Part 15

1611 Words

"Mas, bisa antar aku ke pasar?" tanya Rista kepada Ari yang baru saja keluar dari kamar mandi, hanya handuk yang melilit dipinggangnya. "Boleh," kata Ari, ia mendekati istrinya yang duduk di tepi ranjang, ia kecup dengan lembut kening Rista sebagai ucapan selamat pagi. Pagi ini mereka libur, jadi cukup banyak waktu yang akan mereka habiskan berdua. "Pasar biasa 'kan?" tanya Ari, ia memakai kaos oblong dan celana pendek rumahan saja. Ari lebih nyaman dengan seragam kebangsaannya jika di rumah. "Iya." Ari memanasi motornya, bersiap untuk ke pasar. Ari tak pernah malu diajak ke pasar tradisional, ia tanpa sungkan juga selalu membawakan barang belanjaan Arista. "Siap?" tanya Ari, kini Rista telah berada diboncengannya tangannya membawa tas jinjing. "Iya, Mas." Ari membawa motornya pela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD