Chapter 14

1585 Words

Reina berjalan gontai menuju apartemennya. Disekanya air matanya yang entah sejak kapan jatuh. Reina tak habis pikir kenapa ayahnya selalu menghalangi usahanya. Tapi Reina menyadari hal ini dilakukannya semata-mata agar Reina kembali padanya tanpa Zidan. Namun hal itu sangat tidak mungkin. Reina sangat menyayangi putranya. Reina tidak bisa bayangkan bagaimana jika benar Alya memecatnya. Ia pasti harus kembali mencari pekerjaan dan itu bukan sesuatu yang mudah. Reina yang sedari tadi hanya berjalan sambil memandang ujung sepatunya kini mulai mendongakkan wajahnya saat merasa sudah akan sampai di depan apartemennya. Namun sesaat kemudian mata Reina sedikit memicing saat melihat seseorang sedang berdiri di depan pintu apartemennya. Reina mengerjapkan matanya berkali-kali meyakinkan penglihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD