Kini, jika Louis mengatakan bahwa dirinya adalah seorang Viscount, Sydney akan seratus persen percaya—melihat Louis membawanya ke kondominium mewah, yang ada di daerah terpencil di London. Sydney terlalu terpukau dengan tempatnya berada sekarang sampai sempat melupakan kejadian yang baru saja dia alami. Sydney langsung bergedik ngeri. Sekarang, dia tidak akan mengatakan soal kematian dengan sembarangan lagi—karena tembakan tadi terjadi, setelah dia secara lancangnya mengatakan pada Louis untuk membiarkannya mati saja. “Sydney?” Sydney menoleh ketika Louis memanggilnya. Dia terkejut saat Louis menyentuh pipinya. “Apa kamu baik-baik saja?” Sydney terpaku sejenak. “Aku tahu tadi sangat menakutkan untukmu. Aku minta maaf.” Sydney masih diam. Apa pria menyebalkan ini baru saja meminta

