Wira keluar dari mobil ketika ia tiba di halaman rumah ibunya. Di sana sudah ada mobil lain yang sedang terparkir. Gegas beranjak. Dari teras rumah ia mendengar suara laki-laki dan perempuan sedang tertawa. "Ayah!" panggil Dion sambil menghampiri. "Lihat, Ayah. Om Dokter beliin Dion mainan." Memperlihatkan mainan mobil-mobilan. "Dion kan udah punya banyak mainan di rumah," sahut Wira. "Tapi yang ini belum punya, Ayah," kilah Dion. Wira kemudian menoleh pada Damar yang sedang duduk di kursi ruang tamu bersama ibu dan istrinya. "Kenapa ada di sini? Bukankah kemarin sudah saya bilang jangan muncul lagi?" Ia terlihat gusar. "Kamu kan kemarin bilang, jangan muncul lagi di sini, di rumah kamu kan? Makanya aku datang ke sini aja. Gak salah kan?" sahut Damar dengan santai. Wira melongo. Tent

