“Udah selesai nih Bim, nah nanti kamu cek lagi ya siapa tau ada yang kurang, tapi bunda rasa udah semua deh.” Bima yang sedang bersandar di kepala ranjangnya tersenyum melihat bundanya yang sudah selesai mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Bundanya terlihat begitu bersemangat mengemasi barang-barangnya. “Makasih yaa bun, bunda mah pakai repot-repot segala, Bima kan udah biasa sendiri.” “Bunda kan juga mau bantuin anak bunda. Lagian anak bunda ini belum ada juga yang ngurusin,” Bima hanya mampu tersenyum kecil. Ia sudah sangat paham ke mana arah pembicaraan bundanya itu. Bima menutup buku agenda yang sedari tadi ia pegang kemudian bangkit dari duduknya dan berdiri di samping bundanya. “Bima kan masih mau diurusi bunda,” Rosa mencibir mendengar balasan putranya itu membuat Bima terkekeh.

