Chapter 33

1187 Words

Tubuhnya bergerak mundur. Sedetik kemudian punggungnya menabrak sesuatu, tidak, itu seseorang. Jelas yang dia tabrak adalah d**a seseorang. d**a keras yang membuat bulu kuduknya meremang. Brianna menahan nafasnya sendiri dan dia yakin kalau sosok itu memutar tubuhnya untuk membuat mereka saling menatap, maka Brianna akan lebih senang dia buta saja. Rambutnya yang diikat tinggi membuat deru nafas sosok itu menerpa kulit lehernya. Deru nafas itu tidak tenang dan kekalutan ada di sana. Brianna sangat yakin kalau butuh terlalu banyak hal untuk membuatnya berada di posisi ini. Pastinya sosok itu berlari dari gedung tinggi itu hanya untuk mengejar dia. Dia telah ketahuan. "Rupanya kau memang tahu kelemahanku," bisik pria itu. Tangan yang tadinya hanya memegang pinggangnya kini melingkar di tub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD