Aku pernah memimpikan surga dalam rumah tangga, suami yang penuh cinta dan anak-anak yang menggemaskan. Saat Wikra menyebut namaku saat ijab kabul, dunia begitu indah hingga dadaku seperti dipenuhi kelopak bunga. Pria yang menjadi suamiku selalu hadir di mimpi dan angan, aku sangat mencintainya. Setiap Wikra muncul di koran, aku pasti akan mengambil fotonya dengan penuh rasa kagum. "Dia luar biasa, ganteng dan keren." Saat remaja dulu aku tidur dengan memeluk fotonya yang diambil dari koran. Saat Tante Zara mengatakan akan menjodohkan kami, pipiku terasa panas hingga merona. Aku begitu senang sampai berpikir kalau sedang bermimpi. "Tante serius?" tanyaku langsung memegang tangan Tante Zara. "Kamu suka Wikra 'kan?" tebak Tante Zara. Pipiku langsung merona. Lalu otomatis kepalaku men

