Bab: 21

1598 Words

“Hiks … hiks … mama … papa … jemput aku …” suara Lilian pecah di dalam paviliun yang sunyi, menggema pelan namun terasa menusuk. “Aku nggak sanggup … hidup sendirian di dunia ini, pah … aku nggak sanggup …” Tangisnya tak lagi bisa ditahan. Ia terisak dengan napas yang terputus-putus, tubuhnya sedikit membungkuk di tepi ranjang, kedua tangannya mencengkeram kain yang ada di dekatnya seolah itu satu-satunya hal yang bisa ia pegang agar tidak benar-benar jatuh. Di luar pintu, Lucas berdiri membeku. Setiap kata yang keluar dari bibir Lilian terdengar jelas, tanpa ada yang teredam. Dan justru karena itu, semuanya terasa jauh lebih menyakitkan. “Aku … di jual …” suara Lilian kembali terdengar, kali ini lebih pelan, namun justru lebih dalam. “Untuk melahirkan anak …” Kalimat itu seperti pisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD