104~ 11 12

1303 Words

"Apa ini?" tanya Andini pada putrinya yang sudah kembali dari kamar dan kini sedang duduk di hadapan seraya menyodorkan sebuah amplop berwarna putih. "Kamu mau nyogok mama biar enggak bahas lagi soal anak sama kamu?" tudingnya sambil menatap tajam. "Nah ... itu Mama tahu. Makanya ambil. Aku jamin setelah ini Mama bakalan diem," sahut Mita. Andini menepis tangan sang anak yang masih menyodorkan amplop putih itu. "Jangan harap kamu bisa sogok mama ya! Mama itu nggak bisa disogok pakai apa pun. Mama udah dapet semuanya dari papa kamu." "Yakin Mama gak mau?" "Enggak!'' "Nanti nyesel lho ...." "Kalau mama bilang enggak ya enggak, jadi kamu gak usah berpikir bisa nyogok mama," tolak Andini dengan tegas. "Ya udah, kalau Mama gak mau sih nggak apa-apa." Mita menarik kembali tangannya yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD