128~ Donat

1108 Words

Damar tersenyum sembari membungkuk. "Hai, Dion." "Om Dokter mau ajak Dion jalan-jalan lagi?" tanya Dion. Damar melirik sekilas pada adiknya yang membuang muka ke arah lain lalu kembali menatap Dion. "Enggak, Sayang. Lain kali aja jalan-jalannya kalau dibolehin sama ayah Dion. Tapi om punya sesuatu buat Dion." "Punya apa, Om?" "Tunggu sebentar." Damar berlalu meninggalkan Dion dan Wira yang masih berdiri mengawasi. Dion menoleh pada ayahnya kemudian tersenyum sambil mendekati. "Ayah marah Dion Ngombol sama Om Dokter?" "Enggak, Sayang," jawab Wira, mencari aman karena jika ia mengatakan iya, Dion akan bertanya alasannya. "Jadi Dion boleh ngombol sama Om Dokter?" "Boleh." Wira tidak tega membuat anaknya kecewa. Dion tersenyum. "Makasih, Ayah." Dipeluknya pinggang sang ayah. Wira ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD