Bab 40

1076 Words

"Aku ... Mas mu ini, De. Ndak ingin melihat kamu terluka lagi!" tunjuk Bayu pada dirinya sendiri. Rani melihat sepasang mata Kakaknya yang kembali berkaca-kaca. Bayu menggigit bibirnya kuat-kuat, dadanya bergemuruh, nafasnya tersengal-sengal. Sesuatu yang sudah menyangkut akan keselamatan Ibu dan Adik-adiknya adalah sebuah prioritas yang tidak bisa Bayu singkirkan. Dan terlepas dari kesalahan apapun yang pernah dilakukannya di masa lalu, tidak ada sedikitpun yang bisa mengurangi kadar rasa pedulinya terhadap mereka. "Mas, sudah." Rani memegang bahu Bayu dengan sebelah tangan. Sementara tangan yang lainnya masih memegangi kepalanya yang agak pusing. "Rani nurut deh. Ayo kita ke Dokter setelah mengembalikan dompet itu. Pemiliknya pasti sudah kalang kabut sekarang. Ya Mas ya?" pinta Ran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD