Sepasang mata menatap nanar dengan apa yang ada di hadapannya. Wajah tampan seorang pria yang kini sudah tak lagi berbentuk, pelipis dan bibir yang robek, mata bagian kiri membiru, dan banyak luka lebam di bagian wajah yang kini mulai terlihat membiru. Lalu sepasang jari lentik itu mulai mengusap kain tipis yang di beri sedikit alkohol, guna membersihkan luka sebelum di bubuhi obat. Kemudian terdengar sebuah runtihan di setiap kain tipis itu menyentuh bagian luka yang mengeluarkan darah, rasa perih yang menjalar tentu membuat diapa saja tak mampu menahannya. "Lagian, lo juga aneh sih, udah tau bakal berurusan sama macan galak, masih aja nekat bikin adek gua pergi. jadi gini kan!" Marcel, si lelaki yang tengah mendesis karena luka di bagian wajahnya terasa begitu perih, hanya mampu terd

