bc

Dibuang Kekasih, Dilamar Presdir

book_age18+
91
FOLLOW
1K
READ
one-night stand
HE
stepfather
blue collar
drama
addiction
like
intro-logo
Blurb

Valeria harus menelan pil pahit setelah dijebak oleh tunangannya sendiri, Andrew Sebastian. Tanpa sadar ia menghabiskan malam panjangnya bersama Mahessa Abraham, pria asing yang ternyata merupakan Presdir baru di tempatnya bekerja. Mahessa yang mengetahui bahwa hidup Valeria hancur karena skandal mereka memutuskan bertanggungjawab dan menawarkan kontrak pernikahan kepada wanita itu. Dengan beralaskan balas dendam kepada sang mantan kekasih, mereka membuat kontrak hubungan mereka. Mampukah Valeria membalaskan dendamnya? Lalu bagaimanakah dengan Mahessa yang mulai tercuri hatinya oleh Valeria karena hubungan kontrak tersebut?

chap-preview
Free preview
Pengkhianatan
"Valeria akan menjadi kepala divisi baru di kantor kita," Valeria terhenyak mendengar ucapan Manager perusahaan kepadanya hari ini, tatapan tajam segera ia dapatkan dari arah sampingnya dimana Andrew, kekasihnya berada. Tatapan itu bukan tanpa alasan, Andrew sudah mengincar posisi ini sejak beberapa bulan yang lalu, namun ia tidak menyangka bahwa ia yang akan terpilih menjadi kepala divisi baru di kantornya. "Maaf Pak, bukankah Pak Andrew yang sudah mengajukan diri, kenapa jadi saya yang mendapatkan posisi itu?" ujar Valeria tidak nyaman, saat ini Andrew memang hanya terdiam, namun ia sudah yakin jika pria itu akan marah besar kepadanya saat mereka hanya berdua. "Ini sudah keputusan para direksi, saya tidak bisa membantahnya. Andrew akan membantu kamu menjalankan seluruh tugas-tugas kamu, bukan begitu Andrew?" "Tentu saja Pak," Valeria menghela nafas, meski Andrew tersenyum saat ini, ia yakin Andrew hanya bersandiwara di depan atasan mereka. Tepat saat mereka keluar dari ruangan manager, Andrew segera menyeretnya dengan kasar ke arah sudut ruangan. "Aw Andrew sakit!" "Kamu pasti merasa senang karena kamu yang terpilih menjadi kepala divisi!" Valeria menggeleng dengan kuat, "Aku sungguh tidak tahu Andrew, aku bersumpah." Bruugh! Andrew mendorong tubuh Valeria hingga ke sudut tembok membuat Valeria kembali merasa kesakitan karena diperlakukan dengan kasar. "Kamu sengaja mempermalukan aku agar posisimu berada di atas posisiku. Setelah kita menikah, kau pasti akan menginjak-injak harga diriku, bukan?" "Tidak, aku tidak pernah berpikir seperti itu," balas Valeria bersikeras. Namun sepertinya amarah sudah menguasai Andrew, pria itu kembali mendorongnya kasar hingga ia jatuh tersungkur. Kacamata yang membingkai wajahnya seketika ikut terjatuh. Kacanya seketika hancur membuat Valeria mengambilnya dengan panik. "Kacamataku!" "Dasar menyedihkan, kita lupakan saja rencana pernikahan kita ini! Aku tidak percaya aku pernah memutuskan untuk menikah dengan wanita licik sepertimu." Mata Valeria seketika melebar, ia menarik tangan Andrew dengan kuat, "Tidak, aku tidak mau membatalkan pernikahan kita, Andrew. Kita sudah mempersiapkan segalanya," Andrew terlihat menepis tangannya dengan kasar, "Memangnya aku peduli? Jangan ikuti aku!" Setelah berkata seperti itu, Andrew terlihat beranjak meninggalkan Valeria yang mematung di tempat. Valeria hanya bisa menangis melihat punggung Andrew yang berlalu dari hadapannya. Andrew pasti marah sekali kepadanya saat ini. **** Esoknya setelah pulang bekerja, Valeria segera mencari kue yang Andrew sukai agar mereka bisa berbaikan. Untuk mendapatkan kue ini, Valeria harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkannya, senyuman lebar segera terpatri dalam wajah Valeria, Andrew pasti sangat senang jika ia membawa kue kesukaannya, terlebih cara mendapatkan kue ini tidaklah mudah. Pria itu pasti merasa terharu dan hubungan mereka akan kembali baik-baik saja. Demi memberikan kejutan, Valeria segera mengambil kunci cadangan flat Andrew alih-alih mengetuk pintu, ia segera masuk ke dalamnya dengan hati yang riang. Namun, baru saja kakinya melangkah, Valeria dikejutkan dengan suara desahan-desahan yang menggema di sana. Valeria tertegun, itu bukan suara Andrew, kekasih yang sudah dipacarinya selama tiga tahun, bukan? Namun, nyatanya seluruh harapan Valeria jatuh begitu saja saat melihat seluruh pemandangan ini. Pemandangan menyakitkan yang tidak pernah ia bayangkan seumur hidupnya kini terpampang nyata di depan mata. Itu memanglah Andrew. Kekasihnya itu tengah bergelut dengan seru di atas ranjang bersama dengan Lucia - rekan kerja mereka. Air mata Valeria seketika menggenang, jadi selama ini firasatnya benar? Andrew memang diam-diam memiliki hubungan dengan Lucia, wanita cantik yang selalu memakai pakaian ketat saat bekerja. "Wanita jalang!" Valeria menjatuhkan kue yang ia genggam lalu menjambak rambut Lucia dengan kuat. Andrew yang berada di bawah tubuh Lucia terlihat sangat terkejut. Amarah Valeria seketika membumbung tinggi, ia tidak menyangka jika Andrew akan mengkhianatinya seperti ini. "Apa yang kau lakukan? Lepaskan Lucia!" Valeria terhenyak, alih-alih memberikan penjelasan, Andrew malah mendorong tubuhnya hingga jatuh terjerembab. Pria itu malah memastikan keadaan Lucia dibandingkan dengan dirinya yang merasa sakit dengan seluruh pengkhianatan ini. "Kau tidak apa-apa?" "Rambutku... Rambutku rontok semua gara-gara dia hikss!" Lucia terdengar merengek. Padahal hubungan mereka baik-baik saja selama tiga tahun belakangan, namun sifat Andrew sedikit demi sedikit berubah saat mereka masuk ke dalam perusahaan yang sama. Padahal ia sudah menuruti Andrew untuk menyembunyikan hubungan mereka hingga mereka akan menikah, namun kenapa Andrew malah tega mengkhianatinya seperti ini? "Kenapa? Kenapa kau melakukan ini, Andrew?" Meski susah payah, Valeria terlihat berdiri dengan tangis yang kembali berderai. Ia menunjuk ke arah Lucia, "Kenapa kau tega mengkhianatiku dengan wanita jalang seperti ini?" "Jaga mulutmu! Lucia seratus kali lebih baik dari dirimu. Bukankah kau yang sudah mengkhianatiku terlebih dulu?" "Aku tidak pernah berniat mengkhianatimu!" Pekik Valeria dengan kuat. Batinnya terasa tercabik-cabik saat ini, padahal Andrew adalah orang yang sangat ia cintai. Tega sekali. "Sudahlah tidak perlu berpura-pura, kita sudahi saja hubungan kita, pernikahan kita juga batal." Telak. Keputusan Andrew seolah menusuk batinnya. Valeria segera menjatuhkan dirinya, berlutut di bawah kaki Andrew. Tidak, bukan ia tidak merasa sakit hati dengan seluruh perlakuan Andrew saat ini, bukan ia tidak bisa hidup tanpa Andrew, tapi ada alasan kenapa ia sampai menjatuhkan harga dirinya di bawah kaki pria itu. Ibunya. Ibunya yang tengah terbaring di rumah sakit memohon kepadanya untuk segera menikah sebelum Beliau meninggalkan dunia ini, bagaimana bisa ia memberitahu kabar rencana pernikahan mereka gagal begitu saja dan membuat penyakit jantung yang dideritanya semakin menggerogoti tubuhnya? Tidak, ia tidak mau kehilangan ibunya, satu-satunya orang tua yang ia miliki saat ini. "Tidak Andrew, jangan berkata seperti itu. Kau tahu kondisiku, bagaimana dengan Ibu jika mendengar kabar ini? Dia pasti akan mengalami serangan kembali." "Memangnya aku peduli? Sudahlah keluar dari sini, aku muak melihatmu." "Ibu sudah sangat menyayangimu, tolong pikirkan kembali." "Keluar ku bilang!" Andrew yang sudah memakai celana boxernya segera mengusir Valeria dari flat miliknya. Valeria hanya bisa menangis memeluk lututnya di pinggir jalan. Sekarang bagaimana ini? Apa yang harus ia lakukan? Tepat saat ia merasa bingung, ponselnya berdering dengan nyaring. Valeria menatap ponselnya dengan gamang saat melihat siapa yang meneleponnya. Itu adalah ibunya, apa yang harus ia katakan pada ibunya mengenai situasinya yang tidak baik saat ini?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook