Chapter 17

970 Words

Reina memperhatikan penampilannya di depan cermin siap untuk pergi bekerja. Ada sedikit perasaan gugup yang Reina rasakan saat ia mengingat bahwa Alya ternyata adalah kakak dari Bima, pria yang belakangan ini selalu mengisi pikirannya. Reina menghembuskan nafasnya berusaha menenangkan dirinya. Merasa dirinya sudah siap, Reina langsung bergegas pergi dan tak lupa berpamitan dengan Lala dan putranya. Sesampainya di butik Reina langsung bergegas ke ruang kerjanya karna sudah ada pekerjaan yang menantinya. Meja kerja Alya yang berada berhadapan di depan meja kerjanya masih terlihat kosong pertanda pemiliknya belum datang. Hal itu membuat Reina cukup bisa bernafas lega karna ia masih belum siap bertemu dengan Alya atau bahkan menerima pertanyaan Alya tentang kedekatan dirinya dan juga adiknya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD