Aku mengernyit risih ketika melihat status WA Hani. Ia wefie dengan gayanya yang centil dan ada suamiku duduk di sebelahnya. Arman memang tidak menghadap ke kamera. Dari gesture-nya ia nampak sedang bicara dengan seseorang di hadapannya. Mencoba mengabaikan status itu, aku kembali fokus pada pekerjaanku. Mengupdate sosmed kafe juga membalas beberapa komentar yang masuk. Namun tak bisa lama. Sepuluh menit kemudian kembali aku membuka WA dan sengaja mencari status milik Hani. Kini perempuan muda itu mengunggah status yang hanya berupa tulisan. "Katanya segala sesuatu itu titipan. Mungkin saat ini Tuhan sedang ingin menitipkannya padamu, suatu hari bisa saja Tuhan mengambilnya darimu lalu menitipkan padaku." Lalu status setelahnya kembali nampak foto suamiku yang kupikir ia ambil secara di

