siang itu pukul 09.30 wib gaga meminta aku menemaninya ke stasiun kereta.
hari ini dia akan kembali ke jogjakarta untuk menuntaskan study nya. aku sedikit kesal namun tidak bisa egois prihal ini segalanya sudah menjadi resiko aku yang memutuskan untuk menemani dia dalam keadaan apapun meski harus berpisah sejenak.
aku sendiri akan mengalami magang entah perusahaan mana yang akan ku tuju kali ini. aku belum memberitahukan kali prihal studi ku. aku kuliah di jurusan akuntansi, kalian tahu ini adalah jurusan yang membuat aku merasa harus berfikir lebih keras dari biasanya, tapi aku sangat menikmati setiap hal yang telah terlewati.
kembali ke stasiun, aku bertanya kepada gaga mengapa dia tidak kembali menggunakan pesawat. dia hanya diam.
kami menggunakan bus umum untuk sampai ke stasiun, wajahnya selalu mengarah ke luar jendela dan aku hanya diam.
"kereta gue jam 1, kenapa harus macet" suaranya membuyarkan lamunanku.
"bukannya harus nyampe 1 jam, sebelum kereta berangkat" tanyaku
"iyah" katanya
"naik ojek online ga" kataku
aku sedikit khawatir
"ma gimana?" tanyanya
muka gaga terlihat panik begitupula aku.
aku kembali menyarankannya untuk memesan ojek online.
"lo gimana?" tanyanya
"gapapa gue tetep di bus, lo naik ojek. nanti gue nyusul" kataku
gaga setuju dan langsung memesan ojek online dan dia segera turun dari bus.
aku melihat dia berlari mencari ojek yang tadi dia pesan, dia melambai kearah ku sebelum dia meninggalkan kemacetan.
pesan singkat masuk di ponselku dari gaga. aku membacanya.
ada kecelakaan di depan jadi macet, aku tunggu di stasiun ya
aku hanya membalas "iya" kemudian kembali menyimpan ponselku kedalam tas kecil, yang selalu kubawa kemanapun aku pergi.
sudah pukul 12.30 dan aku tidak tahu kapan sampai di stasiun.
satu pesan masuk ke ponselku dari gaga lagi.
aku udah naik kereta tapi masih nunggu belum jalan. kamu sampai mana?
aku memandang lama layar ponselku.
ingin ku balas, namun tidak tahu apa yang harus ku balas. bingung karena rasanya sesak sekali d**a mengapa jadi begini.
kamu sampai mana?
gaga mengirimi ku pesan lagi.
ga, aku masih lama, kamu jangan tungguin aku ya, langsung duduk di dalam kereta selamat menikmati perjalanan.
aku klik send lalu mematikan ponselku lagi.
dia membalas pesanku.
almaaa, terimakasih untuk segalanya, kau tau alma? air mataku tiba-tiba meluncur deras di pipiku. seharusnya kamu melambai kearah mu sebelum kereta ini benar-benar pergi dari stasiun. ah sialan almaa jangan nangis.
aku membacanya dalam hati namun air mata meluncur deras di pipi. aku menatap keluar jendela membiarkan sesak dan air mata mengendalikan perasaanku. aku bertanya pada diriku, apa yang membuat aku menangis kali ini. tidak bisa mengantar gaga atau karena berpisah sementara dengannya?. lagi pula menurut aku segala hal, tentang kesepian kesepian ini, sudah tersamar dengan kehadiran panji meski kini, kesal sekali jika ingat bahwa dia sudah memiliki istri.
untuk memenuhi dahagaku, aku tetap melanjutkan ke stasiun, meski aku rasa kereta gaga sudah berangkat.
pukul 1.45 menit, aku baru sampai di stasiun. aku berlari mencari kereta ekonomi menuju jogjakarta. namun sudah tidak ada hanya kereta KRL, yang masih hilir mudik menurunkan penumpang. aku duduk di salah satu tempat duduk yang ada di koridor dekat peron kereta. melihat ke segala arah.
"berisik" kataku
aku meraih ponselku,berniat mengirimi pesan ke gaga. namun pesan panji lebih dulu mengembang di layar ponselku.
aku di apartemen. balik ke apartemen gaga udah balik ke jogja lo milik gue seutuhnya lagi.
aku berdesis.
"kau pikir aku siapa? boneka!" kataku menekan suaraku agar tidak terdengar orang yang lalu lalang di hadapan ku.
aku mengetik pesan kepada gaga.
gagaaa, aku sudah sampai stasiun dan masih duduk disini. aku juga melambai kearah kereta mu, yang melaju sembari mengucapkan selamat tinggal dan mengucapkan pesan dari hatiku yang paling dalam, tapi kamu tidak akan mendengarnya. gaga terimakasih. mari bertemu lagi setelah ini. aku pasti merindukanmu. pasti. tapi untuk sekarang segera selesaikan studi mu, agar tidak ada jarak antara kita. jika ada sekalipun mungkin kamu yang jatuh cinta pada gadis lainnya. gaga selamat menjalani hari hari tanpa diriku.
aku mengetik sambil menangis. dilihat banyak orangpun aku tidak perduli. perasanku harus tersampaikan.
gaga aku pulang ya
aku kembali mengirimi pesan padanya.
terimakasih alma aku juga pasti merindukanmu
balasnya.
aku tahu balasan ini adalah pesan terakhir yang dia kirim untukku, jangan tanya aku sudah tahu mengapa dia tidak bisa berkomunikasi lewat pesan jika jauh. alasannya tidak masuk akal, namun aku menerimanya. aku bersiap pulang ke rumah namun ponselku berdering dengan kencang ada telfon masuk, aku kaget bukan kepalang. panji meneleponku.
kenapa? tanyaku
ke apartemen, gue beli apartemen buat kita, buat lo sama gue biar bisa bareng tanpa takut ketahuan katanya
lo di apartemen? ngapain? tanyaku
gue kangen jawab panji
ngga gue tau lo sange Kataku menutup telfon
aku diam sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk menaiki KRL menuju apartemen.
"sialan" aku memaki diri
"jangan tergoda" kataku lagi
dan aku sudah menaiki kereta ke arah apartemen, dengan segala konsekuensi nya. sebelum sedekat ini dengan gaga aku sudah terbiasa melakukan segala hal bersama panji, segalanya namun kali ini ada perasaan yang aku sendiri tidak tahu, apa boleh aku melakukan hubungan terlarang dengan teman dekat ku, dan teman dekat gaga juga. bagaimana jika gaga tahu. bagaimana jika gaga menyadari perubahan pada tubuhku. bagaimana bisa aku mencintai 2 orang dalam satu musim. seharusnya aku bisa menahan diri untuk tidak mencintai orang lain, selain gaga. namun ternyata sulit, aku lebih dulu terperangkap pada hasrat birahi kepada panji, sehingga untuk melepaskan diri belum bisa seutuhnya. segala hal yang aku dan panji lakukan, sudah menjadi kebiasaan yang akhirnya menjadi rutinitas harian. aku tidak tahu jika akhirnya, aku sendiri sudah terlalu dalam menjajaki dunia yang gelap ini. kejadian tempo hari di villa aku tidak menyangka, panji akan senekat itu di dekat gaga dan istrinya. mencumbu ku dengan nafsu yang luar biasa. aku rasa dia seharusnya bisa menahan diri untuk berhati hati, agar perselingkuhan ini tetap berjalan dengan baik. tapi hal hal diluar kendali memang tidak bisa dihentikan begitu saja, adrenalin yang terpacu untuk memenuhi hasrat, hari itu juga harus tersampaikan. kali ini aku sengaja mengunjungi Panji, hanya untuk membahas hal hal yang tidak boleh di lakukan jika ada gaga. aku tidak ingin nama ku jelek di hadapan gaga. sebisa mungkin aku harus menjadi gadis baik dimatanya.
aku sudah sampai di apartemen. langsung masuk kedalam, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.
tanpa mengetuk,aku langsung membuka pintu apartemen. panji yang baru selesai mandi hanya berbalut celana dalam berdiri di dekat ruang tv. aku hampir ingin melarikan diri, namun tidak mampu. mataku tidak bisa berhenti menatap tubuh panji, yang masih setengah basah itu.
"gue baru mau telfon lo" katanya
aku masuk namun mencoba untuk tidak kontak mata dengan panji.
"lo mau apa telfon gue" kataku
"mau ngajakin makan malam diluar" katanya
"ngga usah udah kenyang" kataku
aku buru buru duduk di ruang tv menyalakan tv dan merebah kan tubuhku di sofa.
"lo ga mau main?" tanya panji
sialan mana ada cewe yang ditanya ini jawab iya mau, gue mau main, gue pengen, gue sange, ngga adalah bodoh. gerutu ku dalam hati.
aku memejamkan mataku.
tidak lama suara langkah kaki mendekat kearah ku. panji mencium bibirku
"gue mau main, gue kangen, gue pengen" katanya
dia mencengkram tanganku di atas kepalaku, menahan supaya aku tidak bisa bergerak. aku berusaha melepaskan diri,sampai akhirnya, aku mendorong tubuh panji, lalu berlari ke arah kamar mandi.
"gue mau mandi dulu" kataku