“Sydney.” “Sydney...” Wanita itu masih memejamkan matanya karena perjalanan yang cukup melelahkan. Merasakan seseorang menggoyang-goyangkan pundaknya, Sydney mulai tersadar. Dia mengerjapkan matanya dan melihat wajah Louis sangat dekat dengannya. Secara refleks, Sydney mendorong d**a pria itu agar menjauh darinya. “What the hell?” Dia bergumam sambil mengeryitkan dahinya. Sial, pria ini sungguh tidak tahu sopan santun. “Aku mencoba untuk membangunkan kamu dengan manusiawi dan ini balasan kamu?” tanya Louis dengan nada tersinggung. Sydney hanya terdiam di tempatnya—mencoba untuk mengumpulkan nyawanya yang sepertinya masih tertinggal di kondominium Louis dan mencoba untuk tidak takut di hadapan pria menyebalkan ini. Louis menghela napasnya. Tidak ada gunanya juga untuk mengajak wanita in

