Pernikahan

1172 Words
Hari yang paling ditakutkan oleh Nayra tiba, hari ini Nayra benar-benar memakai gaun pengantinnya. Nayra ditinggalkan sendirian didalam kamar hotel tempat dia melangsungkan acara pernikahan yang Nayra sendiri takjub karena sangat mewah. Bahkan kabarnya media televisi juga menyiarkan pernikahan ini, wajar pikir Nayra keluarga Afnan bukan keluarga sembarangan tentu banyak orang yang ingin melihat pernikahan dari seorang pembisnis nomor satu di Indonesia ini. "Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Alienski binti Sunaryo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," berakhir sudah harapan Nayra saat kata sah menggema sampai kedalam kamarnya. Dia benar-benar sudah menjadi seorang istri sekarang, seorang istri hanya untuk membayar hutang keluarganya, seorang istri yang tidak dicintai, dialah Nayra. Ceklek pintu terbuka, Nayra pikir yang datang adalah Afnan tapi dia bersyukur ternyata yang datang adalah Rio adiknya, Rio tampak gagah menggunakan jas yang melekat ditubuhnya. "Kakak..." ucap Rio tercekat dengan mata yang berkaca-kaca, selama ini mereka hidup bertiga, tapi setelah acara ini selesai dia hanya akan tinggal bersama dengan ayahnya. "Heiii.. kenapa kau jadi cengeng begini, kau tidak suka kakak menikah?" Rio menggeleng dia bahagia kakaknya menikah, tapi rasa tidak rela kakaknya meninggalkan dirinya membuat Rio rasanya ingin menangis. "Sudah jangan menangis, ingat seorang laki-laki harus kuat karena setelah nanti kau dewasa kau yang akan menanggung beban keluarga," bukannya Nayra mau membebani adiknya dengan kata-kata yang sering keluar dari mulut Nayra. Tapi Nayra ingin adiknya tidak menjadi lemah, dunia ini sangat keras jika adiknya lemah dia tidak akan bisa berani melewati hari-hari yang nantinya akan jauh lebih keras dari ini. "Kakak hari ini sangat cantik," puji Rio dengan jujur, hari ini Nayra tidak memakai kacamata nya dia menggunakan soflen, bukannya ingin kegeeran tapi dia juga takjub melihat wajahnya sendiri didepan kaca. "Kau ini bisa saja," ucap Nayra dengan malu-malu. "Oh.. aku hampir lupa, aku kemari ingin menjemput kakak, ijab kabul sudah selesai kakak disuruh keluar oleh mereka." Nayra berusaha menampilkan senyum didepan adiknya, pura-pura bahagia dengan pernikahan yang ternyata tidak ada hambatan sedikitpun. "Ayo..." Rio menaruh sebelah tangannya dipinggang agar Nayra menggandengnya untuk keluar. Dengan perasaan yang gugup Nayra menggandeng tangan adiknya bersiap keluar dan menjadi sorotan banyak orang hari ini. Pintu tempat berlangsungnya acara terbuka menampilkan Nayra yang cantik dengan balutan gaun sederhana, semua orang mulai berbisik-bisik kagum dengan aura yang terpancar dari Nayra hari ini. Diana menyenggol lengan Afnan yang tidak berkedip melihat Nayra, "Terpesona heh," goda Diana sambil cekikikan tertawa kecil. "Wah mah aku tidak menyangka kakak ipar bisa secantik ini, dia seperti orang yang berbeda dari yang kita temui tempo hari," ucap Keyra yang berdecak kagum kepada Nayra. Benar kenapa dia seperti orang yang berbeda, harus aku akui dia terlihat cantik hari ini, aku saja sempat dibuat kagum dengan kecantikannya. Nayra sudah sampai dan langsung duduk dibantu oleh Rio disebelah Afnan. "Silahkan kedua mempelai menandatangani buku nikahnya," ucap penghulu dengan menyodorkan dua buku kecil dihadapan Nayra dan Afnan. Setelah semuanya selesai barulah mereka berdua akan dipajang diatas pelaminan, "Ayo.." Afnan mengkode agar Nayra menggandeng tangannya. Dengan ragu Nayra menaruh tangannya dilingkarkan yang sudah dibuat oleh Afnan, berjalan beriringan dengan Afnan seperti raja dan ratu. "Terima kasih ya besan sudah memberikan putrimu yang cantik pada kami," ucap Diana pada Sunaryo yang masih menatap Nayra dengan tatapan yang berkaca-kaca. "Aku berjanji akan menjadikan Nayra bukan hanya sebagai menantuku tetapi sebagai anakku sendiri." "Terima kasih besan, Nayra putriku yang berharga, setelah ibunya meninggal dia yang menggantikan sosok ibunya untuk aku dan adiknya, Nayra adalah gadis yang kuat tapi dia sebenarnya rapuh didalam, dia hanya tidak suka terlihat lemah dihadapan orang lain." "Jadi tolong ya jaga Nayraku dengan baik, kalau Nayra melakukan kesalahan aku tidak masalah dia ditegur, tapi tolong tegur dia dengan cara yang baik," pinta ayah Nayra penuh harap. "Tentu saja besan kau tidak perlu khawatir," janji Diana yang meyakinkan Sunaryo bahwa dia memberikan Nayra pada keluarga yang tepat. Diatas pelaminan Sunaryo menatap putrinya yang mengembangkan senyum, anaknya sangat cantik hari ini, sama persis seperti ibunya. Sayang anak kita menikah hari ini, dia begitu cantik sama sepertimu, kau melihatnya dari atas sana bukan, kau juga bahagia kan melihat anak kita menikah dengan pilihannya sendiri. Tadinya Sunaryo sempat takut tidak ada yang menginginkan anaknya, melihat kondisi mereka yang susah dan terlilit hutang, serta anaknya yang tidak pernah terlihat dekat dengan laki-laki membuat Sunaryo cemas tentang pernikahan Nayra. Tapi syukurlah ketakutannya tidak terbukti sekarang sudah ada laki-laki yang bisa menggantikannya menjaga Nayra seumur hidupnya. Ahh tidak selama beberapa tahun ini, bukan dia yang menjaga Nayra, tapi Nayra lah yang menjaga dan menjadi tulang punggung untuk keluarga mereka. "Tersenyumlah selagi kau masih bisa tersenyum," bisik Gama ditelinga Nayra, sambil pura-pura senyum agar orang-orang didepannya tidak curiga pada dirinya. "Bisakah kau mengancam ku nanti saja, kau tidak lihat didepan sana banyak pasang mata termasuk orang tua kita yang sedang memandang kemari, kalau sampai aku menangis disini, kau juga yang akan malu bukan," balas Nayra seolah tidak merasa tertekan sedikitpun. Sial dia ini tidak merasa takut sedikitpun apa, tidak tidak kau pasti bisa membuat hidupnya menderita Afnan, sama seperti dirinya yang sudah membuatmu menderita karena pakaiannya yang mengingatkanmu dengan masa lalumu. "Aku jadi tidak sabar, mencicipi tubuhmu yang sudah aku beli." Kali ini Nayra tidak bisa berpura-pura lagi bahwa dia takut dengan ancaman Afnan yang satu itu, lihat saja tubuhnya sudah menegang sekarang. Ohh jadi dia bisa takut juga, kau takut aku sentuh ya, tenang sayang aku akan mewujudkan ketakutanmu sebentar lagi. Aku jadi tidak sabar merasakan bagaimana rasanya melakukannya dengan perawan, apakah rasanya akan sangat nikmat. Selama ini memang Afnan tidak pernah tidur dengan gadis perawan, dia selalu memilih wanita yang sudah profesional agar bisa memuaskan dirinya. Afnan sangat malas bekerja untuk membuat wanita-wanita itu mendesah tidak karuan, tapi tidak seperti itu saja banyak wanita yang rela melemparkan tubuhnya dengan suka rela pada Afnan. "Nayra... selamat ya wahh sekarang kau sudah jadi nyonya ya tidak perlu lagi berjaga roti," canda sella yang naik memberikan ucapan selamat pada sahabatnya itu. Sella pikir dia tidak akan diundang oleh Nayra, tapi ternyata tidak sahabatnya itu tidak melupakan dirinya, bahkan Nayra memberikan dirinya dress code untuk dirinya datang kemari. "Kau ini bisa saja, tapi terima kasih ya sudah datang." "Tentu saja aku datang, heii tuan tolong jaga sahabat ku yang satu ini ya, kau tahu dia ini sering sembunyi-sembunyi menangis jadi nanti temukan dia ya," pesan Sella yang memang beberapa kali memergoki Nayra yang menangis. Afnan tersenyum, tentu saja karena sekarang dia akan menangis dihadapan ku, aku akan menemukannya jika pun dia menangis secara sembunyi-sembunyi, melihatnya menangis adalah kebahagiaan untukku. "Tentu saja aku akan menjaga nya dengan baik," ucap Afnan sambil melingkarkan tangannya dipinggang Nayra. "Wah Nay kau beruntung sekali mendapatkan suami yang sayang padamu, aku jadi iri dan ingin seperti dirimu." Jangan Sell jangan seperti aku, kau harus menikah dengan laki-laki yang mencintai dirimu dan kau juga cintai, apa gunanya menikah dengan lelaki kaya jika ini hanya sebuah pernikahan yang semu. Cukup aku Sell wanita yang merasakan sakitnya, kau tidak boleh aku tidak mau melihat kau bernasib sama sepertiku. Tapi semua nya hanya tertahan dihati Nayra, dia hanya bisa tersenyum menanggapi decak kagum Sella pada dirinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD