan cekalan tangannya di pergelangan Cathy. Sam justru tertawa terbahak hingga aroma minuman keras begitu terasa di hidung Cathy dan membuat perutnya langsung mual hingga hampir muntah. “Beib, Are you okay?” tanya Sam saat melihat ekspresi wajah Cathy yang menahan rasa ingin muntah. “Kamu bau alkohol, Sam. Lepaskan, menjauhlah,” teriak Cathy sambil menghempaskan kasar tangan Sam. “Sorry, Beib,” sesal Sam dengan sedikit menjauh dari sahabatnya yang bukan hanya terlihat ketakutan, tapi juga beberapa kali terlihat menutup mulutnya karena mual. “Aku hanya ingin memperkenalkanmu pada mereka,” tunjuk Sam pada teman-temannya. “No, Sam. Aku tidak tahan dengan bau alkohol,” tolak Cathy dengan mengibaskan tangannya. “Kalau begitu nanti aku ke rumahmu, boleh?” Cathy mengangguk, “tapi tanpa bau menyebalkan seperti ini,” ucap Cathy mengajukan sebuah syarat. “Oke, aku pastikan tubuhku sudah wangi saat ke tempatmu.” Sam mengangkat kedua ibu jarinya, dia melambaikan tangan pada Cathy yang sudah berlalu dengan mengayuh sepedanya. Sepeda yang kadang dipakai mereka untuk berboncengan saat Sam pergi ke sekolah tanpa motornya. Sam tidak menyangka kalau sahabatnya kini terlihat jauh lebih cantik dan seksi sepulang dari kota. Mereka memang bersahabat, tapi melihat penampilan Cathy yang seperti ini, rasanya Sam menginginkan hubungan persahabatan mereka bisa berubah satu tingkat di atasnya.Apa salahnya dia mengidamkan Cathy Adellicia untuk menjadi miliknya. _____I.S______ “Minum lagi?” tebak Valeria mendapati sang putra pulang sore ini. Chairi Dean Demetria, putra tunggal dari Shaqa Demetria dan Valeria. Pria dengan tinggi 180 cm, bentuk badan ideal. Matanya tajam dan memanjang bak mata elang, dengan alis tebal dan hidung mancung. Gagah dan tampan, dua kata yang mampu mewakili Dean. Namun, semua kesempurnaan fisik tidak serta merta membuat Dean memiliki banyak wanita karena nyatanya dia lebih senang menghabiskan waktu dengan teman-temannya tanpa wanita. Mabuk dan musik adalah hidupnya, dia tidak peduli dengan banyaknya wanita yang kerap terang-terangan menggodanya. Dean sama sekali tidak tertarik karena baginya alkohol dan musik lebih menyenangkan daripada sekedar mengangkangi dan mendesah di atas para wanita yang hanya menginginkan materi belaka. Itu lah salah satu yang menyebabkan Nyonya Valeria memiliki kekhawatiran. Dia takut Dean yang sama sekali tidak pernah terlihat bersama wanita memiliki kelainan orientasi seksual. Apalagi selama ini Dean begitu sering menghabiskan waktu dengan Samuel, Abra dan Vidy. Akhirnya, ketakutan Nyonya Valeria lah yang menjadikan dia mendesak suaminya untuk menyampaikan sebuah lamaran pembuka pada Cathy Adelicia lewat Martina, sang Mama. Tentu saja hal itu Valeria lakukan setelah dia menyelidiki seperti apa sosok Cathy dan apa pekerjaannya di kota. Bukan hanya menelan bulat-bulat informasi yang dia terima dari obrolan dengan Martina atau dari orang-orang yang menggosipkan kalau anak Martina adalah seorang pelac*r. “Dean, Mami bertanya padamu?” teriak Valeria saat Dean mengacuhkannya. Tak ada jawaban dari Dean, dia terus saja berlalu menapaki anak tangga untuk menuju kamarnya yang berada di lantai atas rumah megah, kediaman keluarga Demetria. “Mam, kenapa lagi?” tanya Shaqa yang muncul dari kamar saat mendengar teriakan sang istri. “Anakmu, aku tahu bagaimana cara menjinakkan anakmu, Pi,” keluh Valeria yang membuat Shaqa justru mengulum senyum. “Dean itu bukan singa yang harus dijinakkan, Mam.” “Hanya kelakuan anakmu itu seperti penghuni hutan yang tidak punya aturan,” marah Valeria dengan mata membulat ke arah Shaqa yang langsung mengangkat kedua tangannya. “Ampun, Sayang. Papi akan bicara padanya,” putus Shaqa, kemudian mendaratkan ciuman di pipi sang istri sebelum menyusul Dean ke kamarnya. Tok ... tok ... tok. Pintu diketuk Shaqa tanpa memanggil nama sang anak. Dengan malas Dean turun dari ranjangnya, dia mengira kalau yang menyusul adalah Valeria, sang Mami yang akan melontarkan seabreg nasihat. Namun, tetap saja semuanya selalu dianggap angin lalu bagi Dean. Semua perkataan Valeria akan masuk lewat telinga kanannya dan keluar lagi tanpa berjejak melalui telinga kiri, selalu saja begitu setiap kali Valeria mengomel panjang lebar di hadapannya. “Papi,” desis Dean saat mendapati Shaqa yang berdiri di depan pintu kamarnya. “Bisa kita bicara, Boys. Pembicaraan antara dua laki-laki dewasa,” ujar Shaqa sambil menunjuk sofa yang melingkari meja bulat yang berada di depan kamar Dean. Dean mengikuti langkah Shaqa dan duduk berhadapan dengan pria paruh baya yang sangat jarang memiliki waktu bicara berdua dengannya. “Menikah lah.” “Apa?” tanya dengan dengan membelalakkan mata saat mendengar satu kata yang diucapkan Shaqa dan seketika membuatnya begitu kaget. Dia tidak pernah membayangkan Papinya akan mengatakan hal tersebut dengan begitu mudah. Menikah adalah satu kata yang sama sekali belum ada dalam pikiran Dean. Baginya, hidup sendiri jauh lebih membahagiakan daripada harus terikat dengan hubungan semu yang terkadang penuh kepalsuan. “Menikahlah, Papi dan Mami sudah menyiapkan seorang gadis untukmu,” tegas Shaqa memperjelas kata yang dia ucapkan yakni menyuruh sang putra untuk menikah. “Aku belum ingin menikah,” tolak Dean dengan tak kalah tegasnya. Sebuah penolakan yang tak ada keraguan sama sekali saat mengucapkannya. Menikah dan berurusan dengan perempuan adalah dua hal yang paling Dean hindari saat ini. wanita hanya akan membuat ruang geraknya terbatas dan menikah pasti akan membuat kebebasannya terampas. Dia tidak ingin terkurung dalam sebuah pernikahan. Bukan, bukan karena dia pria tidak normal seperti yang selama ini Valeria tuduhkan padanya. Tentu saja dia pernah menyukai seorang wanita. Seorang gadis yang begitu dia cintai dengan sepenuh hati. Namun, ternyata semua sikap manisnya hanya sebuah kamuflase yang menutupi niat terselebung dari si gadis yang begitu tega memanfaatkannya demi berbagai materi yang Dean berikan sebagai bukti keseriusan perasaannya pada Naysuha Mirna, yang kerap dipanggilnya Naya. Kebusukan Naya terbongkar saat Dean melihat Naya sedang b******u dengan pria lain di acara perpisahan sekolahnya. Dean, bahkan mendengar dengan jelas kalau Naya hanya mencintai si pria, sedangkan Dean hanya ladang emas baginya. Sejak saat itulah Dean tidak lagi mau membuka dirinya pada wanita. Semua wanita sama baginya, sama-sama hanya menginginkan harta tanpa memikirkan cinta. “Papi sudah menyiapkan calon istri terbaik untukmu. Papi yakin kamu tidak akan menyesal mendapatkan gadis seperti dia,” ujar Shaqa. “Tolong jangan paksa aku, aku sama sekali belum ingin menikah,” tolak Dean dengan begitu tegasnya. “Aku akan memilih calon istriku sendiri jika memang aku sudah ingin menikah, Papi dan Mami tidak perlu repot-repot memilih gadis untukku,” imbuhnya. “Temuilah dia, Papi yakin keputusanmu akan berubah saat kamu tahu siapa gadis yang kami pilihkan untukmu,” bujuk Shaqa tidak mau menyerah dengan penolakan yang sudah diungkapkan Dean. “Tidak. Semuanya tetap sama. Tidak akan ada yang berubah meskipun aku bertemu dengannya,” elak Dean yang sama sekali tidak berniat untuk bertemu dengan gadis pilihan kedua orang tuanya. Shaqa menghembuskan napas dan hanya bisa membiarkan begitu saja saat Dean masuk ke dalam kamar. Lari dari pembicaraan yang sedang mereka bahas. Tentu saja hal itu tidak akan membuat Shaqa dan Valeria menggagalkan rencana mereka untuk menjadikan Cathy Adelicia sebagai menantu tunggal di keluarga Demetria. Dia sudah memutuskan kalau begitu senja berganti malam, Shaqa dan Valeria akan segera mendatangi kediaman Martina untuk menemui putri Martina yang dikabarkan baru pulang dari kota semalam. Tentu saja berita tersebut Valeria dapatkan dari orang suruhannya yang selama ini selalu mengamati Martina secara diam-diam. Rencana kedatangan Valeria dan Shaqa ke rumah Martina yang disampaikan Valeria melalui telepon langsung membuat Martina masuk ke dalam kamar Cathy dan membuka lemari pakaian sang putri. Tentu saja dia harus memilihkan busana terbaik untuk putri bungsunya yang akan bertemu dengan keluarga paling terhormat yang akan datang untuk menyampaikan lamaran mereka pada Cathy secara langsung. Martina bukanlah seorang ibu yang materialistis, tapi saat putrinya mendapatkan kehormatan dilamar oleh keluarga yang paling kaya di kotanya. Mana bisa Martina hanya bersikap biasa saja, apalagi Valeria menjanjikan kalau dia akan melunasi semua utang Martina jika Cathy dan Dean sudah resmi menikah. Sudah satu jam Martina belum juga menemukan gaun yang pas untuk Cathy, hingga dia sama sekali tidak menyadari sang anak kini sedang berdiri di ambang pintu dengan melempar tatapan penuh tanya karena melihat sang Mama sedang mengacak-acak lemari miliknya. “Mama cari apa?” “Astaga,” kaget Martina dengan mengelus dadanya. Pertanyaan dari Cathy benar-benar membuat angan-angan Martina seolah melayang. Dia sama sekali tidak menyangka aksinya kepergok juga oleh Cathy, seingatnya Cathy baru saja pamit untuk berkeliling kampung. Namun, kini dia sudah kembali dan melempar tatapan menyelidik ke arahnya. “Mama ngapain sih acak-acak lemari aku?” Cathy berjalan mendekati Martina yang kini duduk di lantai sambil memangku setumpuk pakaian yang baru dia keluarkan dari lemari bagian bawah. “Mama cari apa?” ulang Cathy kembali bertanya saat Mamanya tidak juga memberi jawaban. “Cari baju buat kamu pakai nanti malam,” jawab Martina. Cathy seketika mengernyitkan dahi. “Memangnya nanti malam ada acara apa?” sambungnya kembali bertanya pada sang Mama. “Nyonya Valeria dan suaminya akan datang menemuimu.” “Terus?” “Ya tidak terus-terus. Setidaknya kamu harus memakai pakaian terbaikmu Cathy.” “Sudahlah Mah, biarkan aku tampil apa adanya. Suka atau tidak, mereka harus mengenalku seperti ini. Apa adanya dan tanpa dibuat-buat agar mereka terkesan padaku,” putus Cathy yang membuat Martina langsung menghempaskan napasnya. “Baiklah, kalau memang itu yang kamu mau,” desis Martina lirih saat mendengar keputusan sang putri. Toh, seperti apapun Cathy. Dia tentu akan terlihat seksi dengan aura cantik yang tidak bisa dielakkan oleh siapapun. Cathy membantu sang Mama kembali membereskan pakaian yang sudah berhamburan. Dia menemukan satu gaun merah model off shoulder dress yang terbuka di bagian bahu dan itu akan membuatnya tampil seksi dengan dadanya yang besar. Sebuah gaun yang dibelikan istri Joshua untuk Cathy, tapi belum sekalipun dipakainya. ‘Bolehlah aku pakai ini, setidaknya mereka bisa menggagalkan rencana untuk melamarku kalau melihat aku berpakaian seperti wanita nakal,’ batin Cathy yang langsung menjatuhkan pilihan pada gaun tersebut. _______________I.S_______________ Cathy sudah tampil cantik dengan mini off-shoulders dress yang melekat sempurna di badannya. Cantik, seksi dan menggoda, begitulah penampilan Cathy malam ini, dia sama sekali tidak mempedulikan bagaimana nanti penilaian keluarga Demetria padanya. Kalaupun karena penampilannya malam ini mereka membatalkan rencana untuk melamar Cathy, sudah jelas itu akan sangat membuatnya bahagia. Sebuah mobil hitam yang begitu mewah berhenti di depan rumah Cathy, Valeria turun bersama suaminya tanpa Dean yang jelas-jelas tidak ikut serta karena menolak ajakan kedua orang tuanya untuk datang ke tempat Cathy. Dean sudah kabur terlebih dulu saat tanpa sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya yang berencana datang je rumah gadis pilihan mereka malam ini juga. Mata-mata usil pun langsung membuat si pemiliknya menyusun beberapa alibi saat tanpa sengaja melihat Nyonya Valeria beserta suami berjalan menuju rumah usang milik Martina. Desas-desus pasti akan terdengar dengan santer esok harinya. Sebuah gosip yang mungkin akan menjadikan Martina sebagai buah bibir. Mobil kembali berjalan setelah menurunkan pasangan Demetria di depan rumah Martina. Nyonya Valeria berjalan menggandeng suaminya menuju rumah paling sederhana di depan matanya. Sesekali Valeria melirik ke kanan dan ke kiri memindai bangunan lain di antara rumah Martina. Miris. Martina calon besannya memang bukan hanya seorang janda, tapi juga hidup di tempat yang begitu sederhana dan sangat berbanding jauh dengan keluarganya. Sampai di depan pintu kayu yang mulai keropos, Valeria mengetuk pintu rumah Martina, sang suami berdiri di sampingnya. Tidak berapa lama pintu pun terbuka. Mereka disambut dengan senyum malu-malu dari Martina. “Selamat datang ke gubug reyot saya, Nyonya ...,” ucap Martina sembari mempersilakan keduanya masuk dan duduk di karpet yang tergelar di lantai karena tak ada satu pun kursi di ruang tamunya. “Maaf, Nyonya. Keadaan rumah saya seperti ....” “Tidak apa-apa Tinah, kebaikan hatimu yang membuat kami datang ke rumah ini,” potong Valeria yang membuat Martina hanya bisa membalasnya dengan seulas senyum. Cathy membuka pintu kamar saat menebak tamu yang sudah di tunggu sang Mama telah tiba. Mata Martina langsung terbelalak melihat pakaian yang dikenakan oleh sang putri. Mini off shoulder dress yang Cathy kenakan membuat paha lengan dan pundak mulusnya terekspos dengan jelas, bukan hanya itu, d*da Cathy yang besarpun semakin terlihat bulat dan membusung. “Selamat malam Nyonya Valeria dan Tuan Shaqa Demetria. Saya Cathy Adelicia, Putri bungsu dari Mama Martina,” sapa Cathy dengan membungkukkan badan kemudian berjalan mendekat dan duduk di samping Martina yang tertunduk malu. Valeria tersenyum menyambut uluran tangan dari Cathy, begitu pun dengan Shaqa. Sudah jelas mereka bisa menangkap kalau penampilan Cathy malam ini adalah salah satu cara yang dipilih si gadis untuk membuat mereka berdua membatalkan rencana lamaran. Namun, harapan Cathy tidak akan pernah terjadi. Valeria dan Shaqa sudah memilihnya dan tidak akan mengubah keputusan mereka hanya karena penampilan Cathy malam ini. “Cathy, kami ....” Suara motor yang berhenti di depan rumah Martina membuat Valeria menghentikan kalimatnya. Dua orang pemuda turun dari motor dan melepas helm mereka. “Siapa mereka?” tanya Shaqa pada Martina. Kepala Martina menggeleng. Hal itu langsung membuat Shaqa berdiri untuk melihat siapa yang datang ke rumah ini tepat dengan kedatangannya. Valeria yang tidak ingin sang suami membuat keributan dengan kedua pemuda tersebut langsung ikut berdiri dan mengikuti langkah suaminya. “Kamu ....” “Dasar begundal!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD