Seorang wanita paruh baya membuka pintu apartemen, ketika seseorang memberitahunya password apartemen laki-laki yang merupakan anak kandungnya itu sendiri. Wanita itu tersenyum ketika dia melihat bagaimana kondisi apartemen anak semata wayangnya ini. Wanita itu menyalakan lampu sehingga semakin jelas bagaimana berantakannya apartemen ini. Dia mengutip satu persatu sampah yang ada di dekatnya dan membuangnya ketempat sampah. Puntungan-puntungan rokok yang berserakan di atas meja serta botol alkohol yang beberapa masih ada isinya, dia buang ke tempat sampah, dan terakhir dia berhenti tepat di depan pintu kamar putranya. Citra membuka pintu kamar itu perlahan, sehingga dia dapat melihat dengan jelas anaknya, El, masih tertidur dengan pulas. Ini sudah jam tujuh pagi, dan seharusnya El sudah

