bc

My Grizellie

book_age12+
6
FOLLOW
1K
READ
others
possessive
friends to lovers
brave
drama
sweet
highschool
first love
classmates
like
intro-logo
Blurb

"Hy" Laki-laki itu melambaikan tangannya ke arah El

"Ngapain lo disini?" Tanya El dengan nada datar

"Mau ketemu belahan jiwa gue" El mengerutkan keningnya.

"Terus ngapain lo berdiri depan gue?" El memberikan tatapan sinis sambil melipatkan kedua tangannya di dada

"Belahan jiwa gue kan lo" ujarnya kelewat santuy

"Dih, halu lo"

"Bentar lagi juga kehaluan gue bakal jadi nyata"

chap-preview
Free preview
Prolog
Seorang gadis cantik bersurai coklat asik bergulung di atas kasur empuknya, mata hazelnya masih setia menutup rapat seperti ada perekat yang menempel kuat, padahal waktu sudah menunjukan pukul 06.30 WIB. "ELL BANGUUUUN!! UDAH SIANG" anak laki laki tampan berumur 18 tahun itu berteriak sambil menggoyangkan bahu sang adik yang lebih muda satu tahun darinya. "Ck, apa sih ganggu aja" ucap gadis itu dengan suara serak khas orang bangun tidur. "Udah jam setengah tujuh nih, kalau lo masih gak bangun juga gue tinggal" kesal Ezra Anak laki-laki tampan itu adalah Ezra Nathaniel Abraham. "APA!?" seketika matanya terbelalak "KENAPA LO GAK BANGUNIN GUE SIHH" teriak gadis itu, berlari ke kamar mandi. BRAKK!! Ezra terperanjat " sabar Ezra sabar, kalo bukan ade udah gua anyutin di sungai" gerutu Erza sambil mengelus d**a berlalu menuju ruang makan. Sesampainya di ruang makan Ezra menarik kursi yang ada di sebelah Papanya tepat di sebrang sang Mama "El ko belum turun?" tanya Lily sambil menyendokan nasi goreng keatas piring untuk suaminya. "Biasa Ma, baru bangun" jawab Erza seadanya "Makanya kak jangan ajak adiknya bergadang terus, udah tau adik kamu itu susah bangun" Sempurna adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Ezra, pagi-pagi udah denger tausiah aja dari sang Mama tercinta. "Iya Ma, iya" gumam Ezra malas sambil menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya. "Gue lagi.. gue lagi.. padahal yang ngajakin nonton Manchester semalem tu bocah" batin Ezra Semalam memang gadis itu yang datang ke kamar kakaknya, mengajak sang kakak nonton pertandingan sepak bola kebanggaan mereka sampai ketiduran. Seorang gadis cantik turun dari tangga dengan tergesa-gesa sembari menenteng tas di sebelah pundaknya. "Pagi semua" sapa gadis cantik itu sambil menampakan senyuman yang sangat manis. "Pagi sayang" Gerald tersenyum kepada putrinya. El langsung menghampiri sang kakak. "Ayo kak berangkat, bentar lagi kita telat" ajak El menarik lengan Ezra, ia meneguk susunya dengan cepat lalu bangkit mencium pipi kedua orang tuannya. "Kita berangkat dulu Pa, Ma" pamit Ezra "Loh El, gak sarapan dulu?" tanya Lily "Udah telat Ma, nanti aku sarapan di kantin aja" ucap El sedikit berteriak karena ia sudah menjauh dari ruang makan. *** Ferrari putih milik Ezra melesat membelah jalanan dengan kecepatan penuh karena sebentar lagi gerbang sekolah akan segera di tutup. Setelah berkendara beberapa menit kini mobil itu berada di depan gerbang sebuah bangunan elit berplang SMA BIMA SAKTI. Mobil itu berjalan melewati gerbang menuju parkiran. El hendak membuka pintu mobil tapi tangannya di tahan oleh Ezra. "Pulang sekolah gue ada latihan basket, lo bisa kan pulang sendiri naik taksi? atau minta Pak Juki jemput aja nanti". "iya gampang" Kemarin sore El nabrak kang cilok depan komplek, alhasil mobil kesayangannya berakhir di bengkel karena baret-baret, makanya hari ini El nebeng. El dan Ezra turun dari mobil bersama, berjalan beriringan menuju bangunan bertingkat empat itu. El dan Ezra selalau sukses manjadi pusat perhatian, bagaimana tidak? mereka berasal dari keluarga terpandang, kaya raya, ditambah Papanya adalah doantur tetap di sekolah. "Duh, kapan ya muka gue semulus kak El? udah skin care-an tapi masih tetep buluk aja" "Yeu, muka lo emang udah buluk dari lahir" "k*****t emang ya lo, bikin gue seneng dikit ngapa kali kali. Kaga usah jujur jujur amat" "Anjir iri banget gue, udah cantik, kaya, pinter, punya kakak ganteng lagi" "OMG Kak Ezra calon idaman banget dah, mukanya cerah banget secerah masa depan gua" rusuh cewek-cewek rumpi dekat parkiran El memiliki wajah yang mirip dengan Papanya hanya hidungnya saja seperti sang Mama, iap memiliki wajah yang sangat cantik, matanya bulat dengan iris mata berwarna hazel, bulu matanya lentik, rambutnya panjang berwarna coklat sedikit bergelombang, hidungnya kecil imut tapi tidak pesek, bibirnya ranum berwarna pink alami di tambah sedikit polesan lip tint menambah kesan segar pada wajahnya, kulitnya putih dan jangan lupa dengan perwakannya tinggi 163cm dengan body goals yang sukses membuat kaum hawa iri. Sedangkan Ezra berperawakan tinggi, tubuh kekar dan atletis, kulit putih, wajahnya tampan bak dewa yunani, rahang tegas, rambut hitam legam dan lebat seperti iklan shampo likbuy, hidungnya mancung dan tatapan mata yang tajam dengan iris mata hazel yang mebuat kaum hawa berteriak histeris. El dan Ezra keturuan Indo-Jerman, Papanya Geraldio mayer abraham berasal dari Jerman sedangkan Mamanya Lilyana collins wanita yang sangat cantik dan anggun keturunan asli Indonesia yang berasal dari Jawa Barat tepatnya di kota hujan Bogor. El berjalan di koridor sekolah sedikit tergesa pasalnya kegiatan upacara akan segera di laksanakan, saat sampai di kelas El langsung di sambut oleh ketiga temannya, yaitu Serafina Brown(Sera), Jeana Lincoln (Jean), dan Clara Audya Mahesa(Clara) ketiganya adalah anak dari pengusaha kaya, rekan bisnis Gerald papanya El, mereka semua sahabatan dengan El dari TK meski sempat berpisah tapi mereka kembali bertemu saat SMA. "ELLLLLLLL!!" suara Clara menggelegar membuat seisi kelas menutup kuping, ada yang mengumpat, ada juga yang berbisik. "Berisik" ketus Jean, Jean itu tomboy abis anaknya, tapi wajahnya cantik meskipun El lebih cantik tapi jangan salah, Jean memiliki Fans yang lumayan banyak, aura dinginnya itu yang membuatnya menarik. "Huh biasa aja kali, Jean mah galak mulu" Clara mengerucutkan bibirnya, gadis bersurai hitam itu memiliki wajahnya yang sangat imut tapi sedikit lemot, dan cerewet. "Gue kira lo gak masuk, udah hampir bell nih" gadis cantik berambut sebahu mengampiri El, Sera gadis blasteran Indo-Inggris, matanya bulat dengan iris mata biru. Sifatnya lebih dewasa dari yang lain, mampu mengayomi walau terkadang suka gesrek ketularan si Clara. "Ck, gua telat bangun tadi" El meletakan tasnya di bangku. "Bergadang lagi?" tanya Clara, Sudah bukan rahasia lagi jika El suka bergadang jika club sepak bola kesayangannya bertanding. "Hemm" Jawab El dengan deheman. "Cepet kelapangan" ucap Jean, ntah itu ajakan atau perintah biarlah tuhan yang tau, anak itu memang susah di tebak. *** Kegiatan upacara sudah selesai semua mirid SMA BIMA SAKTI kembali ke kelas masing-masing, Tapi El dan ketiga temannya memutuskan untuk pergi ke kantin karena merasa kehausan sehabis di jemur di lapangan. Sesampainya di kantin mereka duduk di meja dekat jendela, spot favorite mereka. Selain mereka ada juga beberapa siwa siswi lain yang membeli minum ada juga yang membeli makanan untuk sarapan. "MBA NITA JUS JERUK EMPAT YAA" lagi-lagi Clara berteriak, sepertinya gadis itu sarapan toa masjid setiap hari. "Clara lo tuh bisa gak sih sehari aja gausah teriak!" jengah dengan kelakuan temannya yang satu itu Sera pun menjitak kepala Clara, lama-lama telinganya bisa tuli jika seperti ini terus. "Hehe.. ya maap abis mager teriak aja biar praktis" Clara menampilkan tampang watados plus dengan cengiran bodohnya "Ck" Jean berdecak kesal melihat tingkah Clara yang menyebalkan menurutnya, bagaimana bisa dia punya sahabat seperti Clara, sepertinya dia salah bergaul. Tak lama Mba Nita datang dengan empat gelas jus jeruk di atas nampan. "Guys balik sekolah ke mall kuy, gue mau traktir kalian bertiga. Gue mau berbagi kebahagiaan" "wih dalam rangka apa nih" penasaran clara "kemaren gue abis jadian sama Revan" ucap Sera heboh, pantas saja sedari tadi Sera senyum senyum sendiri saat upacara berlangsung, El kira Sera udah gak waras. "Seriusan Ra? wahh selamatnya OMG gua seneng banget, tapi beneran ya lo traktir kita belanja" ucap Clara girang sambil membayangkan apa yang akan ia beli, Clara emang paling cepat tanggap kalau urusan traktiran. "Iya iya, jadi gimana El, Je, mau yah?" keduanya membalas dengan anggukan, gak ada ruginya juga ikut ajakan Sera sekalian healing, lagi pula nanti El pulang sendiri. "Guys kita gak mau balik ke kelas nih? kayanya jam pelajaran udah dimulai" raut wajah Clara sedikit tidak tenang "Kenapa? Lo takut di hukum?" Jean mengejek dengan senyum smirknya. "Iya lah gua masih mau idup, sekarang kan pelajaran Bu Jenab guru killer pembawa musibah kalo ngasih hukuman tuh gak kira-kira waktu itu aja gue di suruh gunting rumput di taman belakang sekolah sampe rasanya tangan gue mau copot, tulang tulang gue kaya remuk, pulang sekolah langsung di urut sama bu Wati" curhat Clara menggebu-gebu. "O aja ya kan wkwkwk" Sera tertawa terbahak bahak, sedangkan El dan Jean menutup mulut menahan tawa, padahal gak ada yang lucu menurut Clara "SERA GAK ADA AKHLAQ, kamu berdosa banget!" Clara cemberut sambil menyilangkan kedua tangannya di dada "EL" suara bass seorang laki laki mengalihkan pandangan ke-4 gadis cantik tersebut kearah si empunya suara, Laki laki itu mendekat ke arah meja yang mereka tempati. El mengangkat sebelah alisnya "Apa?" Pandangan mata El membuat laki laki itu sedikit kikuk. "E.. a-aku mau ngomong sama kamu" jawab laki laki itu sedikit gugup "..." tak ada tanggapan dari El, tapi ia juga menunggu laki-laki itu mengatakan apa yang ingin di bicarakan. "E.. tapi ga di sini" ucap laki laki itu lagi "Disini aja, cepetan!!" Eits ini bukan suara El ygy, tapi suaranya Clara, serentak semua menatap kearah Clara heran, sedangkan yang di tatap malah menyengir kuda. "Hehe, gua udah penasaran banget ini" Clara emang bener benar membuat orang banyak mengelus d**a. *** Halaman belakang sekolah, disini lah El dan laki laki itu berada sekarang, jarang sekali ada murid yang berlalu lalang, karena tempatnya agak jauh dari gedung utama sekolah. Halaman belakang sekolah yang sepi di decor sedemikian rupa, ada bunga-bunga yang di tata dengan cantik dan juga banyak balon berbentuk hati bertebaran diama-mana, membuat kesan romantis. "Jadi mau ngomong apa" to the point El tidak suka bertele-tele. Sebenarnya El sudah tau maksud dari laki laki itu di lihat dari tempat ia berdiri sekarang. Hanya saja ia pura pura tidak peka. "will you be mine? lo mau kan jadi pacar gue, dari SMP gue udah suka sama". sudah El duga pantas saja sejak SMP laki-laki itu sering tertangkap sedang memperhatikannya. Laki laki itu menggenggam kedua tanyan El berharap gadis cantik di depannya ini menerima cintanya, namun El menghempaskan tangannya. "Maaf, tapi gue gasuka sama lo" jelas El. "Please El, kasih gue kesempatan, gue akan lakuin yang terbaik buat lo, gue bakal bikin lo bahagia terus" bullshit El tidak percaya dengan janji-janji manis. "Sorry, tapi gue gak punya perasaan apa-apa" setelah mengucapkan kata kata itu El pergi begitu saja meninggalkan Jovan dengan raut wajah yang sedih, ya laki-laki itu adalah Jovan ketua OSIS tampan salah satu the most wanted BIMA SAKTI. "gue gak akan nyerah gitu aja suatu hari nanti lo bakal jadi milik gue" bisik jovan pada dirinya sendiri. Sejak SMP Jovan sudah menaruh perasaan pada El tapi ia terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya. Semua sudah Jovan lakukan mulai dari menjadi ketua OSIS, menjadi anggota tim basket, bahkan Jovan juga belajar dengan giat agar selalu dapat peringkat satu, berharap El akan tertarik dengannya. Jovan bahkan sering menyelipkan puisi di loker, mengirim bunga, dan diam-diam menaruh coklat di kolong meja yang el tempari, tapi usahanya sia sia, El bahkan tidak pernah meresponnya. Setelah pergi meninggalkan Jovan, El tidak langsung kembali ke kelas, ia memutuskan untuk tidur di UKS sedangkan ketiga temannya sudah kembali ke kelas saat El dan Jovan berbicara di belakang sekolah. Bell istirahat telah berbunyi ketiga temannya menghampiri El, mereka tahu El di UKS karena gadis itu mengirim pesan pada Jean. "Ngomong apa tadi si Jovan? Pasti dia nembak lo ya, jadi lo terima gak? Pasti lo terima kan? terima dong, secara Jovan kan ganteng, pinter, keren, kaya, famous lagi gue aja suka sama dia, gue udah duga sih kalo dia suka sama lo, gue sering liat dia merhatiin lo terus, asikk gue dapet traktiran lagi deh" cerocos Clara heboh, Woiii siapa aja tolong seret Clara ke merauke iket di atas pohon biar gabisa balik lagi. "Jadi bener, Jovan nembak lu El?" Sera juga bertanya karena rasa penasarannya tadi pagi belum terjawab. "Hemm" malas sekali El manjawab pertanyaan tak bermutu sahabatnya itu "jadi lo terima?" Kali ini Jean yang bertanya. Ada apa ini biasanya juga Jean gak peduli sama urusan orang lain tapi kenapa sekarang ikutan kepo, ini pasti gara-gara kebanyakan bergaul sama si Clara. "Gue tolak" El bangkit dari ranjang pergi meninggalkan UKS di ikuti ketiga sahabatnya, tujuannya sekarang adalah ke kantin, karena ia sudah sangat lapar sejak pagi perutnya belum terisi makanan karena bangun kesiangan. Seprti biasa tempat favorite ke empat siswi cantik ini duduk dekat jendela. "Guys kalian mau makan apa biar Clara yang cantik badai maksimal ulala ini yang pesenin" ucap Clara dengan semangat. "Roti keju sama s**u strawberry satu" ucap El "Gue batagor sama es jeruk" ucap Jean "Gue bakso pedes sama es teh" Sera emang penyuka pedas diantara mereka berempat Sera yang paling kuat makan pedas. "Siap.. silahkan di tunggu pesanannya nona-nona" gaya sekali Clara tapi dia emang cocok sih jadi pelayan restoran hihihi. Terima kasih sudah membaca

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Touch The Cold Boss

read
242.0K
bc

UN Perfect Wedding [Indonesia]

read
80.2K
bc

Pengantin Pengganti

read
85.9K
bc

Daddy Bumi, I Love You

read
36.0K
bc

Stuck With You

read
75.8K
bc

Undesirable Baby 2 : With You

read
168.2K
bc

ISTRI SATU JUTA DOLAR

read
438.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook