Warna Hati

1495 Words

Mobil tumpangan sudah berhenti di depan gedung Al Nusa. Itu berarti, kami sudah sampai di tempat resepsi pernikahan Dandi. Tanganku mendadak terasa dingin. Saat kupijakkan kaki ke tanah, seluruh badan rasanya menggigil seperti terserang demam dadakan. "Yas!" Ran menegur. “Apa?” jawabku seraya menggosok tangan. "Semuanya akan berjalan dengan lancar, tenang aja." Aku menarik napas dalam-dalam. Ternyata, tidak gampang. Melihat orang yang dulu pernah mengisi hatimu bersanding dengan orang lain. Pantas saja, kalau ada yang datang ke pernikahan mantan bisa viral di med-sos. Sekarang, aku malah ragu untuk masuk. Ran menegur lagi. “Yas, kita sudah sampai di sini.” “Sabar!” Aku meliriknya sekilas. “Kamu belum tau rasanya melihat orang yang kamu sayang dengan yang lain." "Yah, memang nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD