“Mas,” ucap Jesika saat melihat kedatangan Adam melalui pantulan cermin yang ada di hadapannya. “Kamu baru pulang, Mas. Bagaimana pekerjaanmu hari ini?” Jesika segera berdiri dari tempat duduknya dan segera berjalan ke arah Adam yang baru saja menutup pintu kamar. make up yang natural, serta balutan lingerie yang tipis menambah kesan menggoda pada diri Jesika. Udara di dalam kamar itu kini terasa begitu harum akibat aroma terapi yang sengaja diberikan oleh Jesika. Jesika yang sudah berdiri di depan Adam mulai melingkarkan tangannya di leher Adam, suaminya. “Bagaimana kalau malam ini aku membantumu melupakan kelelahan mu.” Jesika tersenyum dengan tangan masih melingkar di leher Adam. Adam, hanya memperhatikan Jesika dengan tatapan tenang. Namun, penuh kebencian. Perlahan tapi pasti ke

