Gerombolan yang mengurung ketiga orang dari perguruan pedang perak langsung melesat dan kini berbalik mengurung Xing Zaolin.
“Kera hutan kau datang langsung membunuh pemimpin kami apa kau sudah gila?” Seseorang dari gerombolan itu berkata dengan wajah geram.
Tapi seperti nya Xing Zaolin tidak peduli dengan omongan mereka, pemuda itu masih tampak melihat ke arah pakaian baru nya.
“Hai kera kau dengar tidak omonganku?” Salah seorang gerombolan itu berkata dengan naga kasar.
Xing Zaolin setelah melihat pakaian baru nya, dan mendengar perkataan dari salah seorang yang telah mengurung nya berkata.
“Apa yang tadi kau tanyakan?” Ujar Xing Zaolin.
Hmm...!!! Pria itu mendengus dan berkata.
“Kau tak ada hujan tak ada angin kenapa kau membunuh pemimpin kami?” Ujarnya.
“Aku malas jawab,” Ujar Xing Zaolin dengan ekspresi wajah sangat santai.
“Kurang ajar rupanya kau ingin mati anak muda?” Orang itu berkata dengan raut wajah mulai merah.
“Meraka bertiga bertanya pada kalian tapi kalian tidak mau menjawab, kini giliran kalian bertanya apa harus aku jawab?” Mendengar perkataan Xing Zaolin wajah mereka semua menjadi merah.
Bagaimana jika aku jawab, nanti kalian jawab juga pertanyaanku, bagaimana? Xing Zaolin berkata.
“Baik jawab dulu pertanyaanku, kenapa kau membunuh pemimpin kami?” Aku butuh bajunya karna aku tak mempunyai baju, Xing Zaolin berkata.
“Cuma gara-gara baju dia membunuh?” Ujar mereka satu sama lainnya.
Sekarang aku yang bertanya, siapa yang menyuruh kalian? Xing Zaolin berkata.
Ha ha ha.
“Kau pikir aku mau jawab pertanyaanmu?” Pria itu berkata.
Xing Zaolin yang mendengar perkataan pria itu wajah nya langsung berubah kelam.
“Seperti nya perkumpulan kalian yang terlebih dahulu aku habisi,” Ujar Xing Zaolin yang tangan nya sambil meraba pinggang.
Sreeeeet...sreeet....whuuuutt.
Sepasang pedang pendek keluar, pedang pendek itu kemudian berputar-putar di kedua tangan Xing Zaolin, lalu Xing Zaolin melesat ke arah orang yang tadi berbicara, gerakan nya yang cepat membuat pria itu terkejut, ketika hendak bergerak Xing Zaolin yang sudah berdiri di depan pria itu, langsung menusukkan pedang pendek nya ke leher pria itu.
Creeep.
Tak ada jeritan, ketika pedang naga merah menusuk leher pria itu.
Xing Zaolin mencabut pedang pendek nya dan berkata, “Janjimu palsu.”
Setelah pria itu tersungkur, sepasang pedang pendek nya berputar dengan ilmu putaran dewa pedang nya.
Sepasang pedang pendek naga merah berputar di kedua tangan Xing Zaolin, dengan ilmu meringankan tubuh raja angin Xing Zaolin melesat, pemuda itu menunduk ketika sebuah pedang menebas ke arah kepala, dan pedang pendek di tangan kanan nya berputar, dan langsung menyabet orang yang menyerang nya.
Sreeeet....aarrgghhh.
Teriakan orang itu terdengar kencang.
Sepasang pedang naga merah milik Xing Zaolin selalu berputar-putar, dan putaran pedang itu berhenti ketika menyerang lawan.
Traang, traaang, traaang.
Xing Zaolin menangkis satu-persatu serangan ke arah d**a, leher dan perut pemuda itu.
Setelah ia terus menangkis kemudian kakinya menendang.
Bhuuuk...!!
Salah seorang pengeroyok Xing Zaolin terpental dan dadanya remuk, kemudian pedang pendek berwarna merah itu berputar kembali, ketika melihat sebuah pedang menyabet ke arah leher, Xing Zaolin dengan tangan kiri, lalu tangan kanan nya menusuk ke arah d**a.
Traang...creeps.
Satu-persatu gerombolan itu tewas oleh sepasang pedang pendek Xing Zaolin.
Kini hanya tinggal satu orang yang tersisa, tapi orang itu terus mudur dan mundur, wajah nya pucat dan keringat dari wajah nya terlihat bercucuran.
“Kenapa kau mundur terus?” Anggota Sekte Naga Merah tak pernah mundur, karna kematian adalah bayangan nya sendiri, Xing Zaolin berkata wajah nya bringas ketika mengatakan itu karna ia teringat kembali ke perkampungan Lembah Merah.
“Kau akan hidup jika bicara, siapa yang menyuruhmu mengatas nama kan Sekte Naga Merah cepat katakan?” Xing Zaolin berkata sambil menatap tajam ke orang itu.
Wajah orang itu semakin pucat mendengar perkataan Xing Zaolin.
Setiap Xing Zaolin maju selangkah, orang itu pun mundur selangkah.
Ketiga orang yang telah di tolong oleh Xing Zaolin terkejut melihat keganasan pemuda itu, dengan pedang pendek nya yang berwarna merah yang selalu berputar tetapi berhenti setelah memakan korban.
“Baik, baik, aku bicara, aku bicara,” Orang itu berkata dengan tubuh gemetar.
Xing Zaolin setelah mendengar perkataan orang itu lalu memasukkan pedang nya.
Tetapi telinga Xing Zaolin mendengar suara berdesing.
Shiiiing, shiiing.
Xing Zaolin langsung mengeluarkan pedang pendeknya lalu menebas ke arah sebuah benda yang berwarna hitam dan melesat sangat kencang.
Trang, crepps.
Dua buah paku berwarna hitam melesat ke arah Xing Zaolin, pemuda itu langsung rontok ke tanah dan terbelah dua, tetapi satu buah paku yang lain melesat dan menancap di kepala orang yang tersisa dari gerombolan itu.
Orang itu langsung tersungkur, menggelapar dan tak lama kemudian orang itu tewas.
Xing Zaolin langsung melesat ke arah paku itu berasal, tubuh nya melesat sangat cepat tapi Xing Zaolin tak menemukan satu orang pun di sana, Xing Zaolin yang penasaran kembali berputar tapi ia tak menemukan orang di daerah sekitar hutan itu.
Xing Zaolin balik kembali ke tempat asal, dan melihat ketiga orang itu masih berada di sana.
Ayah dan kedua anak nya yang melihat Xing Zaolin kembali dan melangkah ke arah mereka, kemudian memberi hormat sambil membungkukkan badan kemudian berkata.
“Terima kasih atas pertolongan nya tuan jika tak ada tuan mungkin nasib kami berbeda,” Ujarnya.
Mereka bukan dari Sekte Naga Merah.
Ketiga orang itu terkejut ketika mendengar suara Xing Zaolin dari belakang.
Mereka kemudian menengok ke belakang dan melihat pemuda yang menolong nya telah berada di belakang mereka.
Mereka bertiga bergerak menghampiri, gadis cantik itu menatap wajah Xing Zaolin yang rambut nya acak-acakan.
Tapi mata Xing Zaolin bening ketika melihat ke arah sang gadis, gadis itu langsung nunduk pipi nya me merah.
“Tuan apa maksud pekataan tuan tadi?” Adik dari ketua perguruan pedang perak berkata.
Xing Zaolin berbalik menatap adik ketua perguruan pedang perak itu lalu berkata.
“Memang apa yang ku katakan?” Ujar Xing Zaolin sambil berjalan mengambil pisang yang ia taruh tadi.
“Bukannya tuan tadi mengatakan, bahwa mereka bukan dari Sekte Naga Merah!” Pria itu berkata.
“Memang benar mereka bukan dari Sekte Naga Merah,” Ujar Xing Zaolin.
Lalu berkata sambil berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga tanpa melihat.
Karna akulah satu-satu nya orang yang tersisa dari Sekte Naga Merah.