Chapter 15

2190 Words

“Arrrghhhh!!!!!” Reina memekik sembari mengacak rambutnya frustrasi membuat Zidan yang sedang tertidur terlihat sedikit terlonjak kaget namun tak sampai terbangun dan hanya merubah posisi tidurnya. Reina langsung menutup mulutnya rapat agar tidak kembali memekik. Sesaat kemudian pintu kamarnya terbuka memunculkan kepala Lala dari balik pintu. “Lo ngapain sih teriak-teriak?” Tanya Lala kesal. Ternyata teriakan Reina tadi juga mengganggu sahabatnya. “Gue bingung banget La, sumpah gue bingung,” balas Reina gusar. Lala menatap sahabatnya itu heran kemudian memasuki kamar Reina dan duduk di tepi ranjang memperhatikan Reina. “Bingung kenapa?” “Malam ini Bima bakal jemput gue jam 7 buat nemenin dia datang ke acara temannya. Dan lo liat ini udah jam berapa? 15 menit lagi jam tujuh dan gue bel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD