Bintan menatap ragu dari depan gerbang sekolahnya. Hati dan pikirannya saling bersahut-sahutan apakah dia harus masuk ke sekolah atau justru balik kembi ke rumah. Bintan takut kalau kejadian semalam akan terulang kembali. Olokan dan ejekan satu sekolahan semalam belum bisa di lupakannya. Perempuan itu menarik nfasnya dalam-dalam lalu kemudian menghembuskannya perlahan. Di eratkannya pegangan pada kedua sisi ranselnya. Keputusannya adalah dia harus masuk ke sekolah. Sebentar lagi ujian kenaikan kelas. Dan kali ini Bintan harus mampu mencapai prestasi untuk membanggakan kedua orang tuanya. Dengan langkah ragu-ragu Bintan akhirnya berhasil masuk ke dalam sekolah dan melewati koridor yang sangat ramai dengan siswa dan siswi. Anehnya mereka semua terlihat biasa saja, seperti sedang tidak terj

