bc

Raniesha & Raniella

book_age16+
220
FOLLOW
1.2K
READ
family
playboy
goodgirl
sweet
bxg
serious
campus
office/work place
first love
like
intro-logo
Blurb

Keluarga yang awalnya Raniesha fikir adalah keluarga yang begitu sempurna yang ia miliki ternyata adalah keluarga yang menghancurkan kehidupannya. Banyak hal yang membuat Raniesha berfikir bahwa dirinya hanyalah benalu untuk keluarga yang ia cintai itu.

Sebuah harapan pada akhirnya muncul disaat Raniesha putus asa dengan hidupnya, kehadiran Elvano yang ia fikir akan berakhir seperti hubungannya dengan Devan ternyata adalah kebahagiaan yang selama ini ia cari, ia menemukan sosok seorang ayah pada sikap Elvano yang begitu dewasa serta bijaksana, namun lagi-lagi harapan itu redup dengan kehadiran Claudia yang menghancurkan semuanya.

Pada akhirnya Raniesha menyerah, ia hanya berpasrah pada takdirnya akan seperti apa, akankah dirinya bahagia atau hancur begitu saja dengan semuanya.

chap-preview
Free preview
Part 1
Odellina menangis terharu ketika tangan mungil itu menggenggam jari telunjuknya, airmatanya yang menetes begitu saja ketika melihat anak tanpa dosa tersebut ditinggalkan begitu saja disebuah panti asuhan, ia bersyukur bisa dipercaya untuk menjadi orangtua dari anak mungil tersebut, bersama dengan Anugrah sang suami yang begitu mencintainya dan selalu mendukungnya, mereka pun membawa bayi itu pulang dengan begitu bahagianya. Setelah penantian mereka selama 3 tahun usia pernikahan yang belum dikaruniai seorang anak, kini mereka telah memiliki seorang anak yang akan mereka rawat sebagai anak kandung mereka sendiri, dengan janji yang telah mereka buat bahwa tak satupun dari mereka yang suatu hari nanti akan mengatakan bahwa anak itu bukanlah anak mereka meskipun dalam keadaan semarah apapun. “Kamu sudah punya nama untuk anak ini?” tanya Anugrah kepada sang istri yang masih memandang wajah bayi mungil itu dengan senyum yang terus merekah. “Sudah, nama yang indah telah aku siapkan Mas” ucap Odellina. “Raniesha Saabira” ucap Odellina. “Nama yang indah” ucap Anugrah tersenyum, Odellina tersenyum ketika memberika nama itu untuk bayi tersebut. “Kok ada ya yang tega membuang bayi secantik ini, kita yang sudah menunggu selama 3 tahun belum juga mempunyai seorang anak, tapi mereka yang dimudahkan untuk memiliki malah menyia-nyiakan seperti ini” ucap Odellina. “Sudahlah, jangan bicara seperti itu, ini sudah takdir, dengan kita mengadopsi anak ini, dia akan mendapatkan kasih sayang dari orangtua” ucap Anugrah. “Kamu benar Mas, terima kasih banyak yah” ucap Odellina. “Sama-sama sayang, aku hanya ga mau kamu sedih setiap kali menantikan buah hati kita, aku ingin kita sama-sama berjanji akan merawat Raniesha dengan baik, dan tidak akan pernah mengatakan padanya bahwa kita bukanlah orangtua kandungnya, semarah apapun itu” ucap Anugrah, Odellina tersenyum. “Aku janji Mas, aku janji akan merawatnya dengan sebaik mungkin” ucap Odellina, mereka pun mensyukuri apa yang saat itu mereka miliki, mereka tidak peduli dengan omongan orang lain tentang mereka yang selalu bertanya kenapa belum mempunyai seorang anak. Hari itu juga mereka memutuskan untuk pindah dari tempat tinggal mereka di Surabaya dan pindah ke tempat yang jauh dari tempat asal mereka ke kota Bandung, mereka ingin memiliki kehidupan baru dengan putri mereka bernama Raniesha. “Mahhh, Papa berangkat dulu ya, udah telat, ada meeting pagi ini” ucap Anugrah. “Papaaaaa” ucap Raniesha kecil yang sedang belajar bicara. “Haii sayang, jaga Mamah dirumah yaaa” ucap Anugrah mencium pipi Raniesha. “Ini bekalnya, nanti dimakan ya di kantor” ucap Odellina memberikan kotak bekal kepada Anugrah, Anugrah menerimanya dan mencium kening Odellina. “Makasih sayang, aku pergi ya” ucap Anugrah. “Hati-hati ya” ucap Odellina menggendong Raniesha. “Daahhhh Papaaaa” ucap Odellina memegang tangan Raniesha sembari melambaikan tangannya, mereka masuk ke dalam rumah setelah Anugrah berangkat, Odellina yang baru saja masuk merasakan pusing dikepalanya, ia pun memegang sofa agar dirinya tidak jatuh. “Imaaaa” panggil Odellina kepada seorang ART nya sekaligus seorang pengasuh. “Iya bu, ada apa?” tanya Ima. “Tolong pegangin Raniesha, kepala aku pusing banget tiba-tiba” ucap Raniesha,Ima langsung menggendong Raniesha, Odellina pun langsung duduk di sofa, ia merasakan tubuhnya panas dingin. “Ibu sakit? Aku panggilin dokter ya, atau mau aku ambilin obat?” tanya Ima, ia pun panik, karena selama ini ia tak pernah melihat Odellina sakit. “Engga usah, paling ditidurin sebentar sembuh kok” ucap Odellina, Ima pun duduk dan mengajak Raniesha bermain didepan tv, Odellina hanya melihat sembari merebahkan tubuhnya di sofa, ia merasakan seluruh tubuhnya yang begitu lelah. Odellina begitu senang ketika melihat pertumbuhan Raniesha yang semakin meningkat, tak terasa usia Raniesha yang sudah menginjak umur 2 tahun, ia bersyukur kehidupannya begitu bahagia sejak kehadiran Raniesha, ia juga melihat Raniesha yang semakin pintar bicara dari hari ke hari. “Mamaaaaa” ucap Raniesha berjalan kearah Odellina dengan membawa mainannya seakan mengajak sang ibu untuk bermain. “Haii sayangg” ucap Odellina lemas. “Mamaa” ucap Raniesha mengayunkan mainannya dihadapan Odellina, Odellina yang merasakan tubunya semakin tidak enak pun seketika terpejam begitu saja dan semuanya gelap. “Buuuuu, Ibuuuuuuuu” ucap Ima panik ketika melihat majikannya tiba-tiba terpejam, ia langsung berlari mengambil telfon rumah itu untuk menelfon Anugrah. “Paakkkk tolong, ibu pingsan, saya bingunggggg” ucap Ima saat Anugrah mengangkat telfon itu. “Kamu segera telfon dokter, sekarang, saya akan pulang segera” ucap Anugrah panik, padahal dirinya pun baru saja selesai meeting. “Andi tolong kamu handle untuk meeting selanjutnya, saya harus pulang, istri saya pingsan” ucap Anugrah kepada Andi sekretarisnya. “Baik pak” ucap Andi sigap, Anugrah pun langsung mengambil kunci mobilnya dan pulang ke rumahnya. Anugrah turun dari mobilnya dengan begitu panik, ia pun berlari masuk ke dalam rumah, ia melihat Ima yang sedang mengendong Raniesah yang sedang menangis memanggil ibunya. “Imaaaa, gimana Odellina?” tanya Anugrah panik. “Ibu lagi dikamar diperiksa dokter Pak” ucap Ima, Anugrah langsung berlari menuju kamarnya, ia begitu khawatir dengan keadaan sang istri yang begitu ia cintai. “Linaaaa” ucap Anugrah begitu masuk ke dalam kamarnya, Odellina melihat Anugrah yang begitu panik, ia pun tersenyum saat Anugrah menghampirinya. “Dok, istri saya kenapa?” tanya Anugrah. “Maassss, aku baik-baik aja kok” ucap Odellina. “Selamat ya pak, istri bapak sedang mengandung” ucap dokter tersebut tersenyum, Anugrah dan Odellina kaget mendengar hal itu. “Saya hamil dok?” ucap Odellina kaget. “Iya ibu hamil, maha kehamilannya sudah 4 minggu, ini resep yang harus ditebus, untuk menguatkan kandungan ibu yang lemah, tolong segera ditebus ya pak” ucap dokter tersebut memberikan sebuah resep yang telah ia tulis kepada Anugrah, Anugrah menerima resep itu dan menatap Odellina, Anugrah menatap Odellina dan langsung memeluknya, ia menangis terharu mendengar kabar baik itu, Odellina juga merasakan apa yang Anugrah rasakan. “Sekali lagi selamat ya pak, saya permisi dulu, sebaiknya kandungannya rutin untuk diperiksa, saya sudah memberikan jadwalnya di buku itu” ucap dokter tersebut. “Terima kasih banyak dok, terima kasih” ucap Anugrah, senyum diwajahnya pun tak lepas sejak hari itu, ia semakin perhatian kepada Odellina, meskipun begitu kasih sayang mereka untuk Raniesha tak pernah terlupakan, mereka sudah berjanji akan tetap menyayangi Raniesha seperti biasanya. Bulan demi bulan pun mereka lewati dengan penuh kebahagiaan, bahkan anak yang sudah mereka tunggu-tunggu pun lahir dengan selamat, bayi perempuan yang begitu cantik menambah kebahagiaan pasangan itu, Raniesha yang semakin mengerti bahwa dirinya mempunyai seorang adik ikut merasakan kebahagiaan orangtuanya kala itu. “Raniella Sabrina, semoga kelak kamu menyayangi kakak kamu seperti kamu menyayanginya ya nakk” ucap Odellina, Anugrah begitu bersyukur memiliki istri seperti Odellina, rasa cintanya sejak dulu tak pernah sekalipun memudar. “Nama yang indah” ucap Anugrah tersenyum. Mereka merawat kedua anak itu dengan penuh cinta yang sesungguhnya, begitu penuh perjuangan untuk mereka mendapatkan kebahagiaan seutuhnya seperti saat itu, Odellina selalu bersyukur dajn berharap anak-anaknya tumbuh saling mencintai satu sama lain, meskipun ia sedih mendengar perkataan dokter saat dirinya melahirkan Raniella. “Pendarahannya terlalu serius, jika tidak segera ditangani kemungkinan tumornya akan semakin menyebar kesulur tubuhnya, kami harus mengangkat rahim bu Lina agar beliau bisa diselamatkan, dan hal itu mustahil untuk ibu mengandung anak lagi” ucap dokter tersebut, Odellina dan Anugrah begitu sedih akan hal itu, mereka masih berharap jika nantinya akan diberikan keturunan lagi. “Mass, aku ga apa-apa, kita sudah punya Raniesha dan Raniella, itu sudah cukup buatku” ucap Odellina saat melihat Anugrah begitu sedih, meskipun telah divonis mengidap tumor rahim sejak usia kandungannya 6 bulan, namun Odellina tetap mempertahankan bayinya sampai lahir meski ia tahu bahayanya. Anugrah pun akhirnya menyetujui tindakan dokter untuk operasi pengangkatan rahim Odellina, ia sedih melihat orang yang dicintainya begitu banyak berjuang hanya untuk memberikan keturunan. “Mamaaaaaa” panggil Raniesha saat keluar dari gerbang sekolahnya. “Hai sayaaanggg” ucap Odellina ketika Raniesha memeluknya. “Liatt ini, Ica dapet nilai 100” ucap Raniesha tersenyum bahagia menunjukkan lukisannya kepada Odellina. “Ohh yaa, wahhh anak Mamah hebat, Ica gambar apa nih” ucap Odellina. “Gambar keluarga, ini Papa, ini Mamah, ini Ica, dan ini Ella” ucap Raniesha menunjukkan satu persatu gambar itu, Odellina begitu bangga melihat Raniesha yang tumbuh dengan pintar. “Cantik sekali, selamat yah anak Mamahhh” ucap Odellina mencium kening Raniesha kecil. “Sama-sama, adek Ella mana?” tanya Raniesha. “Adek Ella bobo dirumah, jadi ga ikut jemput Ica” ucap Odellina. “Ohh, ayuk pulang, Ica pengen ketemu adek Ella” ucap Raniesha, mereka pun pulang ke rumah. Odellina dan Anugrah begitu memperhatikan tumbuh kembang kedua anaknya, mereka selalu melakukan yang terbaik agar kedua anaknya tetap mendapatkan kasih sayang yang utuh dari mereka, Raniesha yang sikapnya begitu dewasa pun sudah begitu terlihat bahkan sejak ia kecil, dan sikap Raniella yang begitu manja, mereka pun saling menyayangi dan tak bisa terlepas. * 15 Tahun kemudian… “Selamat ulang tahun yang ke 20 adikkuuuuuuuuuu” ucap Raniesha saat Raniella membuka pintu kamarnya, Raniella pun kaget saat melihat kakak dan kedua orangtuanya memberi kejutan saat tengah malam untuknya. “Kakak” ucap Raniella kaget. “Ucap permohonan dong” ucap Raniesha, Raniella pun memejamkan matanya dan memohon keinginannya didalam hati, airmatanya menetes bahagia mempunyai keluarga yang begitu lengkap saat itu. Raniella meniup lilin tersebut, dan memeluk Raniesha begitu erat, ia bersyukur memiliki kakak seperti Raniesha yang begitu menyayanginya dan kedua orangtua yang tak pernah membedakan kasih sayang mereka berdua. “Selamat ulang tahun ya sayang” ucap Odellina memeluk putrinya tersebut. “Makasihh Mamahh” ucap Raniella. “Papaaaaa” ucap Raniella memeluk Anugrah. “Selamat ulang tahun anak Papa” ucap Anugrah. “Makasih banyak semuanya, sekarang mana kado untuk Ella?” ucap Raniella, Raniesha melihat kedua orangtuanya tertawa, Raniella yang dikenal sangat manja sudah menjadi hal yang biasa untuk mereka, Raniella mendapatkan kado yang berbeda dari mereka bertiga, ia pun masuk ke kamarnya dan membuka kado dari mereka satu persatu. “Kado dari Mamah” ucap Raniella, ia membuka sebuah kotak yang tidak begitu besar, ia melihat sebuah gaun berwarna matcha yang begitu indah, sesuai dengan warna favorite nya. “Aahhh indah sekaliiii” ucap Raniella, selanjutnya ia membuka kado dari sang ayah yang terlihat begitu kecil, ia melihat sebuah kunci modil didalam kotak tersebut dan betapa kagetnya ia saat mengetahui itu kunci apa, ia pun melompat ditempat tidurnya mendapatkan hadiah yang selama ini ia inginkan, yaitu sebuah mobil. “Dan ini yang terakhir, dari kak Ica” ucap Raniella membuka kotak kado yang sama besarnya dengan milik sang ayah, ia melihat sebuah kalung emas dengan ukuran namanya yang begitu indah, ia pun langsung mengenakan kalung pemberian sang kakak tersebut, ia terlihat semakin cantik mengenakan kalung itu. “Gimana? Suka?” tanya Raniesha berdiri dipintu kamar Raniella. “Kak Ella” ucap Raniella berlari memeluk Raniesha. “Makasihh banyak, aku suka bangetttt” ucap Raniella, Raniesha tersenyum, ia bersyukur kini telah bisa membelikan kado dari hasil pekerjaannya pertama kali untuk sang adik. “Btw itu hasil dari gaji pertama kakak loh” ucap Raniesha. “Seriusss?” tanya Raniella kaget, Raniesha hanya menganggukkan kepalanya, Raniella begitu berterima kasih kepada Raniesha, hidup mereka benar-benar sempurna kala itu. “Makasih ya, kamu hati-hati ke kampus” ucap Raniesha saat turun dari mobil Raniella. “Shippp, Ella udah punya sim kok, tenang aja, kakak yang semangat yah kerjanya” ucap Raniella. “Oke, byeee” ucap Raniesha. “Byee kak’ ucap Raniella. Raniesha masuk ke dalam kantornya, ini bulan kedua ia bekerja diperusahaan itu dibagian keuangan, ia begitu senang bisa bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya, ia berkali-kali menolak keinginan sang ayah yang menyuruhnya untuk bekerja diperusahaan milik Anugrah, Raniesha hanya ingin sukses dengan usahanya sendiri, ia tak ingin begitu mengandalkan kekayaan orangtuanya. “Duhhh kok ga bisa ya, kenapa nih” ucap Raniesha saat mencoba menghidupkan komputer di meja kerjanya. “Laporin aja ke bagian IT Ca, akhir-akhir ini komputer emang suka update, jadi banyak yang error” ucap Fatma teman kerja dibagian yang sama dengan Raniesha. “Begitu ya” ucap Raniesha menggaruk kepalanya meski tidak gatal. “Aku telfonin Devan yah, biasanya dia yang suka benerin” ucap Fatma menawarkan bantuan. “Oke, makasih ya” ucap Raniesha, tak lama kemudian seorang pria pun datang, Raniesha belum pernah melihat pria itu di kantornya, senyum pria itu yang membuat hari Raniesha seakan berbunga. “Kenapa komputernya?” tanya Devan saat masuk ke ruangan itu. “Ehmm disini pak, komputernya mati” ucap Raniesha. “Ohh itu, sebentar saya cek” ucap Devan, Raniesha memperhatikan pria itu yang sedang memperbaiki komputernya dengan begitu lihai. “Kamu anak baru ya?” tanya Devan. “Hahh? Aku?” tanya Raniesha. “Iya kamu, aku belum pernah lihat kamu disini” ucap Devan. “Ohh iya, ini bulan kedua aku disini” ucap Raniesha, Devan mengangguk mengerti. “Udah lama dong sebulan, baru ini aku lihat” ucap Devan, Raniesha tersenyum, ia pun juga belum pernah melihat Devan selama bekerja disini. “Oke, sudah bisa nih, kabel belakangnya sudah kendor, nanti akan saya ganti, untuk sementara masih bisa digunakan” ucap Devan. “Makasih banyak ya” ucap Raniesha, ia pun duduk di meja kerjanya saat melihat komputernya telah menyala. “Ehmm, oh ya, kenalin, aku Devan” ucap Devan mengulurkan tangannya, Raniesha memperhatikan sekitarnya yang begitu sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. “Raniesha, panggil aja Ica” ucap Raniesha membalas tangan Devan, Devan tersenyum manis, ia terpesona dengan kecantikan yang dimiliki oleh Raniesha yang menurutnya begitu unik. “Okey Ica, selamat bekerja” ucap Devan pergi meninggalkan Raniesha dengan senyuman yang membekas dihati Raniesha. “Hati-hati, playboy kelas kakap tuhh” ucap Fatma, Raniesha pun tertawa. “Benarkah?” tanya Raniesha. “Yah begitulah, sudah banyak korbannya disini, termasuk aku” ucap Fatma tertawa, Raniesha tak menyangka bahwa Devan memiliki cap yang buruk, padahal baru pertama kali itu ia mengenal seorang pria. “Tapi dia baik sih, mungkin aja sama kamu serius” ucap Fatma kembali, Raniesha hanya tersenyum malu, ia sendiri pun tidak ingin buru-buru memiliki kekasih, karena ia sudah bahagia dengan keluarganya. “Haii Ca” Raniesha melihat ada pesan masuk di grub chat kantornya yang khusus digunakan untuk karyawan berkomunikasi saat di kantor. “Ini aku Devan” Raniesha membuka foto profil yang ada dichat itu dan benar saja itu pria yang tadi. “Hai” balas Raniesha, Devan tersenyum melihat balasan dari Raniesha. “Ada yang udah pernah lihat anak baru di bagian keuangan ga? Aku denger orangnya cantik” ucap salah seorang teman Devan. “Serius? Secantik apa?” tanya teman lainnya, Devan hanya ingin mendengar mereka bicara tentang Raniesha. “Yah cantik pokoknya, masih muda juga, bahkan paling muda disana dibandingkan dengan Fatma, mantan gebetan Devan” ucap pria tersebut melirik Devan. “Apaan lo nyebut-nyebut nama gue” ucap Devan. “Hahahaha, jujur aja deh lo, pasti elo udah liat kan, secara elo cowok paling playboy disini” ucap pria tersebut. “Ohh ya, terus kalo gue udah lihat kenapa? Mau saingan lo sama gue?” tantang Devan, mereka pun tertawa, mereka sadar bahwa diantara mereka semua Devan lah yang paling tampan dan menarik perhatian. “Mau makan siang bareng ga? Hari ini” balas Devan di grup chat tersebut. “Maaf aku ga bisa” balas Raniesha. “Ehmm kenapa? Kalo boleh tau” balas Devan. “Aku bawa bekal dari rumah, sorry ya” balas Raniesha. “Terus kamu makan bekal dimana?” balas Devan. “Pantry” balas Raniesha. “Aku tau tempat yang bagus, dijamin kamu suka” balas Devan, Raniesha tampak berfikir sejenak, apakah ia harus menerima tawaran Devan atau tidak. “Gimana? Aku janji, kalo kamu ga suka, kamu bisa langsung pergi” balas Devan, Raniesha pun tidak enak menolak tawaran itu. “Oke” balas Raniesha. “Yessss” ucap Devan senang, ia melirik teman-temannya yang memperhatikan dirinya. “Cewek mana lagi?” tanya Joe teman pria yang tadi. “Kepo banget lo” ucap Devan. “Heemmmm kapan lo kena karma” ucap Joe, Devan pun tak peduli dengan apa yang dikatakan teman-temannya soal dirinya, selagi ia belum menemukan seseorang yang membuat hatinya jatuh sejatuh-jatuhnya ia tak akan pernah berhenti. Devan menunggu Raniesha didepan ruangannya setelah jam makan siang tiba, ia tersenyum ketika Raniesha keluar dari ruangan itu terakhir, ia paham apa yang dilakukan Raniesha adalah untuk menghindari omongan teman kantornya yang sudah banyak menceritakan keburukannya. “Kita kemana?” tanya Raniesha saat Devan mengajaknya menaiki tangga darurat, padahal ada lift. “Nanti kamu akan tau” ucap Devan, ia pun sampai didepan pintu dan membuka pintu tersebut, Raniesha pun kaget pintu tersebut adalah ujung dari gedung itu, kini ia berdiri dipuncak gedung tempatnya bekerja dan melihat berbagai gedung tinggi pencakar langir di kota itu. “Waahhh ga nyangka ada tempat sebagus ini” ucap Raniesha. “Aku sudah bilang kamu akan menyukainya” ucap Devan, Raniesha pun tersenyum. Mereka duduk di pojok gedung yang tak terkena panas dan makan bekal Raniesha berdua. “Ini masakan Mamah, cobain deh, enak banget” ucap Raniesha, Devan pun mencoba makanan itu dan lagi-lagi ia menyukainya, sudah jarang sekali ia menemukan wanita karier yang mau membawa bekal sendiri ke kantor. “Enak” ucap Devan. “Yahh, lain kali aku akan bawakan banyak, karena biasanya aku hanya makan sendiri di pantry” ucap Raniesha tersenyum. “Memangnya mereka tidak mengajak kamu makan diluar?” tanya Devan. “Ngajak sih, tapi aku menolak, karena aku selalu bawain bekal dari rumah, itu udah kebiasaan aku sejak kecil, bahkan Papa juga sampe sekarang ke kantor selalu bawa bekal” ucap Raniesha tertawa, Devan tertawa, ia menyadari bahwa Raniesha adalah wanita baik-baik yang begitu menyayangi keluarganya. “Kayanya kamu bahagia banget ya” ucap Devan. “Yahh gitudeh, ga ada alesan aku buat ga bahagia memiliki keluarga yang begitu luar biasa” ucap Raniesha tersenyum, Devan hanya diam memperhatikan Raniesha makan dengan lahapnya tanpa malu-malu. “Kamu sudah berapa lama disini?” tanya Raniesha. “Sudah 5 tahun” ucap Devan. “Ohh ya, umur kamu berapa?” tanya Raniesha. “26 Tahun” ucap Devan. “Serius? Kalo gitu aku panggil kakak dong, sorry ya” ucap Raniesha. “Ga apa-apa kok, panggil nama aja, aku suka” ucap Devan tersenyum. “Beneran ga apa-apa?” tanya Raniesha, Devan mengangguk. Mereka pun mengenalkan kehidupan masing-masing dengan begitu santai, bercanda dan begitu asiknya hingga mereka meninggalkan kesan dihati mereka masing-masing atas perkenalan hari itu.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook