Part 16

1415 Words

Ardi sama sekali tak berkonsentrasi, telinganya terngiang-ngiang celoteh dua anak kecil dari arah dapur. Bukan karena mereka menganggu aktivitas Ardi dan Ari membahas proyek baru mereka, melainkan Ardi ingin melihat mereka lebih dekat. Entah kenapa ia selalu merasa dekat dengan bocah kembar itu. "Kenapa, Mas?" tanya Ari melihat Ardi yang duduk gelisah. "Tidak enak badan?" tanya Ari lagi, Ardi nampak menggeleng. Ardi sama sekali tidak sakit, ia sehat. Sangat-sangat sehat. Namun ada sesuatu yang mengganjal hatinya, seolah ada yang mendorong dalam dirinya untuk mendekati bocah kecil yang terdengar bermain dengan riang di belakang sana. "Tidak apa-apa, lanjutkan yang kita bahas," kata Ardi, ia menyesap kopi hitam yang disediakan Rista tadi. Baru kali ini ia merasa kopi senikmat ini, sunggu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD