Aku sempat mengelus dadaku sejenak, karena tiba-tiba saja jantungku bereaksi, mungkin karena terkejut akan Ina tadinya.
Begitu indah nada-nada biolanya, walau aku tak tahu musik apa yang dia mainkan jelasnya, namun ku sudah menyukainya.
Tepatnya aku telah tertarik kepadanya, namun ku merasa sedikit tidak nyaman, dan kenapa ya,? tapi... aku merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya.
Seperti ada sesuatu yang menarik hatiku. Kami berdua sekarang sedang mendengarkan lajunya bunyi biola, terkadang pengajarku memandangiku dan memperhatikan.
Dia pun juga terdiam lalu matanya seperti menerawang dan memikirkan sesuatu. Hal itu berlangsung selama beberapa detik bahkan hingga satu menit.
Tidak ada kata-kata selama waktu itu berjalan, dan kami mendengarkan saja bunyi biolanya sampai selesai. Aku merasa pada hari ini cukuplah istimewa, seolah-olah sulit bagiku untuk dapat melupakannya.
PENGAJAR GITARKU
Hmm... aku sudah berpikir tadinya, mungkin karena bunyi biolanya yang bagus. Aku saja sampai sempat terdiam sejenak, ketika mendengarnya.
Padahal dia masih sekolah, tapi... wanita ini sepertinya punya kemampuan yang lebih, dan aku telah merasakannya, namun ia sedikit berbeda dengannya Shesi.
Kalau Shesi belum begitu mantap dan masih dalam tahap belajar, tapi sudah bisa dikatakan bagus permainannya. Soalnya aku pernah mendengarnya pada beberapa minggu yang lalu.
Aku tidak begitu perduli, mereka kan hanya les dan latihan saja disininya, tapi..., nampaknya Ina dan Shesi itu orangnya cukup berada.
Karena setiap mereka datang ke kursusan, dan biasanya selalu menggunakan mobil, aku rasa begitu, pengajarku berkata.
ZONIX HAGIRAY
Aku mendengarkan dan memperhatikan, kemudian ku bertanya kepada pengajarku, apakah Ina pada setiap minggunya selalu datang kesini,? karena begitu banyak yang berkursus di SMC ini. Hal tersebut agar aku tidak lupa dan tahu kapan dirinya berkursus lagi, sehingga ku bisa bertemu dengannya.
"Apakah dia setiap minggunya kursus disini Pak,?" Tanyaku, karena aku ingin mengenalnya Ina dengan pelan dan perlahan-lahan.
"Ya mungkin saja, dan pada biasanya juga seperti itu," Kata pengajarku.
Aku cukup lega mendengar penjelasannya, kemungkinan minggu depannya ku akan berjumpa lagi dengannya.
Aku mendengarkan biolanya sampai pengajarku menyuruh masuk ke dalam kelas, berhubung pada sore ini SMC note cukup sepi, ruang tunggunya jadi tampak luas dan bisa leluasa.
Beberapa saat setelahnya aku masuk ke kelasku, dan kami latihan gitar bersama-sama.
"Ayo kita masuk ke kelas Zon,! saya rasa sekarang sudah waktunya kita latihan, mari,!" Katanya dia.
"Baik Pak," Kataku dan mulai berdiri, lalu berjalan menuju ruangan kelas yang ada di lantai utama, letaknya hampir bersebelahan dengan ruangannya Ina.
Aku masuk ke ruang SMC Note 3, karena tertulis di atas pintunya seperti itu. Sedangkan İnanya ada di ruangan 5, dan sepertinya begitu.
Aku melihat-lihat seisi ruangan yang penuh dengan alat musik, terutamanya bass, gitar dan ada juga keyboard serta pianonya.
Aku langsung duduk dan memegang gitar yang bagus, amplifiernya jugalah mantap, yakni bermerk SoundRi Engine Musikal, atau lebih dikenal dengan SEM.
Sedangkan gitarnya adalah merk Seniya, dan itu sedang populer pada tahun 2011 hingga sekarang ini, bahkan banyak para musisi muda yang menggunakannya ketika manggung disana-sini.
Kemudian bassnya terpajang saja, dan bermerk NomiNote Bass. Aku dengar-dengar, katanya alat musik bass itu adalah ciptaan dari kursusan Nomi Musik, dan sepertinya kustom.
Tapi aku pernah mendengar bunyinya, dan itu sangatlah bagus, bahkan seperti bass-bass yang berharga mahal.
"Permisi Pak," Sambil duduk aku bertanya kepadanya,"Kalau Bass ini boleh dimainkan ya Pak,? dan apakah bagus,?" Tanyaku padanya, karena aku melihat bentuk dan modelnya begitu elegan, lalu juga aku ingin tahu.
"Iya kenapa,? Oh bassnya ya, boleh dimainkan, dan itu bass terbaru dan terbaik pada saat ini ya, banyak yang menggunakannya, itu kustom ciptaannya dari Nomi Musik loh Zon," Dia memperbolehkan dan juga menjelaskannya kepadaku.
Aku cukup terkesima ketika melihat alat-alat di ruangan ini, cukup lengkap dan bagus digunakan kalau untuk berlatih, terutamanya ketika berpraktek.
Pengajarku masih melihat buku modul dan mempersiapkan hal yang lainnya. Pada biasanya memang seperti itu, yakni sekitar 3 sampai lima menit barulah kami mulai belajarnya.
Aku rasa akan cukup lama berkursusnya, mungkin sekitar 30 sampai 45 menit lamanya, namun pada saat ini aku sedikit pecah konsentrasiku. Hal itu dikarenakan pikiranku lagi tidak fokus, karena telah mendengar adanya bunyi biola yang samar-samar terdengar.
Bahkan pikiranku seperti telah berada di tempat lainnya, maka dari itu fokusku menjadi berkurang. Aku memegang gitar tapi tak begitu bersemangat, karena ku telah berpikir untuk pindah les ke biola atau piano saja.
"Hey,! bagaimana Zon gitarnya,? bagus kan,?" Tanyanya Pengajarku.
"Emm iya Pak, cukup bagus kok, kalau gitar Seniya ini, menurut Bapak gimana ya,? apakah bagus untuk latihannya,?" Tanyaku dan ingin tahu.
"Ya baguslah Zon, apalagi amplifiernya, dan itu sekarang sedang marak-maraknya loh, bahkan sering dipakai pada saat konser," Kata dia.
"Oh begitu ya Pak, amplifier SoundRi Engine Musikal ini ya Pak,?" Tanyaku, soalnya yang ada di ruangan ini adalah tipe sedang, yakni yang biasa digunakan untuk berlatih, namun bukan untuk berkonser.
"Iya itu, SoundRi Engine Musikal, dan ada tulisannya di atas tombol-tombolnya Zon, yakni SEM, dan itu sedang populer loh," Katanya dia menjelaskan.
Aku biasanya memakai amplifier biasa yang ada di rumahku, namun sudah mencukupi jika ingin berlatih dan mengasah kemampuanku.
Bila aku lihat, ternyata SMC Note ini benar-benar menyuguhkan kelas dan kursusan yang berkelas, tapi... biayanya juga tidaklah murah, tentunya berkompetisi dengan yang lainnya.
Ada juga kursusan lainnya yakni di Nomi Musik, tapi katanya mereka, kalau disitu hanya menerima les bass, gitar, piano, dan vokal saja, sedangkan biola tidak ada, namun... kursusannya juga setara dengan SMC.
PENGAJAR GITARKU
Hmm... aku lebih senang mengajar di Nomi Musik daripada SMC, soalnya disini ramai dan jadwalnya padat banget, kalau di Nomi aku bisa sedikit leluasa.
Disana para muridnya banyak dari kalangan mahasiswa, tidak seperti di SMC, kalau disini ada yang masih bersekolah, tentu hal itu merupakan sebuah perbedaan.
Aku rasa tidak apa-apa, selagi kita masih ingin belajar dan berkembang, apapun kursusannya dan sistemnya, tidaklah menjadi masalah, karena yang terpenting adalah belajar.
Aku banyak mengajar para mahasiswa dan ada juga yang masih sekolah, tentu adanya perbedaan, terutamanya ketika mendiskusikan, memaparkan, menjelaskan, dan juga mentransfer pembelajaran kepada mereka.
"Permisi Pak, saya masih belum begitu lancar materi sequence, bending dan pengulangan frase melodinya, seperti yang ada di buku modulnya, dan nanti bagaimana ya Pak,?" Tanyaku padanya sambil memegang gitar.
"Ya baik. Oh tidak apa-apa Zon, tenang saja,! nanti kita pelajari dan ulangi lagi, pokoknya harus bisa lancar ya,!" Seruannya dia padaku.
Hal itu sering terjadi, aku rasa satu minggu pertemuan itu cukuplah cukup, mungkin mereka berlatihnya kurang serius dan terjadwal, sehingga terkadang tidak lancar dan tak menguasainya dengan baik.