15 menit kemudian gaga keluar dari kamar mandi tubuhnya kembali kulihat, aku tidak bisa menyembunyikan rasa senang ku bahkan aku sengaja tidak melihat kearah nya. aku mencoba melihat kearah lainnya wangi shampo dan sabun gaga khas dari dulu. padahal jika aku ingat lagi aku sering melihat gaga baru keluar dari kamar mandi dari aku SD SMP SMA biasa saja rasanya walau jantung ku berdetak dengan kencang namun tidak seperti ini ada rasa yang entah rasanya menyenangkan detak jantung yang tidak bisa aku kontrol iramanya semakin kencang aku berharap gaga tidak mendengarnya.
"mandi gih" katanya aku melihat kearahnya sebelum akhirnya tak bergerak kali ini aku melihat tubuh gaga yang benar benar memanjakan mata.
dia mendekatiku aku seperti terhipnotis langkah kakinya.
"ma cepetan mandi apa nunggu anduk ini aku lepas?" katanya
aku langsung berlari kecil meninggalkan gaga wajahku sungguh merah merona.
didalam kamar mandi jantungku benar benar tidak bisa berhenti berdetak dengan cepat aku yang biasa mandi hanya 15 menit kali ini entah mengapa aku menghabiskan waktu 25 menit di dalam kamar mandi aku hampir 3 kali menggosok badanku dengan sabun memastikan semua area tubuhku sudah menjadi harum. bahkan aku menggosok gigi ku 2 kali berturut-turut.
"ah sialan gue kenapa" aku menggerutu dalam hati
aku mengenakan pakaian yang sudah aku persiapkan. baju hitam polos dan celana hotpant biru muda aku menyisir rambutku yang basah mengeringkan dengan handuk kemudian hairdryer setelah kering aku memberanikan diri kembali ke kamar.
setelah aku mempersiapkan diri dengan perasaan yang tak karuan aku melihat gaga sudah terlelap di dalam selimut.
aku tersenyum, lalu tertawa rasanya aku seperti manusia bodoh mengharapkan sesuatu yang mana mungkin bisa di menjadi nyata. gaga akan tetep menjadi gaga dengan prinsipnya dan aku akan tetap menjadi diriku yang menyukai gaga dengan segala pemikirannya.
aku melangkah ke pintu memastikan pintu sudah terkunci lalu meredupkan lampu sebelum akhirnya aku berbaring di ranjang yang sama dengan gaga.
aku menatap kearah gaga melihat wajahnya dengan seksama. aku kembali bergumam berbisik lirih dihadapannya.
"gaaa, why i love you so much?
"ga lo tau ngga, gue suka sama lo dari jaman SD eh ngga tau mungkin pas TK"
"ga lo tau ngga, eh lo kan ngga tau ya kalau gue suka sama lo"
"ga sehat terus ya, bahagia terus aku bakalan tetap disamping lo"
aku berbalik membelakangi gaga sebelum akhirnya terlelap. gaga bergeser mendekap ku. dia membawa aku kedalam peluknya mendekap ku. kembali aku merasakan gemetar tubuhnya, gaga menangis dalam pelukku lagi. aku membalikan badanku menghadapnya
aku mengusap air mata gaga, mencium keningnya dan memeluknya.
"terimakasih telah mencintaiku sedalam ini" katanya
aku tersenyum. gaga mencium keningku sebelum akhirnya kami berciuman. aku lebih ahli dari gaga prihal ini. aku membawa gaga ke permainan lebih dalam dari sekedar ciuman. namun gaga kembali menolak tubuhku dia tidak melakukan hal lebih dari ini. dia menahan diri dan aku hampir tidak percaya untuk kesekian kalinya gaga bisa menahan diri saat dekat denganku aku entah harus bahagia atau kecewa pasalnya orang yang aku cintai bisa menahan nafsunya saat bersamaku dan aku meski ingin sekali mendekapnya dalam hubungan lebih dalam hanya untuk memastikan bahwa aku milikknya seutuhnya namun gaga hebat bisa menolak nafsu ku yang sudah di batas keterlaluan ini.
"lo mau jadi pacar gue?" dia bertanya padaku
"lo mau punya hubungan sama gue?" aku bertanya balik kepadanya
"lo bisa jaga komitmen?" tanyanya lagi
"bisa" kataku
"ma, jangan pernah pergi tetap lah menjadi milikku" katanya
aku tersenyum
"maaa, tapi mungkin aku akan jarang menghubungimu apa itu tidak masalah?" katanya
aku terdiam sejenak.
"iyaaa" kataku
gaga memelukku dan kami terlelap di malam itu.
pagi harinya aku terbangun dengan gaga yang masih terlelap, wajahnya terlihat lelah dan kembali aku memikirkan bagaimana keseharian gaga di sanah.
aku melangkah keluar kamar menuju teras vila. sekarang menunjukan pukul 6.30 wib. aku duduk sembari melihat ombak di lautan yang teramat luas udaranya sangat hangat.
"udah bangun?" suara yang tak asing di telinga ku
aku tidak menjawabnya
"semalem lo sama gaga ngapain?" tanganya lagi
kali ini aku menatap ke arah sumber suara. panji berdiri di pintu dia menatap lurus ke arah laut sebelum akhirnya duduk di sebelah kursi yang aku duduki.
"semalem lo main?" tanyanya
"apa sih lo?" tanyaku
"jujur sama gue?" kataku
"gaga ngga se liar lo" kataku
"ma lo tau? gue semalem mikirin apa yang lo sama gaga lakuin di kamar" katanya
"gue ga bisa berfikir jernih ma, gue benci karena gue cemburu?" katanya lagi
"lo tau ma, gue rasanya pengen dobrak pintu kamar lo" katanya lagi.
aku terdiam. ada sesak dan ada kesal menyelimuti.
"lo milik gue ma"katanya lagi
aku berdiri ingin meninggalkan panji sendiri. namun tanganku tertahan oleh cengkraman panji. dia menghentikan langkahku dia memelukku dari belakang suara tangisnya pecah dalam dekapanku aku tidak bisa berkata apapun hanya diam dan pasrah hari ini aku tidak bisa berbuat apa apa serba salah antara gaga dan panji keduanya memiliki peran yang berbeda. dua duanya sama sama ku cintai dua duanya sama sama kuinginkan namun jika harus memilih jelas aku akan memilih gaga. aku ingin semuanya ku lalui bersama gaga suka duka senang dan terluka aku ingin melalui segalanya bersama gaga. namun untuk hari ini panji mempunyai andil yang lebih besar teman sepi teman berbagi teman semuanya panji bisa jadi apa saja namun panji sudah memiliki tanggung jawab yang tidak bisa di lenyap kan sekejap mata. dan aku benci tubuhnya terbagi bukan hanya aku yang memeluk tubuhnya bukan cuma aku yang mencium bibirnya bukan cuma aku yang mencintainya ada laras dan bayi yang di kandungnya yang juga membutuhkan kasih sayang dari sosok panji. ah sialan aku benci panji.
"ada laras ga usah macem-macem" aku melepas pelukan panji namun panji semakin erat memeluk ku.
"lo ga bisa egois ji, lo maksa gue terima keputusan lo yang nikahin laras tapi lo sendiri ga bisa liat gue bareng gaga" aku sedikit berteriak
"ma sabar gue pasti sama lo" katanya
"gue ga bisa sabar" kataku
"gaga itu pengecut lo tau, dia udah punya pacar di jogja tanya ke gaga" katanya
"gue ngga peduli" aku melepas pelukanya dan langsung berlari masuk kedalam kamarku.
gaga masih tertidur aku reflek memeluk gaga sambil tertidur di punggungnya.
gaga membalikan tubuhnya lalu membawa aku kembali dalam peluk kannya.
"ga gue mau lo ga, tapi panji menggoda" gumam ku dalam hati