Dua puluh dua hari yang kulewati bersama Adio terasa nano-nano. Juga perasaanku saat ini. Semua yang aku alami selama dua puluh dua hari ini benar-benar membuatku semakin bingung. Jujur, perasaan ini belum hilang. Justru tumbuh semakin lebat karena setiap harinya. Adio seperti menyiram air agar perasaanku terus tumbuh. Perhatiannya, sikapnya, dan keputusannya yang mengakhiri hubungan dengan Teh Tika membuat aku menyadari satu hal, aku kembali masuk dalam jurangnya. Aku tahu, seharusnya aku tidak mengalami masa seperti ini lagi. Masa dimana aku kembali ingin memilikinya. Menjadikan dia seseorang yang selalu memberikan perhatiannya padaku. Perhatiannya yang seutuhnya. Hanya untukku. Aku tahu, sikap egoisku kembali. Ini yang kutakuti saat aku menerima tawarannya untuk tinggal bersamanya. "N

