Beberapa bulan kemudian. "Mas!" Mita muncul sambil meletakkan tas di atas kursi. Wira menoleh kemudian gegas bangkit berdiri dan menghampiri ketika melihat sang istri meringis sambil memegangi perut. "Kamu kenapa, Sayang?" "Aku mau melahirkan, Mas," jawab Mita dengan santai. "Hah lahiran? Ya udah, ayo. Kita ke rumah sakit," sahut Wira mulai panik. "Dion gimana, Mas?" "Udah bangun?" Mita menggeleng. "Masih tidur." "Ya udah, nanti aku telepon ibu deh. Biar ibu ke sini buat nemenin Dion. Tapi bajunya belum disiapin lho, Sayang. Kamu juga sih, mas mau siapin baju buat lahiran selalu aja kamu bilang gak usah." "Udah, tuh!" sahut Mita sambil menunjuk tas miliknya yang berukuran sedang dan sudah ia isi dengan barang seperlunya saja. "Hanya segitu?" "Aku mau lahiran, Mas, bukan mau lib
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


