"Sebenarnya kita mau ke mana sih, Mas?" "Nanti juga kamu tahu," jawab Wira. "Aku nanya dari tadi jawabannya gitu terus." "Kamu juga udah tahu jawabannya kayak gitu masih tetap nanya terus." "Mas kok sekarang nyebelin sih?" Wira terkekeh. "Tapi kalau kamu nyebelinnya udah dari dulu." Mita mendelik sebal. Tidak lagi bertanya karena akan percuma. memilih menatap lurus ke depan sambil menyabarkan diri menunggu ke mana suami akan membawanya. Wira menoleh. Ia tersenyum, tahu wanitanya sedang kesal. Mengusap kepalanya dengan sayang. "Sabar, ya, sebentar lagi kita sampai.'' "Terserah Mas lah," sahut Mita yang masih kesal. "Ibu, apa kita mau naik kuda?" tanya Dion yang duduk di kursi yang sama dengan ibunya. "Naik kuda?" Mita bingung hingga keningnya berkerut tetapi akhirnya mengingat ses

