Hari itu seharusnya Lucas tidak memiliki jadwal mengajar di kampus. Namun sejak pagi, pikirannya terus dipenuhi oleh satu hal yang tak bisa lagi ia tunda. Keputusan yang diminta oleh Brielle bukan sekadar permintaan biasa, melainkan sesuatu yang akan mengubah hidup mereka bertiga. Dengan langkah berat, Lucas akhirnya datang ke kampus hanya untuk satu tujuan menemui Lilian. Ia memarkir mobilnya di sudut parkiran yang sepi, jauh dari lalu lalang mahasiswa, seolah ingin menyembunyikan kegelisahan yang tak mampu ia kendalikan. Mesin mobil dimatikannya, namun ia tetap duduk diam di balik kemudi, menatap kosong ke depan. Tangannya menggenggam ponsel cukup lama sebelum akhirnya ia menghubungi Lilian. Tak butuh waktu lama, sosok gadis itu muncul dari kejauhan. Langkahnya ragu, bahunya sedikit me

