Ekstra Part - 10

1306 Words

POV Arman “Lho, Nak Arman, ke Kudus kok ndak bilang-bilang, tho?” Bulik yang baru keluar rumah saat aku mengetuk pintu menyapa ramah. “Iya Bulik, dadakan. Nadia pingin makan lentog katanya, jadi saya langsung ke sini,” ucapku sambil mencium punggung tangan Bulik dan mengangsurkan buah tangan. “Ngidam?” “Iya, Bulik, Alhamdulillah, sudah tujuh minggu.” “Alhamdulillah.” “Makanya Nadia nggak bisa ikut, masih terasa mual-mual kalau dibawa jalan jauh.” “Oh iya, ndak apa-apa. Tapi ya ... apa di Semarang ndak ada, kok nyarinya jauh-jauh, sampai Kudus?” “Ada, sih, Bulik, tapi Nadia maunya lentog langganan yang dekat menara katanya.” Habis salat Shubuh berjamaah tadi, istriku itu tiba-tiba bilang ingin makan lentog langganannya di Kudus. Menurutnya lentog yang di Semarang rasanya beda. Pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD