Part 23

1025 Words

Aku dilanda kepanikan yang mendalam. Juga kurasa bibirku sudah begitu pucat dan tubuhku seakan kaku. Malam ini benar-benar dingin sekali dan aku justru terdampar di tempat entah di mana akupun tak tahu. Mataku masih melirik Fathan yang terlihat masih berusaha mencari pertolongan di pinggir jalan ini. Namun sedari tadi, kendaraan yang berlalu lalang tidak ada yang berhenti satupun. "Lo kedinginan?" tanyanya mendekatiku. Aku hanya mengangguk karena bibirku sudah terasa begitu kaku. "Maafin gue, Liv. Gue gak tahu kalau ban motornya bakalan bocor begini." Aku hanya diam saja sembari menggosokkan kedua tanganku dan Fathan kembali mencari-cari seseorang yang mungkin saja bisa membantu kami. "Kenapa Jang?" seorang Bapak-bapak tua dengan gerobaknya berhenti tepat di depan kami. Aku menghembuskan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD