129~ Menebus Kesalahan

1103 Words

Damar menyodorkan dus berisi donat ke depan adiknya. "Kalau mau, ambil aja. Jangan cuma diliatin," ujarnya. "Saya tidak mau," tolak Wira. "Nanti anaknya ngiler lho apalagi kamu ngalamin kehamilan simpatik," balas Damar lagi. Wira menatap sekilas tetapi akhirnya membuang pandangan ke arah lain. Ia kesal pada istrinya yang memberitahu tentang kehamilan dan kondisinya pada orang lain. "Aku tau dari Ane," imbuh Damar seakan mengerti apa isi kepala adiknya. Wira kembali menatap sekilas tanpa mengatakan apa-apa. "Makan lah. Ini juga makanan kesukaan kamu waktu kecil kan?" Damar berkata lagi sambil menatap lekat pria yang duduk di depannya. "Sok tahu." "Aku tahu." "Anda salah orang!" tehas Wira. "Benarkah? Tapi kamu mirip seperti adikku yang menghilang." "Hilang? Bukannya Anda sendiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD