Karena kemampuan fisik mereka yang sangat luar biasa, tidak membutuhkan waktu terlalu lama hingga Max dan rombongan sampai di titik terluar sebuah desa yang tampak begitu sepi. Seakan-akan tidak ada satu pun orang yang menghuninya. Tentu saja hal itu tidak terlepas dari pengaruh wabah yang sudah menyebar di desa tersebut. Max dan yang lain jelas bisa merasakan aura gelap dari desa tersebut. Aura yang jelas disebabkan oleh sesuatu yang tidak seharusnya berada di sana.
Sudah jelas, itu disebabkan oleh bibit wabah yang tercipta karena penggunaan ilmu sihir dan pengaruh kegelapan di dalamnya. Jelas hal semacam ini sangat berbahaya jika terkena pada para manusia yang jelas tidak memiliki kemampuan apa pun. Namun untungnya, Max dan yang lainnya masih bisa merasakan jika masih ada kehidupan di desa tersebut. Walaupun memang terasa sangat lemah, hingga mereka harus bergegas untuk segera melaksanakan misi mereka.
Max menghadap anggotanya dan berkata, “Sekarang kita harus membagi tugas. Joe dan ahli alkimia yang lain, pastikan jika kalian bersiap untuk situasi terduga. Bagi kalian yang tidak memiliki kemampuan dalam medis, akan kubagi menjadi dua tim.”
Semua orang jelas fokus mendengarkan apa yang dikatakan oleh Max. Apalagi kini semua orang harus menekan semua energi sihir mereka, agar benar-benar tidak terasa oleh siapa pun. Sebab jika para pembelot yang masih berada di desa tersebut menyadarinya, sudah pasti mereka akan segera melarikan diri dari sana. Tentu saja selain menyelamatkan para warga yang sudah terkontaminasi wabah, dan memusnahkan bibit yang tertanam di sana, jelas mereka memiliki tugas untuk memburu para pembelot.
Max dan yang lainnya jelas percaya bahwa saat ini para pembelot tengah bersembunyi di salah satu sudut atau bagian desa ini. Sebab bibit wabah yang diciptakan menggunakan atribut kegelapan di dalamnya, jelas membutuhkan perhatian khusus. Pastinya, para pembelot akan terus berkeliaran di sana. Karena itulah, mereka harus berhati-hati dalam menghadapi masalah ini. Hal ini juga yang membuat Max meminta pemerintah setempat untuk tidak mendekat pada desa, sebelum mereka benar-benar membesihkan bibit wabah dan para pembelot yang berada di desa.
“Joe, sebelum memimpin tim alkemis, kau haru memimpin tim kedua untuk memeriksa bagian utara dari desa,” ucap Max. Jelas Max membuat Julion berada di tim yang sama dengan adiknya. Karena Max sama sekali tidak akan bisa mengendalikan kemarahannya jika berada dalam satu tim dengan Julion. Jelas itu tidak boleh terjadi, karena hal yang paling penting di sini adalah menyembunyikan keberadaan mereka. Jadi, lebih baik Max memisahkan diri dengan pria yang sangat ia benci itu.
Joe jelas menerima perintah tersebut. Ia mengangguk dan berkata, “Baik.”
Lalu Max menatap anggota tim yang sudah ia pilih untuk masuk tim pertama. “Kalian, tim pertama akan ikut denganku untuk memeriksa bagian selatan,” ucap Max.
“Baik, Kapten!” ucap mereka dengan kompak.
Max tentu saja menyukai kekompakan yang ditunjukkan oleh para anggotanya. Namun, kekompakan saja tidak cukup untuk menjalankan misi ini. Mereka harus benar-benar fokus untuk menjalankan misi ini. Jangan sampai mereka melakukan kesalahan yang membuat situasi semakin kacau. Hal yang paling penting adalah, mereka harus meminimalisir korban jiwa, dan memastikan jika para pembelot sama sekali tidak bisa melarikan diri.
“Ingat dengan apa yang sudah kuberitahukan pada kalian. Pastikan jika keberadaan dan sihir kalian tidak disadari oleh para pembelot. Kita benar-benar harus memastikan jika wabah ini dapat ditangani berikut pada pembelot yang harus kita habisi,” ucap Max penuh penekanan.
“Baik, kami mengerti.”
Max pun beralih menatap Dalila dan berkata, “Kau tetap dengan tim medis. Karena ini adalah perjalanan pertamamu, gunakan untuk memperhatikan apa yang kami lakukan. Jangan bertindak gegabah, dan jangan memisahkan diri dengan yang lain. Apa kau mengerti?”
Dalila yang mendengar hal itu jelas mengangguk. “Aku mengerti,” jawab Dalila dengan patuh.
Jelas Dalila tidak boleh sampai membuat kekacauan yang membuat misi mereka menjadi kacau balau. Meskipun tidak memiliki pengalaman dalam perjalanan seperti ini, tetapi Dalila memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam menjalankan misi berkelompok. Pekerjaannya dulu sebagai seorang pengawal, memang memberikan pengalaman yang sangat berarti baginya. Karena itulah, Dalila sadar jika dirinya harus mematuhi setiap hal yang dikatakan oleh Max. Apalagi di saat yang sangat penting seperti ini.
Max pun mengangguk. Sebelum pergi dengan timnya, jelas Max mencium kening Dalila terlebih dahulu. Lalu tim pun berpencar, menyisakan ahli alkimia yang disebut sebagai tim medis di dalam kelompok tersebut. Karena tida ada orang yang memiliki hubungan buruk dengan Dalila di sana, jelas Dalila tidak merasa terlalu tidak nyaman. Ia malah dengan mudah teralihkan dan menatap desa yang berada di depan sana. Karena kini Dalila dan yang lainnya berada di dahan pohon besar, mereka bisa melihat keadaan desa dengan cukup jelas.
Dalila pun tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Apakah kalian juga merasakan rasa sesak ini?”
Para ahli kimia yang mendengar pertanyaan Dalila pun mengangguk. Jelas mereka sadar perasaan sesak seperti apa yang dimaksud oleh Dalila tersebut. Karena mereka juga merasakannya. Salah satu dari mereka yang bernama Simi pun menjawab, “Kami juga merasakannya, Nyonya.”
Dalila yang mendengar panggilan yang mereka gunakan padanya jelas mengernyitkan keningnya. “Tidak perlu memanggilku seperti itu. Panggil aku Dalila saja selama perjalanan ini. Kini kita satu tim, jadi lebih baik mengakrabkan diri,” ucap Dalila.
Pada akhirnya yang lainnya pun menerima apa yang diminta oleh Dalila. Lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka, dengan Dalila yang bertanya, “Apa yang membuatku merasa sesak seperti ini? Aku merasakan kesedihan yang luar biasa, dan membuatku merasakan sesuatu yang menekan dalam dadaku.”
Simi yang mendengar pertanyaan tersebut pun menjelaskannya, “Hal ini sangat wajar karena kegelapan terbilang sudah menutupi desa itu. Hawa kematian juga terasa sangat kental dari sana. Rasa sedih dan semua energi negatif yang muncul, membuat aura dari desa tersebut menjadi semakin memburuk dari waktu ke waktu. Karena itulah, akan membawa efek yang sangat besar terhadap kita yang memang pada dasarnya memiliki elemen yang berbeda dengan sihir kegelapan.”
Mendengar kata kematian, membuat Dalila menegang. Jelas, ia tidak ingin sampai ada yang mati karena terkena wabah yang disebarkan oleh para kaum pembelot. Kegelisahan Dalila jelas bisa dirasakan oleh Simi dan yang lainnya. Simi pun berkata, “Tidak perlu merasa gelisah. Kita semua di sini tengah berusaha untuk meminimalisir korban. Kami sendiri sudah memperkirakan seberapa parah kondisi warga desa dari semua data yang kami terima. Untungnya, kita datang tepat waktu untuk memberikan pertolongan.”
Tentu saja Dalila merasa sedikit lega dengan apa yang sudah dikatakan oleh Simi tersebut. Tentu saja Dalila berharap dengan sangat jika tidak ada yang akan mati dalam serangan wabah ini. Tak lama, dua tim yang sebelumnya sudah pergi untuk memeriksa keadaan desa sudah kembali. Mereka kembali berkumpul untuk saling memberitahu apa yangs udah mereka dapatkan. Joe yang memimpin tim dua segera berkata, “Kami tidak menemukan jejak para pembelot. Tapi, kami menemukan beberapa bibit kecil dari wabah. Aku pribadi yakin, jika bibit utama tersebar di sekitar tengah desa.”
Max mengangguk menerima laporan tersebut. Lalu ia berkata, “Para pembelot bersembunyi di area selatan. Karena itulah, kita akan memulai misi kita sekarang juga.”
Benar, Max dan tim pertama berhasil menemukan jejak pembelot di area selatan. Karena itulah, sudah dipastikan jika pembersihan akan dipusatkan terlebih dahulu di area selatan tersebut. Semua orang yang berada di sana tidak bisa menahan diri untuk merasakan antusiasme yang sangat luar biasa di dalam diri mereka. Kini, mereka semua akan berhadapan secara langsung dengan para pembelot yang sudah diburu sejak lama.
Max bisa merasakan antusiasme yang dirasakan oleh para anggotanya. Namun, Max berkata, “Jangan terlalu antusias. Kita datang bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk menjalankan tugas. Jangan sampai kalian kehilangan akal karena terlalu bersemangat. Tetap tenang dan pastikan jika menjalankan semuanya sesuai dengan rencana,” ucap Max penuh dengan penekanan.
Apa yang ditekankan oleh Max jelas mengena pada semua anggotanya yang segera menjawab, “Kami mengerti.”
Dalila sendiri saat ini merasakan jika detak jantungnya berdetak dengan sangat tidak teratur. Tanda jika dirinya memang sangat gugup dengan apa yang akan segera ia hadapi. Gugup sekaligus merasa sangat bersemangat. Karena ini adalah pengalaman pertama yang jelas sangat berharga baginya. Max pun kembali menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat. Seakan-akan ingin mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja, dan Dalila tidak perlu mencemaskan apa pun.
“Sekarang, kalian harus bersiap. Karena misi kita yang sesungguhnya akan dimulai,” ucap Max sebab apa yang ia katakan benar adanya.
Misi yang sesungguhnya baru saja akan dimulai, dan mereka semua harus benar-benar menggunakan konsentrasi mereka. Ini adalah kesempatan pertama bagi mereka semua, untuk menunjukkan kemampuan yang selama ini mereka latih dan miliki. Tentu saja apa yang dikatakan oleh Max tersebut semakin mengobarkan semangat para anggota yang memang sebagian adalah para pemuda dan pemudi yang baru saja memiliki pengalaman perjalanan seperti ini. Mereka tampak bersemangat. Namun berusaha untuk tetap mengendalikan diri, sesuai dengan apa yang diperingatkan oleh Max pada mereka.
Lalu Max pun mengarahkan semuanya untuk menuju titik yang memang sudah ditentukan oleh Max sebelumnya. Titik tersebut berada di arena selatan desa yang tak lain adalah arena hutan yang penuh dengan pepohonan rindang. Jelas, ketika malam tiba, area tersebut menjadi sangat sepi dan gelap. Ditambah dengan kondisi warga yang sama sekali tidak bisa ke luar dari rumah mereka, jelas area tersebut menjadi semakin tidak tersentuh dan terasa mengerikan bagi orang awam.
“Semuanya, bersiap di posisi kalian masing-masing,” ucap Max membuat semua anggotanya dengan patuh segera berada di posisi mereka masing-masing. Semua orang jelas bisa merasakan ketegangan dan rasa antusias yang semakin menjadi. Misi berbahaya benar-benar sudah dimulai. Hidup dan mati, kini mereka pertaruhkan. Dan jelas, sudah tidak ada jalan untuk kembali bagi mereka semua.