Part 5

1228 Words
Tubuh Gibran menggigil pagi ini, semalam dia mandi air dingin, sebab gairahnya tidak kunjung hilang. Ini gara-gara Dira, wanita itu mengganggu aktivitasnya semalam. 's**t' Kepalanya pening membuatnya enggan bangun dari tempat nyaman itu, dengan amat terpaksa Gibran bangun dari tempat tidurnya. Cacingnya minta makan, 'astaga bagaimana bisa aku memelihara cacing?' Pikirnya. Dira kembali memuntahkan makannya, hari ini mual menyerang kembali, ini sangat tidak mengenakan. Kedua tanganya menangkup air, lalu membasuh wajahnya. Setelah merasa enak, Dira keluar dari kamar mandi, wanita melangkah menuju dapur. Saat yang bersamaan Gibran juga turun dari lantai dua. Mata mereka bersitubruk, Gibran mengalihakan pandangannya, dia masih marah. Karena istrinya mengacaukan semuanya. Dira juga, wanita itu menundukkan kepalanya, berjalan terlebih dahulu, dia malas bertatapan dengan suaminya itu, dan masih ada rasa takut menggelayut dalam hatinya. Ulahnya semalam, memang di luar kendalinya. Sifat blak-blakannya, masih saja keluar tanpa kendali dan di tambah lagi dengan hormon kehamilannya. Gibran menggeram kesal, 'istri macam apa dia? Berjalan mendahuli suami! Dasar kurang ajar!' Teriak batinnya. Bik Nis yang asik memasang, menghentikan aktivitas memasaknya saat mendengar suara langkah kaki. "Tuan dan nyonya selamat pagi," sapa wanita paruh baya itu. "Pagi Bik." Dira dan Gibran membalas sapaan Bik Nis, hanya saja Gibranya menjawabnya setengah hati. "Tuan dan nyonya mau sarapan apa?" Tanya bik Nis. "Bubur ayam dan teh mint saja." Gibran dan Dira saling menatap, mereka mengucapkan kata itu bersamaan. Gibran menatap tajam Dira, membuat Dira menundukan kepalanya lagi, Gibran hendak berdiri, dia enggak makan, makanan yang sama dengan istrinya, tapi cacing memberontak. 'Dasar cacing sialan!' Gumamnya. "Bawaan bayi," kata Bik Nis, yang tidak sengaja Gibran dengar. "Apa ini namanya ikatan ayah dan anaknya?" Batinnya bertanya. Dira hanya tersenyum, "apa yang bisa Dira bantu, Bik?" Bik Nis menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu nyonya, nyonya duduk saja." Dira mengehela napas panjang, saat melihat tatapan tajam Gibran. Ingin sekali Dira menyiram mata itu dengan air cabai. 'Biar merah sekalian' pikir ibu hamil itu. "Ya, aku akan duduk! Tapi jangan menatapku seperti itu." Bik Nis hanya bisa menahan tawanya, Nyonya-nya memang lawan yang setimpal dengan Tuan-nya. Wajah Gibran memerah, kedua tangannya mengepal kuat. 'Kau bodoh Gibran, kau salah pilih wanita!' Batin setannya berteriak. Dira tersenyum mengejek, Dia duduk dengan tenang, tidak lupa tangannya mengelus perutnya. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya dua mangkuk bubur siap, bik Nis membuat sepanci bubur ayam. Dira dan Gibran, bak dua kutub yang sama, jika bertemu tidak akan menghasilkan apapun. Wanita hamil itu mengayunkan sendoknya, mengambil bubur putih dengan taburan ayam dan mungkim rempah-rempah yang menggugah selera. "Hm---" Dira memejamkan matanya, astaga itu bubur terenak yang pernah di makannya dan singgah di perutnya. "Bik, ini enak sekali. Tolong siapkan 5 porsi lagi ya?" Bibir Gibran terbuka, sendoknya terjatuh. 'Astaga usus wanita itu' batinnya. Arah mata Gibran terus mengikuti ayunan sendok Dira, air liurnta hampir keluar, entah keinginan dari mana, pria itu ingin bubur istrinya. Bubur itu lebih enak dari pada miliknya, padahal bubur itu sama. "Kakak---" Gibran tersetak, pria itu menegakkan tubuhnya. "Apa?" Mata Dira berbinar, lalu tangannya menukar mangkok bubur miliknya dengan Gibran. "Anak kakak ingin bubur ini, kakak tidak apa-apa makan sisa Dira?" Kepala naik turun dua kali, tanpa suara dia setuju, dan akhirnya ke inginannya tercapai juga. 'Akhirnya---' suara batinnya, 'kenapa bubur ini enak sekali? Padahal bubur ku sama?' Gibran mengangkat bahunya, dia tidak peduli. "Kakak kenapa? pakai angkat bahu segala. Buburnya tidak enak? Kalau begitu aku ambi---" "Jangan! Ini bubur ku! Kamu makan saja bubur mu itu." Dira mengerutkan dahinya. "Bubur apa kak? Buburku sudah habis semua." Bibir Gibran terbuka lebar, bola matanya membulat sempurna. "Kamu su-sudah makan semuanya?" Dira menganggukan kepalanya polos. "Hanya dengan waktu yang singkat?" Lagi anggukan di berikan Dira, membuat Gibran syok. "Kamu itu lagi hamil atau kelaparan?" "Aduh..." Gibran mengaduk sakit saat tangannya istrinya memukul kepalanya. "Aku ini hamil anakmu! Kalau bukan karena bayi ini aku mending tidak makan semeja dengan Kakak! Aku muak, lebih baik aku tidur! Kakak cuci mangkoknya SEMUA-NYA." Dira pergi menuju kamarnya, kakinya di hentak-hentakan. "Bik Nis jangan bantu Kak Gibran! Awas saja!" Tubuh tua itu bergetar, dia ketakutan. Ancaman nyonya sangatlah menakutkan. "Bik Nis kerja yang lain." Gibran bersuara, tangannya menyendok buburnya, cacingnya berontak lagi. Wajahnya memerah, ini memalukan, Gibran Al, penyanyi yang sedang naik daun, di perintah 'seenak jidat' oleh istrinya. Sebuah judul artikel yang lucu, jika para pencari berita itu tahu. "Iya, tuan. Saya permisi." Bik Nis memilih undur diri, bibirnya tidak henti menampilkan sebuah senyum. ... "huuu---" Gibran menghela napas lelah, pria itu baru saja selesai mencuci mangkok dan alat masak. "Drettt---" Ponselnya bergetar sedari tadi, di lihatnya layar ponsel pintarnya. Notif dari sebuah Aplikasi chat membuatnya tercengang. 999++ ganteng banget!!!club Niko Ganteng Bos Gibran! Halim Ganteng 1 B O S G I B R A N !!!!!!!!!!!!!!!!! ALDO GANTENG!!2 GIBRAN! SUARA AMPELA!! #SALAHTULIS SUARA BAGUS!!! LOE DI MANA? SI HALIM PAKE SPAM LAGI! Gibran memutar bola matanya jengah, "Dasar Aldo dodol! Dia pikir dia enggak spam!" Teriak batinnya. Dion Kece Aldo dodol! Loe pikir loe itu enggak spam! Gibran kok enggak nongol? Aldo Ganteng!!2 Dion gue ini bukan dodol, ģue ini putih seputih susu Dion kece Itu kopi s**u dodol! Niko ganteng Kopi s**u di tambah air comberan Halim ganteng Aldo dodol garut☝ Dion kece Enak banget! Aldo ganteng!!2 Terus bully gue! Nanti gue lapor ke komnas perempuan baru tahu! Niko ganteng Aku takut! Halim ganteng 1 Yang ada loe yang di laporkan balik sama a*y*m k*mp*s yang loe pake Dion kece Tumben loe pinter Lim, biasa Loe lola banget Halim ganteng 1 Kok Gue? Itu kan si Aldo dodol Dion kece Kurang fokus, nikmat yang kemarin malam masih berasa Halim ganteng 1 Maksud loe? Niko ganteng Gue lola sekarang Aldo ganteng!!2 Wanita kampus mana yang loe pake? Atau yang di pinggir jalan ya? Halim Ganteng 1 Loe kan di puncak, mana ada wanita gitu di sono? Dion Kece Gue jelasin... Irna ke villa gue, dia katanya marah sama bos kita. Masa mereka ML di hentikan ama si Dira, dengan cara ajaib. Buat Gibran enggak napsu lagi sama si Irna Niko ganteng Astaga Dira hebat Halim ganteng 1 Si bos punya pawang Aldo dodol Gue nyadar, jadi gue ganti nama akun. Dira hebat oi Kalau gue ketemu dia mau gue cium Gibran menggenggam ponselnya erat, rahanya mengeras membaca chat Aldo. 'Dia mau cium Dira? Enak saja!' Batinnya berteriak. Gibran tahu jika Aldo mempunyai rasa lebih pada Dira, sejak Dira mengikuti lomba yang di adakkan di universitasnya. Gibran Al Siapa yang mau cium istri gue? Kita ketemu di ring tinju Halim ganteng 1 Big bos marah Dia cemburu wkwkwkw Niko Ganteng Lari--- Gibran Al Gue bukan cemburu! Dira itu sedang mengandung anak gue, nanti dia di cium Aldo, anak gue kayak Aldo dodol. Amit-amit Niko Ganteng Ohh... Gue kira loe cemburu Gibran Al Ya kali Dion Kece Ya kali loe jatuh cinta sama tuh cewek! Sampai-sampai loe ngusir Irna! Gibran Al Gue enggak napsu sama yang begituan! D ia udah longgar! Mending main sendiri Aldo dodol Ngapain main sediri? Istri bohai malah di anggurin Mending gue pakai ya Gibran Al Gue tendang loe sampai bulan! Kalau loe berani nyentuh Dira Gue! Dion kece Gue enggak salah baca? D ira gue?! Halim ganteng 1 Loe enggak salah baca @dionkece Si bos emang udah jatuh cinta ma tu cewek Selamat patah hati @aldododol Dion kece Selamat patah hati Aldo dodol Gibran Al Gue tegasin gue enggak jatuh cinta sama Dia! Aldo dodol Kalian jahat Gibran bantu gue napah? Loe enggak cinta ma Dira kan? Dia buat gue ya? Gibran Al Enggak bakalan gue biarin! Dion kece Gibran jatuh cinta! ❤❤❤❤❤❤ Niko ganteng Baru nongol! Gibran Jatuh Cinta! PJC, jangan lupa! Halim ganteng 1 Gibran jatuh cinta! PCJ, apa? Niko ganteng Pajak jatuh cinta Dion kece Wkwkwk... Gibran melepar ponselnya, pria itu membaringkan tubuhnya, kepalanya sakit membaca guyonan mereka. 'Jatuh cinta sama Dira? Ogah!' Setannya berteriak. TBC...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD