Chapter 1
Catatan penulis: Alur cerita dan karakter dalam buku ini adalah karya fiksi.
Nicole's POV...
07:30, Los Angeles...
Berlari seolah-olah saya sedang berlomba, saya pikir saya bisa berolahraga saat menuju ke markas hari ini. Sebagai seorang agen rahasia berarti saya harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin selagi saya tidak sedang terlibat dalam misi rahasia. Berlari dengan mengenakan celana jogging dan tank top, rambut saya diikat ekor kuda sambil terbang dengan angin sepoi-sepoi saat saya berlari. Aku bangun lebih awal hari ini, jadi aku tidak takut terlambat.
Perkenalkan, saya Nicole Parker, biasa disapa Nicole. Umur saya 27 tahun, dan saya adalah seorang agen rahasia di SOS (Society Of Spies), salah satu agen mata-mata terbesar di negara ini, yang berbasis di Los Angeles. Anda semua mungkin bertanya-tanya bagaimana saya bisa menjadi agen rahasia? Oke, izinkan saya menceritakan sedikit kisah tentang diri saya.
Saya lahir di New York City sebagai anak sulung dari dua bersaudara. Ayah saya memiliki toko buku tidak jauh dari rumah saya, sedangkan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Saya memiliki seorang adik perempuan bernama Jenny Parker.
Aku dan Jenny beda usia 3 tahun. Orang tua kami menyayangi kami dengan sama, tetapi saya selalu merasa bahwa Jenny selalu menjadi anak yang lebih baik dari saya. Dia mendapat nilai bagus di Sekolah dan tidak pernah mendapat masalah, baik di sekolah, maupun di rumah. Dan saya? Nilai saya pun dapat dikatakan lumayan, tetapi karena sifat saya yang lebih pemberontak daripada Jenny, tak jarang saya sering terlibat perkelahian di Sekolah. Tak jarang guru menghukum ku ketika terlibat perkelahian.
Meski aku senang bahwa Jenny adalah anak yang baik dan orang tua saya sangat peduli padanya, namun tak jarang aku merasa cemburu dengannya. Menurut ku, orang tua kita lebih banyak membanggakannya. Hal ini membuat saya sering merasa bahwa aku belum menjadi anak yang baik untuk orang tua aku, dan bahwa Jenny selalu lebih baik dibanding aku. Pikiran mengenai diri ku tidak cukup baik untuk orang tua ku tak jarang mengecewakan ku.
Ketika menginjak usia 17 tahun, saya memberi tahu orang tua saya bahwa saya ingin masuk universitas di Los Angeles. Saya selalu bermimpi pergi ke University of Southern California, dan orang tua saya membantu saya mewujudkan impian itu. Saat itu, saya tinggal sendirian di sebuah apartemen kecil di Los Angeles.
Saya lulus dengan gelar dalam Hubungan Internasional. Keluarga saya sangat senang. Saat itu, saya belum ingin kembali ke New York dulu. Salah satu alasan saya datang ke Los Angeles adalah karena saya juga ingin mencoba karir akting. Ketika saya masih muda, saya ingin menjadi seorang aktris.
Beruntung saat itu sedang diadakan audisi untuk sebuah film remaja yang akan datang. Saya mengikuti audisi, berharap saya benar-benar bisa masuk, yang bisa menjadi awal yang bagus untuk karir saya. Siapa tahu? Saya pikir saya bahkan bisa menjadi bintang Hollywood berikutnya. Selama audisi, saya bertemu dengan Kate Evans, sahabat yang mengubah hidup saya.
Saya tidak mendapatkan peran, tetapi Kate dan saya tetap berhubungan. Saat itu, saya belum ingin meninggalkan Los Angeles, karena saya ingin hidup mandiri, dan tidak menjadi beban orang tua. Juga, saya sangat menyukai Los Angeles! Jadi setelah itu, saya berpikir untuk melamar pekerjaan. Saat itulah Kate masuk, dan dia benar-benar memberiku tawaran yang tak pernah ku bayangkan.
Kate mengajak saya menemui bosnya, yang ternyata adalah pamannya, Ralph Evans. Yang mengejutkan saya, paman Kate adalah ketua/kepala mata-mata Society Of Spies. Kate adalah salah satu agen rahasia, bersama mata-mata lainnya, seperti pacarku, Brad Andrew.
Saat itu, SOS sedang kekurangan agen rahasia, karena beberapa dari mereka terbunuh dalam misi besar beberapa bulan sebelumnya di Italia. Kate menawariku pekerjaan itu karena menurutnya aku punya potensi. Awalnya, aku sempat ragu-ragu, memikirkan bagaimana reaksi orang tua ku jika mereka tahu. Tapi di sisi lain, sebagian dari diriku sangat ingin melakukannya, dan aku tahu itu akan membantuku belajar banyak. Aku menyetujui tawaran Kate, dan mengikuti pelatihan selama 6 bulan.
Saya telah menjadi agen rahasia selama 5 tahun sekarang. Saya terlibat dalam banyak misi gila, menangkap beberapa orang jahat, dan bahkan menyelidiki misteri yang paling sulit. Selain itu, aku menemukan sebuah keluarga baru di SOS. Aku dan Kate menjadi sahabat, dan Brad menjadi kekasih aku. Kami sudah berpacaran selama 4 setengah tahun.
Saya akhirnya memberi tahu orang tua saya bahwa saya adalah seorang agen rahasia, dan saya akan tinggal di LA. Awalnya, mereka terkejut, dan sedikit khawatir tentang saya. Namun, setelah mencoba menenangkan mereka dari waktu ke waktu, mereka menerimanya. Selama waktu itu, saya bolak-balik dari Los Angeles ke New York City, untuk menenangkan orang tua saya dan juga mengunjungi Jenny.
Jadi begitulah kisah aku menjadi agen rahasia di LA. Oke, aku telah tiba di markas!
Saya memasuki markas dan menyapa agen lainnya. Kate memberi tahu saya bahwa kita akan bergabung dalam rapat dalam 30 menit. Untung ada kamar mandi di markas, jadi saya sebenarnya bisa mandi setelah lari ke sini, sebelum menghadiri rapat.
Saya menyelesaikan mandi saya dalam 10 menit. Ralph masuk ke ruang dan memulai rapat. Dia akan berbicara tentang misi besar kita selanjutnya. Dari yang kudengar dari Kate, ini akan melibatkan investigasi mafia besar.
"Jadi, apakah ada orang di sini yang kenal dengan Francesca Lopez?" tanya Ralph sambil duduk di kursi besarnya. Kate mengangkat tangannya untuk menjawab.
"Mantan istri Daniel Jameson?" tanya Kate.
"Betul, dan Francesca meninggal 2 bulan yang lalu," jawab Ralph sambil mengambil segelas air untuk diminum. "Daniel Jameson...saya telah mencoba mencari pria ini selama 7 tahun. Wanita yang berada di dekatnya bisa kehilangan nyawa."
"Ada apa, Pak Ralph?" aku mengangkat tanganku sambil berbicara dengan Ralph. Di sini, semua orang memanggilnya Pak Ralpb, kecuali Kate, yang memanggilnya Paman Ralph.
"Terlibat dalam salah satu jaringan prostitusi terbesar di negeri ini, kehidupan Daniel selalu diisi dengan wanita di sekitarnya. Akhir-akhir ini diketahui bahwa beberapa PSK-nya ditemukan tewas dengan berbagai cara. Dari apa yang saya curigai, dialah dalang di balik kematian Francesca dan para PSK di masa lalunya. Karena, dia selalu dikenal melakukan tindakan kejam jika dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya," Ralph menyatakan.
"Belum lagi, pernikahan pertamanya juga berakhir dengan kematian mantan istrinya, Susan Walter. Namun, pria ini sangat pandai menutupi kesalahannya, semua orang akhirnya mengira dia bersih," Ralph melanjutkan. "Itu akan berhenti sekarang! Aku telah menugaskan misi barumu!"
"Dan kapan kita mulai, Pak?" tanyaku pada Pak Ralph sambil mengangkat tangan.
"Aku sebenarnya ingin berbicara secara pribadi denganmu tentang misi ini, Nicole," kata Ralph. Tak lama, ia kemudian berbicara kepada Kate untuk mengakhiri pertemuan dan meninggalkan ruangan, bersama dengan agen lainnya, meninggalkan aku dan Ralph sendirian di ruang rapat.
"Ada apa, Pak Ralph?" tanyaku bingung. Aku ingin tahu apa yang ingin dia bicarakan secara pribadi.
"Ini tentang misi," kata Ralph. Dia terlihat seperti mencoba mengeluarkan beberapa kata yang sulit.
"Bagaimana dengan itu?" aku bertanya kepadanya.
"Aku khawatir misi ini akan mempengaruhi hubunganmu dengan Brad," kata Ralph kepadaku. Matanya terlihat begitu tertekan. Apa yang dia coba katakan?
"Nicole, kamu tahu bahwa kamu dan Kate adalah dua agen wanita yang tersisa, kan?" Ralph bertanya padaku, di mana aku mengangguk.
"Ayah Kate, Tristan, adalah agen ganda di SOS. Selama bertahun-tahun, dia telah menjadi agen rahasia, tetapi dia juga bekerja sebagai mucikari untuk Daniel Jameson selama 5 tahun terakhir. Misinya adalah untuk menyelidiki bagaimana Daniel membuat tewas para wanita, tapi sejauh ini, kami hanya bisa menemukan petunjuk kecil," Jeff menyelesaikan kalimatnya.
"Dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi hubunganku dengan Brad?" aku bertanya, masih benar-benar bingung. Ralph menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya mengatakan sesuatu padaku.
"Nicole, untuk misimu selanjutnya, kau akan menyamar.. sebagai teman ranjangnya," ucap Ralph dengan tatapan yang menunjukkan bahwa dia sedang merasa tidak nyaman.
Bersambung...